Qureta adalah media opini independen siapa saja bisa menerbitkan tulisannya di Qureta. Begitu informasi tentang Qureta di halaman Facebook (FB).

Qureta yang memberi ruang pada siapa saja untuk menulis, dan mereka bisa menulis apa saja. Baik itu opini pribadi pada berita yang lagi aktual terjadi di negara kita tercinta, tulisan tentang politik, ekonomi, sejarah, budaya, resensi buku sampai pada tulisan fiksi, seperti cerita pendek atau cerpen, dan puisi.

Beberapa teman bertanya padaku; bagaimana biar tulisan kita diterima Qureta? Tulisanku dibalikin terus? Menurutku spelling checknya udah benar.

Aku tidak langsung menjawab pertanyaan ini, aku cuma bilang; aku juga sering bolak-balik ditolak Qureta kok, entah penulisan yang belum sesuai dengan standar penulisan di Qureta atau disuruh melengkapi gambar. Tapi, aku selalu berusaha memperbaikinya kembali. Aku juga banyak belajar dari kesalahan.

Belajar Dari Kesalahan

Katakan apa salahku, Qureta? Eh, salah. Ini yang benar, membaca tips dan beberapa trik di bawah ini, biar tulisan dimuat alias terbit di Qureta versiku. 

Pertama; pilih judul yang bombastis. Judul yang bombatis selain menarik perhatian, juga membuat kita jadi tertarik secara pribadi untuk menuliskan isinya dengan bagus. 

Aku biasanya menulis dimulai dari ide judul yang menarik. Atau setelah menuliskan judul dan isi, aku biasanya merubah judul biar lebih "eyes catching" dan hasilnya? Yang membaca tulisan itu juga banyak. 

Misalnya tulisanku yang judulnya heboh; Sexy Killers, Apanya yang seksi? Kami akan Hijrah (Ke Kiri). Judulnya heboh! Isinya hanya aku dan kamu yang tahu, yang baca maksudnya (he he).

Judul jangan terlalu sederhana, simpel, seperti ini; Dan Pemenangnya Adalah... atau tulisan Life is Chocolate, gak ada menarik-menariknya kan? Biasa aja, sih!

Kedua; Paragraf pertama harus menarik. Iya, harus menarik, sehingga, ketika orang membaca langsung ditarik sejak awal (st...st... itu bocoran dari orang Qureta).

Jadi? Paragraf pertama saja yang menarik? 

Gak, harus menarik dari awal sampai akhir. (Katanya lagi).

Bagaimana bisa menulis paragraf awal sampai akhir yang tetap nyambung, dan konsisten. Seperti menulis makalah menurutku, ada pendahuluan atau latar belakang, terus isi, kemudian penutup yang berisi solusi atau saran tindak.

Paragraf juga jangan terlalu panjang-panjang. Berisi beberapa kalimat saja. Ketika pernah ada seorang teman meminta untuk dilihat tulisannya yang sempat ditolak Qureta. 

Aku cuma bilang; isi tulisanmu sudah bagus, namun, lalu lintasmu terlalu padat. Maksudku yang terakhir, paragraf tulisan temanku sangat penuh. Jumlah kalimat dalam satu paragrafnya lebih dari tujuh. 

Dia pun mengedit tulisannya, dan ulala.. tulisannya terbit di Qureta.

Ketiga; Lihat cara penulisanmu. Penulisan awalan "di" sebagai tempat, dan "di" sebagai awalan yang pasif. Misalnya di menunjuk tempat; "Dia sedang pelatihan di Jakarta."

Kemudian di sebagai awalan, "Jangan mau dibohongi oleh mereka yang merasa memiliki kunci surga."

Atau aku sendiri yang suka tak berpendirian, karena awalnya menulis kata "saya", tiba-tiba jadi "aku" (asal jangan jadi "aqiqah" saja yang gaul itu). 

Keempat, rajin bermedsos-ria eh, rajin berqureta. Tulisan di Qureta itu seperti berita yang diberi gagasan, aku pikir tidak usah membaca koran baik online maupun yang bukan. Ada media sosial seperti FB, WA, dan platform Qureta. Qureta sudah memberikan informasi terkini di rubrik bagian Aktual. 

Dengan membaca tulisan di Qureta, kita tahu apa lagi dibicarakan di dunia maya saat ini. Kita juga bisa saling menanggapi tulisan penulis di Qureta. 

Namun, terlalu sering membaca tulisan di Qureta membuat tulisan kita terkadang terwarnai tulisan orang lain (jadi bumerang juga, ya?). 

Tapi, yang penting jangan sampai copy-paste, copas tulisan orang lain. Aku pernah membaca tulisan yang mirip tulisanku yang berjudul; Hari Tanpa Tembakau?

Makanya, aku sangat setuju dengan tulisan di Qureta yang berjudul, Lemahnya Qureta dalam Plagiarism Check. 

Ketika kubaca, kena BGT dengan Qureta (hikz).

Kelima; jangan asal berbicara tanpa data. 

Ini "program" baru yang kulihat di Qureta, sesuatu yang aktual dengan judul; Voucher untuk Pembaca Qureta. Jika (penulis) Qureta menyampaikan pesan lewat kata, faktadata menyampaikan pesan lewat angka. Faktadata sebuah platform yang menyediakan data.

Waduh, gawat! selama ini aku banyak menulis yang "ringan-ringan", curahan hati (curhat) di Qureta. Perlukah memakai data? (He he).

Yang jelas, menulislah pakai hati itu yang paling penting. Kalau yang pakai data berarti harus sesuatu yang serius, ya. Jadi, mungkin beda genre penulisannya. 

Terakhir, jika tulisanmu belum dimuat Qureta, hubungin editornya ( Ups!). Anyway,  terima kasih editor Qureta, yang terkadang membuat judul tulisanku bombastis, mengganti gambar yang tidak sesuai. Dan membantu mengedit isi tulisanku. 

(Btw, kalau menulis Qureta di gawai, jangan lupa disimpan ya. Pengalaman beberapa teman yang sudah capek-capek menulis eh, tiba-tiba tulisannya hilang gara-gara baca WA.)