Orang tua merupaka dunia bagi sang anak dan merupakan hal paling berharga di kehidupan anaknya. Orang tua memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pertumbuhan anak. Seorang anak pasti akan selalu ingin membahagiakan kedua orang tuanya. Boleh nggak sih orang tua memiliki ekspektasi yang tinggi kepada anaknya?

Munculnya ekspektasi ini tidak dapat dihindarkan dari diri seseorang. Anak merupakan harta yang berharga yang dimiliki kedua orang tuanya. Pastinya orang tua juga menginginkan yang terbaik bagi anaknya dalam segala bidang dan juga masa depan sang anak.

Ekspektasi ini timbul karena orang tua menginginkan yang terbaik bagi masa depan anaknya. Orang tua selalu ingin anaknya berada di level yang sama dengan mereka, tetapi mereka akan lebih bangga jika anaknya dapat melewati level orang tuanya. Setiap anak pasti akan berusaha sekuat mungkin untuk dapat menggapai ekspektasi kedua orang tuanya.

Terdapat beberapa ekspektasi yang biasanya diinginkan sebagian besar orang tua. Contohnya seperti anak harus masuk jurusan yang diinginkan orang tua, anak harus lulus dengan predikat cumlaude, anak harus menjadi orang yang sangat sukses, dan lain sebagainya. Beberapa contoh di atas adalah beberapa ekspektasi orang tua yang sangat sering terjadi di sekitar kita.

Perbedaan generasi antara anak dan orang tua membuat perbedaan dalam pemikiran keduanya. Ego orang tua untuk memaksakan anaknya mewujudkan ekspektasinya akan menjadi hancurnya jati diri anaknya. Memaksakan anak untuk mewujudkan ekspektasi orang tua juga akan membuat hubungan keluarga menjadi renggang dan anak menjadi tertutup kepada kedua orang tuanya.

Ekspektasi orang tua yang terlalu tinggi ini sesungguhnya membuat anak terbebani, baik membebani pikiran dan dihati. Sebenarnya seorang anak akan selalu cemas karena takut tidak bisa mewujudkan ekspektasi kedua orang tuanya. Anak juga akan merasa tidak nyaman dan sangat dilema.

Setiap anak memiliki minat dan bakat yang berbeda-beda. Terkadang minat dan bakat anak jauh tidak sesuai dengan ekspektasi orang tuanya. Perbedaan minat dan bakat yang dimiliki anak terhadap ekspektasi orang tua akan menyebabkan minat dan bakat anak tidak terasah dan semakin terpendam karena tertutup dengan ekspektasi orang tuanya.

Terkadang orang tua mempersiapkan anak untuk mencapai ekspektasinya sedari kecil. Orang tua lupa bahwa masa kecil anak adalah masa-masa emas mereka. Fokusnya orang tua pada ekspektasinya dapat membuat anak kehilangan masa kecilnya, terutama kehilangan banyak waktu bermainnya.

Ekspektasi orang tua yang tinggi dan berlebihan dapat membuat anak menjadi stres. Seorang anak akan merasa stres apabila merasa tertekan dan tidak sanggup untuk mewujudkan ekspektasi kedua orang tuanya. Bayangan kegagalan akan selalu muncul pada pikirannya dan ketakutan jika tidak bisa membanggakan orang tuanya. 

Anak akan selalu berusaha untuk mewujudkan keinginan dari orang tuanya, tetapi tidak semua yang orang tua inginkan dapat diwujudkan oleh sang anak. Akibatnya anak akan merasa gagal, kecewa, sedih, dan malu kepada orang tuanya. Hal tersebut merupakan efek kegagalan meraih ekspektasi dari orang tua.

Pemberian ekspektasi yang tinggi dan berlebihan dari orang tua kepada anaknya membuat banyak dampak negatif bagi kesehatan dan kesehatan mental sang anak. Anak juga terkadang memiliki perbedaan pola pemikiran dengan orang tuanya yang menyebabkan anak merasa terkurung di dalam ekspektasi kedua orang tuanya. Anak yang tidak dapat menggapai ekspektasi orang tuanya juga akan merasa rendah diri.

Orang tua harus mengetahui bagaimana kemampuan anak, minat bakat anak, dan kondisi anaknya. Pengetahuan mengenai hal-hal tersebut dapat membuat orang tua menyesuaikan ekspektasi dengan kemampuan yang dimiliki oleh anaknya. 

Hal tersebut membuat seimbangnya antara ekspektasi orang tua dan pemikiran serta keinginan sang anak. Kemampuan dan minat bakat anak yang sejalan dengan ekspektasi orang tua membuat anak tidak akan terbebani dan tertekan dalam menggapainya.

Ekspektasi orang tua yang baik yaitu ekspektasi yang disesuaikan dengan minat bakat, kondisi, dan keinginan anak. Komunikasi dengan anak merupakan suatu kunci utama antara orang tua dan anak untuk berdiskusi mengenai masa depan anaknya sehingga tidak terjadi ekspektasi yang menjadi beban anak. 

Sesuainya ekspektasi orang tua dan keinginan anak ini merupakan hal yang sangat berarti bagi anak. Dukungan orang tua dalam segala proses yang dilalui anak untuk menggapai masa depannya adalah hal yang sangat diinginkan dan diimpikan oleh semua anak. 

Sudah seharusnya orang tua membimbing anaknya untuk mencapai masa depan yang cemerlang. Sebagai orang tua sangat diperbolehkan untuk berekspektasi kepada anaknya karena ekspektasi yang diberikan orang tua juga demi kebaikan anaknya dimasa yang akan datang. Sebagai orang tua harus dapat bijak dalam menentukan ekspektasi kepada anaknya dan tidak boleh untuk mementingkan ego mereka saja karena anak bukanlah suatu mesin untuk mewujudkan ekspektasinya.