Tindak kekerasan pada saat ini sangat banyak dilakukan. Kekerasan nya dapat berupa verbal dan non verbal. Indonesia merupakan salah satu negara yang tingkat kekerasannya lumayan tinggi. 

Kekerasan verbal sering kali terjadi di negara ini seperti catcalling, banyak sekali orang yang mendapatkan kekerasan secara verbal ini. Apakah kalian tau mengenai kekerasan verbal ini?.

Manusia merupakan makhluk sosial yang berarti bahwa manusia sebagai warga masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri dan mencukupi kebutuhannya sendiri. Manusia tidak akan bisa hidup sebagai manusia apabila tidak berada di tengah-tengah manusia. 

Meski seorang manusia memiliki kekayaan dan kedudukan ia akan tetap membutuhkan manusia lain dalam kehidupannya. Dapat dikatakan bahwa sejak lahir, manusia sudah disebut sebagai makhluk sosial.

Sebagai makhluk sosial, keseharian manusia tentunya berkaitan erat dengan interaksi sesama antar satu individu dengan individu lainnya atau antar satu individu dengan kelompok ataupun antar satu kelompok dengan kelompok lainnya. 

Dalam berinteraksi manusia cendrung untuk melakukan kegiatan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Komunikasi adalah proses yang dilakukan individu untuk menyampaikan pesan terhadap individu lainnya. 

Hal ini dilakukan karena individu tersebut memiliki tujuan untuk memberikan informasi, mengubah sikap, pendapat atau perilaku dari individu tersebut.             

Adapun penyampaian pesan tersebut dapat dilakukan secara lisan (secara langsung) maupun melalui media (secara tidak langsung).

Terdapat beberapa aksioma komunikasi yang berkembang dalam penelitian salah satunya adalah komunikasi adalah perilaku individu. 

Dalam aksioma komunikasi tersebut, komunikasi merupakan rangkaian dorongan verbal maupun non-verbal, yang menghasilkan tanggapan secara paralel.

Komunikasi mencerminkan tingkah laku individu yang didorong oleh rangsangan-rangsangan yang dapat menimbulkan hubungan perilaku reaktif berdasarkan karakter mekanistis. 

Tanggapan terhadap rangsangan, diperkuat dengan feedback yang positif maupun negatif terhadap perilaku kondisi yang sesungguhnya diharapkan.

Dalam berkomunikasi terdapat beberapa kesalahan saat berkomunikasi yang bahkan melanggar HAM yang ada pada manusia.   

Catcalling diartikan sebagai penggunaan kata-kata yang tidak senonoh, ekspresi secara verbal dan juga ekspresi non-verbal yang kejadiannya terjadi di tempat publik, contohnya: di jalan raya, di trotoar, dan perhentian bus.

Secara verbal, catcalling biasanya dilakukan melalui siulan atau komentar mengenai penampilan dari seorang wanita. Ekspresi nonverbal juga termasuk lirikan atau gestur fisik yang bertindak untuk memberikan penilaian terhadap penampilan seorang wanita.

Siulan, dipanggil dengan sebutan “sayang”, “gek”, “ganteng” atau “cantik” oleh orang yang tidak dikenal, komentar yang tidak diinginkan, seperti “mau kemana cantik? mau ditemenin, nggak?”, “jangan galak-galak nanti dicium ya!”.     

Diamati tubuhnya oleh orang asing hingga rabaan yang tidak diharapkan merupakan kejadian yang memunculkan rasa tidak aman, yang sering ditemui tapi luput dari perhatian.

Secara teoritis HAM adalah hak yang melekat pada diri manusia yang bersifat kodrati dan fundamental sebagai suatu anugerah Allah yang harus dihormati, dijaga dan dilindungi.

Hakekat HAM sendiri adalah merupakan upaya menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui aksi keseimbangan antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umuum.                                                                       

Begitu pula upaya menghormati, melindungi dan menjunjung tinggi HAM menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama antara invididu, pemerintah (aparatur pemerintah baik sipil maupun militer) dan negara.

HAM diperoleh dari penciptanya yaitu Tuhan Yang Maha Esa, merupakan hak yang tidak dapat diabaikan sebagai manusia, ia makhluk Tuhan yang mempunyai yang tinggi.                                                                                                    

HAM ada dan melekat pada setiap manusia, oleh karena itu bersifat universal, artinya berlaku dimana saja dan untuk siapa saja serta tidak dapat diambil oleh siapapun. 

Hak ini dibutuhkan manusia selain untuk melindungi diri dan martabat kemanusiaannya juga digunakan sebagai landasan moral dalam bergaul atau berhubungan dengan sesama manusia.

Merujuk pada pengertian pelecehan seksual diatas ini, maka catcalling dapat dikategorikan sebagai suatu tindak pelecehan seksual secara verbal. 

Yang dimana catcalling adalah kondisi ketika perhatian yang tidak diinginkan diberikan kepada seseorang oleh orang lain dengan cara bersiul atau membuat komentar yang tidak pantas sebagai tanggapan ketertarikan seksual kepada penerima perhatian.           

Catcalling adalah sebuah istilah yang merujuk pada suatu bentuk verbal yaitu seperti siulan atau komentar yang bertujuan untuk mencari perhatian namun dengan memberikan perhatian kepada atribut-atribut seksual tertentu sehingga perbuatan ini termasuk dalam kategori pelecehan seksual.                                

Catcalling diidentifikasikan sebagai penggunaan kata-kata yang tidak senonoh, ekspresi secara verbal dan juga ekspresi non-verbal yang kejadiannya terjadi di tempat publik, contohnya: di jalan raya, di trotoar, dan perhentian bus.

Pendapat demikian sangat bertolak belakang dengan kenyataan karena gerakan-gerakan anti catcalling bermunculan di seluruh penjuru dunia dan banyak korban mulai menceritakan hal tersebut, baik di media sosial ataupun di dunia nyata, dengan luapan emosi bercampur rasa takut.

Untuk mengatasi hal tersebut kembali lagi pada kesadaran pelaku mengenai catcalling itu sendiri, karena sama seperti anak kecil yang tidak mengetahui bahwa itu salah, maka ia tetap akan melakukannya.

Pelaku cenderung tidak mengetahui tindakan catcalling itu merupakan pelecehan, bukan hanya pelaku tapi banyak korban yang tidak tahu, oleh karenanya perlunya edukasi yang luas agar lebih banyak orang yang tahu dan mengerti.       

Meskipun sebagian besar koresponden tidak senang terhadap kejadian catcalling, sangat disayangkan masih ada yang berpendapat catcalling merupakan sesuatu yang biasa saja dan hanya candaan.

“Tugas maha besar generasi kita adalah mewariskan toleransi bukan kekerasan.” – Ridwan Kamil