Saat berkendara di jalan raya, sering kali kita dibuat kesal dan sakit hati oleh pengendara motor lain. Sakit hati ini bahkan melebihi ketika tiba-tiba pacar kamu minta putus dan akhirnya jadian dengan sahabatmu. Tentu saja sangat menyakitkan bukan?

Saya sering mengalami banyak kejadian yang membuat kesal dan sakit hati. Pernah suatu ketika sedang berkendara motor di jalur yang benar, aman dan dengan kecepatan sedang, tiba-tiba dari arah kiri ada yang menyalib secara ugal-ugalan dan dengan kecepatan tinggi. Tentu saja membuat saya kaget dan deg-degan.

Contoh kejadian yang saya ceritakan di atas, tentu saja hanya salah satu kelakuan pemotor yang membuat kesal dan sakit hati. Saya ingat cerita teman saya beberapa tahun silam. Dia cerita bahwa pabrik motor sekarang ini tidak melengkapi motor buatannya dengan rem, karena dijual terpisah.

Dia ceritakan saat kami sedang menyeberang di jalan utama Kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Sudirman (timur Tugu). Kami menyeberang di zebra cross, menunggu cukup lama untuk bisa menyeberang. Tentu saja, jawaban teman saya ini sangat menohok Kota Jogjakarta yang terkenal santun dalam berkendara.

Kamu bisa berkontribusi sedikit untuk mengubah citra kotamu menjadi kota yang nyaman dan aman berkendara. Salah satunya menjadi pemotor yang baik dan santun. Nah, dari pengalaman dan pengamatan di jalan raya, berikut disajikan beberapa hal yang  bisa kamu lakukan agar bisa menjadi pemotor baik.

#1 Jangan klakson saat lampu hijau baru mulai menyala

Saat kamu berada dibarisan depan persimpangan jalan saat menunggu traffic light, sangat tidak nyaman dan menyebalkan, ketika kendaraan di belakangmu membunyikan klakson tan tin tan tin, saat lampu baru mulai menyala hijau. Fenomena ini sering terjadi di setiap traffic light.

Sudah saatnya kamu bergerak menjadi pelopor dengan tidak meniru oknum pemotor ini. Saya sarankan untuk tidak meniru hal demikian, karena akan membuat sakit hati pengendara lain.  Satu lagi, jangan pernah mengklakson orang yang motornya sedang macet saat lampu hijau. Ini akan membuat panik pengendara motor yang motornya macet.

#2 Jangan berhenti di bawah pohon saat di traffic light

Beberapa saat yang lalu saya berkendara motor dari arah Stadion Kridosono Yogyakarta ke utara melewati traffic light di samping Gramedia. Dari kejauhan sudah terlihat lampu menyala merah. Saya pelankan kendaraan agar tepat berhenti di belakang garis batas trafiic light.

Saya melihat beberapa motor berhenti di sisi kanan jalan, tepat di bawah pohon rindang. Dan anehnya, masih jauh dari batas garis traffic light. Saya sangat paham maksud pemotor-pemotor tersebut. Mereka ingin menghindari sengatan matahari yang pada siang itu memang sangat menyengat kulit.

Tindakan oknum pemotor-pemotor itu jangan ditiru. Karena akan sangat menggangu kendaraan lain yang akan lewat dan antri untuk menunggu di traffic light, terutama kendaraan besar dan kendaraan roda empat yang akan melintas. 

#3 Jangan pakai knalpot racing atau blombongan

Saat berhenti di traffic light depan lapangan sepakbola UNY Yogyakarta, di samping motor saya berhenti motor sport. Suara knalpotnya sungguh memekakkan telinga. Itu saja dalam keadaan berhenti. Bisa dibayangkan kalau berjalan dengan kecepatan tinggi, tentu suaranya akan lebih memekakkan telinga.

Jadi saya sarankan kamu jangan pernah mengganti knalpot standar dari pabrik dengan knalpot racing atau blombongan. Itu akan membuat pengendara lain tidak nyaman karena suara knalpotnya melebihi aturan yang berlaku.

#4 Jangan berkendara sambil mainan HP

Tindakan ini menurut saya terlarang dilakukan pengendara motor. Saya sendiri ngeri membayangkan kejadian beberapa tahun silam. Ada pemotor yang menabrak pohon gara-gara sambil bermain HP. Kejadian ini persis di depan kantor saya. Pengemudi dan pembonceng motor terluka cukup parah.

Kejadian ini selalu menjadi pengingat bagi saya ketika berkendara motor.  Apabila ingin menerima telpon atau membalas pesan singkat, mending kamu menepi dulu dan mematikan mesin kendaraan. Selain akan membahayakan diri pemotor sendiri, kelakuan ini akan membahayakan pengendara motor lainnya.

#5 Jangan sein kiri tetapi belok kanan atau sebaliknya

Sempat viral kelakuan penggunaan sein yang tidak sesuai dengan arah beloknya. Yang sering dijadikan kambing hitam adalah emak-emak. Saya sangat tidak setuju kalau netijen sering memojokkan emak-emak dalam berkendara, terutama penggunaan sein. Karena tidak semuanya dilakukan oleh emak-emak.

Belum lama ini saya mendapati seorang pemuda mengendarai motor, menyalakan lampu sein kiri tetapi belok ke kanan. Saya posisi di belakang tentu saja mengerem motor agar tidak terjadi tabrakan. Jadi kelakuan ini tidak hanya dilakukan oleh emak-emak saja, tetapi siapapun. 

Jadi kalau mau belok, selalu pastikan lampu sein dan arah belok kendaraan serasi. Seringkali kecelakaan kendaraan terjadi karena kesalahan dalam menggunakan lampu sein. Mau belok kiri tetapi menyalakan lampu sein kanan atau sebaliknya.