Menurut Kamus Glosarium Bank Indonesia, pengertian pengeluaran adalah pembayaran yang dilakukan saat ini untuk kewajiban pada masa akan datang dalam rangka memperoleh beberapa keuntungan; jika dilakukan untuk meningkatkan aktiva tetap, pengeluaran itu disebut pengeluaran modal; jika dilakukan untuk biaya operasi, pengeluaran itu disebut pengeluaran operasional; biaya tunai tersebut untuk mendapatkan barang, jasa, atau hasil usaha.

Dan pengeluaran tersebut bisa dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pengeluaran bulanan, mingguan, dan harian. 

Sebagai contoh, pengeluaran bulanan bisa berupa cicilan, tagihan listrik, pembayaran premi ,dan lain-lain. Pengeluaran mingguan bisa berupa pengeluaran untuk rekreasi di akhir pekan, pengeluaran untuk belanja mingguan, uang bensin ,dan lain-lain. Pengeluaran harian bisa berupa uang transportasi, uang makan, uang jajan, biaya parkir, dan masih banyak lainnya.

Dan menurut saya. salah satu faktor yang sering kali luput namun bisa menguras dompet lebih cepat adalah perihal makanan. Makan sebagai salah satu kebutuhan pokok bagi kita. Dan perihal pengeluaran makan ini, sering kali luput dalam rencana kita ketika mau menghemat uang. Oleh karena itu, saya mencatat ada 3 tips untuk menghemat pengeluaran makan

1. Brunch

Brunch ? mungkin sebagian besar dari kalian baru pertama kali mendengar istilah itu. Brunch atau bisa kita sebut sebagai sarapan siang adalah kegiatan menyingkat aktivitas makan sarapan sekaligus makan siang dalam satu waktu. Umumnya sarapan siang dilakukan mulai pukul 10.00 hingga 14.00. 

Sebagai seorang mahasiswa, saya sering kali dari pagi sudah disibukkan dengan padatnya perkuliahan sehingga tidak sempat sarapan pagi. Dan pada akhirnya saya baru bisa makan pada siang harinya. Istilah ini pun saya dapatkan dari salah satu teman dekat saya.

Menurut saya ini adalah cara yang cukup efektif kalau Anda ingin menghemat uang. Karena menurut pengalaman saya, ketika saya melakukan brunch ini, uang makan yang biasanya digunakan untuk membeli sarapan pagi dan makan siang, bisa dihemat menjadi satu. 

Dan menurut saya ini juga bisa efektif diterapkan pada semua kalangan, baik dari pelajar sampai pekerja bisa melakukan ini. Walau tidak terlalu besar penghematannya, bisalah sedikit-sedikit mengurangi pengeluaran di awal bulan ini.

2. Belik lauk daripada beli makan

Tips yang kedua ini efektif bagi kamu yang memiliki rice cooker dan tentunya ga mageran masak nasi. Ataupun bagi kalian yang lagi males makan nasi, juga bisa menerapkan tips ini. Tentu saja tips ini tidak efektif apabila kalian pergi ke tukang nasi goreng dan bilang kalau Cuma mau beli lauk. Dapat lauk engga, dimarahin abang abangnya nasgornya iya, hehe.

Jadi cara ini dapat dilakukan ketika kalian sudah masak nasi, kalian tinggal pergi ke warung favorit kalian dan cukup belilah lauknya saja. Simpel kan ? Tapi mungkin dipikir-pikir apa iya efektif ? 

Saya bisa bilang ini efektif, karena menurut pengalaman saya sendiri, ketika saya ga mager tentunya, saya bisa memasak nasi, dan kemudian saya tinggal beli lauk mungkin sekitar Rp.15.000,- sampai Rp.20.000,-. Lho mahal dong, karena mungkin kalau sekali makan cukup dengan Rp.10.000,- sampai Rp.15.000,-. 

Tapi tenang, beli lauk dengan harga segitu sudah bisa buat makan dari pagi sampai malam. Jadi, kalau kita hitung-hitung, membeli lauk sekali untuk seharian akan jauh lebih hemat daripada makan tiga kali sehari bukan ?

3. Masak

Tips yang terakhir ya masak. Tidak perlu diragukan lagi, masak merupakan cara menghemat pengeluaran yang paling efektif. Dan menurut saya pribadi pun, masak merupakan cara yang sangat berguna untuk memangkas pengeluaran di awal bulan. Ya walaupun masak ini membutuhkan usaha yang besar, yang artinya kita gaboleh mager.

Sebenarnya tips ini berhubungan dengan tips sebelumnya. Kalau tips sebelumnya kalian hanya memasak nasi saja dan membeli lauknya di warung makan. tips yang ketiga ini adalah lanjutannya. Jadi ketika kalian punya dapur ataupun rice cooker saja sekalipun sudah bisa untuk memasak.. 

Bangun lebih awal untuk masak nasi dan lauk, ataupun untuk yang hanya punya rice cooker saja juga bisa memasak lauk lauk sederhana, seperti sarden, telur, ataupun membuat masakan-masakan yang tentunya sudah banyak beredar tutorialnya di dunia maya. 

Cara ini sudah pernah saya praktikkan pada beberapa awal bulan, dan ya terasa bisa lebih menghemat daripada kita selalu membeli makanan di luar.

Pada akhirnya, tentunya ketiga cara di atas bukanlah cara mutlak untuk menghemat pengeluaran, khususnya dalam hal makan. Tips-tips di atas tidak harus jadi patokan mutlak ya, jadi ya disesuaikan saja dengan situasi maupun kondisi dari kalian semua. 

Yang terpenting tetap kalian harus tetap makan, karena kalau tidak makan bisa banyak menimbulkan penyakit-penyakit yang ringan sampai berat. Jangan sampai seperti orang bilang, pagi minuman jelly, siang obat maag, malam makan mie.