Jakarta - Sudah hampir 1,4 tahun Covid-19 melanda, terhitung sejak bulan Maret tahun 2020 lalu. Menunda kita untuk berkumpul dan bertemu seperti biasanya, sehingga tidak ada kebebasan dan terbatas juga karena protokol kesehatan "manjaga jarak, tidak berkumpul dan menghindari kerumunan". Khawatir tertular atau terpaparnya dampak dari virus Covid-19, yang membahayakan masyarakat Indonesia terutama mengancam nyawa dan mengalami kematian.

Semenjak virus Covid-19 bergentanyangan dimuka bumi ini, pemerintah dan para pemangku kepentingan mulai memikirkan dan membuat "strategy dan concept online atau daring". Seperti di dunia pendidikan memberlakukan pembelajaran daring, perusahaan atau dunia kerja baik swasta maupun non swasta memberlakukan pekerjaan dengan "work from home (WFH)" atau bekerja di rumah untuk mengurangi tatap muka, dan lain sebagainya.

Sisi lain pemerintah juga memberlakukan aturan agar mengurangi penyebaran secara meluas baik dari kegiatan "PSBB, PPKM mikro dan PPKM darurat, melarang mudik saat lebaran, membatasai kegiatan masyarakat" mencegah masyarakat supaya tidak terkena dampak virus Covid-19. Untuk itu sudah seharusnya kita melek teknologi digital terutama melaksanakan kegiatan pertemuan, perkumpulan, silaturahmi, meeting koordinasi, belanja online, dan kegiatan lainnya menggunakan online atau daring. 

"Maksud silatuhrahmi online adalah" berbagai macam kegiatan hasrat ingin bertemu dari jangkauan jarak jauh dengan menggunakan media online. Baik bertemu dengan kekuarga, berkomunikasi dengan kerabat atau sahabat, meeting koordinasi dengan kepentingan pekerjaan, keperluan usaha atau bisnis, menyampaikan pembelajaran daring, dan kegiatan silatuhrahmi lainnya. Intinya silaturahmi "komunikasi jarak jauh baik secara tertulis atau berkomunikasi langsung" dengan media online tersebut.

Selanjutnya saya akan menguraikan "tips khusus yang efektif" saat silatuhrami online di tengah pandemi Covid-19 : 

#1. Ketersedian Sinyal dan Kouta Internet :

Dalam komunikasi daring atau online merupakan kunci utama apabila sinyal dan kouta internet mendukung. Sering kali ini menjadi kendala yang besar "ada sinyal tidak punya kouta ada dan punya kouta namum tidak ada sinyal" hal ini tidak bisa dihindari juga karena situasional baik yang tinggal di perkotaan maupun  pedesaan. Hal yang bisa dilakukan bisa menggunakan smarphone pribadi, sehingga bisa lebih efisien dalam melakukan komunikasi online atau sebagai "solusi mencari wifi atau tethering dengan shabat dekat dan keluarga".

#2. Mempunyai Aplikasi Media Online :

Sebelum menetapkan dan memulai komunikasi online agar mendonwload  aplikasi yang ada di "smartphone, laptop, komputer" maupun aplikasi digital lainnya. Seperti mempunyai : telegram, zoom, meet, teams, whatsApp, duo" dan lain sebagainya. Aplikasi ini sebagai antisipasi saat melakukan silatuhrahmi dan komunikasi online, tidak salahnya jika kita sudah mempersipakan aplikasi digital yang berbasis online tersebut. Atau bisa juga kita menyesuaikan situasi lainnya mengikuti sahabat atau keluarga menggunakan aplikasi apa?

#3. Cluster atau Group Media Sosial :

"Pengelompokan group online" bagian penting untuk menjalin silatuhrahmi ditengah pandemi covid-19. Secara sadar pasti kita memliki group untuk komunikasi baik keluarga, sahabat, alumni, tempat kerja, belajar, dan lain sebagainya. Yang paling "ideal menggunakan group whatsapp", selain group whatsapp bisa juga menggunakan group telegram, facebook, instagram, dan media online lainnya. Efektif atau tidak tergantung aturan group dan keaktifan ketua group, sehingga group tidak sepi dan tetap terjalin komunikasi dan berbagi informasi yang positif dan membangun team lainnya.

#4. Meluangkan Waktu untuk Silaturahmi :

"Waktu bagian penting untuk di manage atau diatur" agar tetap bisa berjalan dengan bermanfaat baik acara "pertemuan atau perkumpulan melalui media online" seperti yang legi trend saat ini menggunakan zoom meeting, temas meeting, dan alat digital lainnya. Hal seperti ini bisa saja ada kegiatan arisan, pertemuan alumni, silaturahmi dengan keluarga. "Walaupun tidak dilakukan secara tatap muka", minimal membangun komunikasi dan emosional dalam menjalin hubungan online atau jarak jauh terutama terhadap "orang yang kita kenal baik keluarga maupun rekan ataupun sahabat".

#5. Pengelompokan Group Kecil :

Ini bagian kecil strategy untuk "meningkatkan dan menciptakan group silaturahmi" tetap kompak dan selalu bersama dengan "memperdayakan keluarga dan sahabat yang bisa mempengaruhi orang lain" dalam arti orang tersebut membawa team yang lain dengan konsep 1 orang membawahi maksimal 10 orang dalam kelompok silaturahmi. "Tujuannya adalah" bisa mengawasi anggota group yang lain tidak aktif dan mengetahui secara indvidu baik dari sikap maupun karakter seseorang dalam group tersebut.

Perlu kita ketahui bersama bahwa sesungguhnya menjalin silaturahmi perbuatan yang sangat disayangi oleh-SWT. Selain itu juga bisa "memperpanjang usia dan menambah rezeki" dari setiap manusia yang tetap menjalinkan silaturahmi. Maka dari itu apapun kondisi dan sistuasinya tetaplah "memperat hubungan antar manusia satu dengan manusia lainnya" baik yang sudah saling mengenal maupun baru kenal.

Selanjutnya dengan perubahan zaman, sudah saatnya menggunakan "teknologi digital" terutama situasi pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan untuk silaturahmi tatap muka. Gunakan fasilitas yang ada sehingga "pertemuan dan perkumpulan" bisa melalui daring atau online, semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan terutama tidak terkena dampak virus Covid-19