Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U – 19 besutan Indra Sjafri dinobatkan sebagai Tim peraih gelar juara Piala AFF  Cup 2013 untuk pertama kalinya bagi Indonesia usai mengalahkan Vietnam lewat drama adu penalti dengan skor 7- 6 untuk kemenangan Indonesia.

Lewat perjuangan yang keras, kerja sama yang apik, dan kedisiplinan yang tinggi para pemain menjadi penentu keberhasilan Evan Dimas, dkk meraih gelar juara Piala AFF Cup 2013. Selain itu, kejelian Sang kapten Evan Dimas dalam memimpin rekan – rekannya di lapangan turut menjadi penentu keberhasilan mereka dalam meraih gelar juara.

Keberhasilan Tim Garuda Muda U – 19 tidak hanya mencatatkan sejarah sebagai peraih Gelar Juara Piala AFF Cup 2013, tetapi juga dapat mengangkat citra sepak bola Indonesia di kancah dunia setelah dalam 22 tahun terakhir vakum juara di tingkat Internasional.

Meskipun keberhasilan ini telah dirasakan sejak beberapa tahun silam tetapi hal ini masih tersimpan segar dalam benak penulis. Tentu hal ini dikarenakan atas kebanggaan sebagai masyarakat Indonesia atas prestasi gemilang yang di persembahkan oleh pemuda – pemuda Indonesia kepada Bangsanya.

*******

Keberhasilan suatu tim dalam meraih suatu tujuan bersama, bukan hanya dalam permainan sepak bola yang memenangkan pertandingan tetapi juga dapat dirasakan dalam kegiatan politik. Berbicara mengenai politik tentunya bukan lagi hal yang asing di masyarakat terutama di kalangan pemuda Indonesia.

Kegiatan politik sudah dikenal bahkan sudah dipraktekkan oleh kalangan pemuda pada masa perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Kegiatan politik saat itu bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran nasional masyarakat Indonesia terutama di kalangan pemuda sendiri pada saat itu.

Bukti nyata hasil dari kegiatan politik di kalangan pemuda saat itu yakni berdirinya organisasi pemuda Budi Utomo sebagai pelopor kebangkitan nasional. Selain itu, pada tanggal 28 Oktober 1928 para pemuda berhasil menyelenggarakan Kongres Pemuda yang menghasilkan suatu pernyataan yang disebut “ Ikrar Sumpah Pemuda “.

Sumpah pemuda yang diikrarkan pada saat itu isinya sebagai berikut :

  1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.
  3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Ikrar Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, merupakan sebuah langkah strategis para pemuda untuk menyatukan seluruh pemuda Indonesia pada saat itu. Hal ini menjadi bukti nyata atas peranan pemuda yang sangat besar dalam pembangunan bangsa ini.

Melihat sejarah pemuda Indonesia dari masa perebutan kemerdekaan dari tangan penjajah  hingga sekarang ini, maka sebagai generasi muda Indonesia harus mampu meneruskan perjuangan sebagai pemuda yang memiliki identitas diri yakni gemilang, cerdas, kritis dan kreatif.

Namun pada kenyataannya pemuda saat ini tidak jarang hanya mencemooh dan mengkritisi bangsa Indonesia. Hal yang demikian bukanlah pemuda sebagai Agent of Change ( Agent Perubahan ) karena tidak melakukan tindakan yang bisa memperbaiki bangsa ini menuju “ Indonesia maju, adil dan sejahtera “.

Lalu bagaimanakah seharusnya pemuda berperan sebagai Agent of Change ( agen perubahan ) ? Apa yang seharusnya dilakukan oleh pemuda Indonesia sebagai Agent of Change ( agen perubahan) terhadap bangsa ini ?  Hal pertama yang harus dilakukan oleh pemuda Indonesia ialah menumbuhkan dan mengembangkan sikap solidaritas dalam dirinya.

Kata solidaritas yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai sifat ( perasaan ) solider, sifat satu rasa ( senasib ), perasaan setia kawan : - antara sesama anggota sangat diperlukan. Solidaritas juga dapat didefinisikan sebagai perasaan atau ungkapan dalam sebuah kelompok yang dibentuk oleh kepentingan bersama.

Dengan adanya rasa solidaritas dalam diri Pemuda Indonesia yakni adanya sifat atau rasa kepentingan bersama, satu rasa ( senasib dan sepenanggungan ), maka dengan sendirinya pemuda – pemuda Indonesia akan dapat mengerti dan memahami persoalan – persoalan yang dihadapi bangsanya.

Pemuda harus berada di garda terdepan dalam melakukan perubahan – perubahan. Selain itu, pemuda dituntut untuk bahu membahu bersama rakyat dalam upaya membangun kesejahteraan rakyat. Pemuda adalah inspirator perubahan, karena dimana ada perubahan di situ pasti ada pemuda.

Pesta demokrasi akan kembali digelar pada tahun 2019 yang akan datang. Hal ini dapat menjadi momentum bagi generasi muda Indonesia untuk menjadi Agent of Change terhadap sistem politik bangsa yang terjadi selama ini. Salah satu di antaranya yakni adanya praktek Money Politic yang ikut meramaikan pesta demokrasi di Indonesia.

Hal inilah yang menjadi beban bagi generasi muda sebagai pelaku perubahan untuk memangkas habis praktek Money Politic  tersebut dan merubahnya menjadi politik jujur dan adil. Tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan, asal kita mau memanfaatkan kesempatan yang ada maka semuanya bukanlah hal yang mustahil.

Selain itu, apabila ada rasa solidaritas dalam diri pemuda dan semangat yang membara untuk melakukan perubahan – perubahan menuju Indonesia maju, adil dan sejahtera maka yakinlah semuanya dapat ditaklukkan. Rasa solidaritas akan menyatukan pemuda Indonesia dari latar belakang yang berbeda – beda untuk satu rasa melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Saatnya kaum muda kembali menunjukkan perannya sebagai pemuda cemerlang, cerdas, kritis dan kreatif. Selain itu, pemuda harus mampu menempatkan diri sebagai agen sekaligus pemimpin perubahan. Pemuda harus bersatu dalam kepentingan yang sama untuk suatu kemajuan dan perubahan bersama.

Pemuda harus menjadi aktor utama untuk terwujudnya demokrasi politik yang sebenarnya. Peran pemuda akan lebih lengkap apabila pemuda mampu menjaga komitmen dan konsistensi dirinya dengan menyatunya antara perkataan dan perbuatan. Mereka harus berani mengatakan apa yang seharusnya benar dan apa yang salah, dan mereka akan bertindak atas dasar kebenaran itu.

Menyaksikan Tim Nasional Garuda Muda U – 19 mengangkat trofi sebagai tanda atas keberhasilan mereka menjuarai Piala AFF Cup 2013 silam, menjadi bukti sejarah bahwa pemuda Indonesia tidak pernah berhenti memberikan bakti dan karya terhadap bangsa ini.

Timnas Garuda Muda U–19 telah berhasil mengharumkan nama Bangsa Indonesia. Hal ini akan menjadi dorongan dan motivasi bagi pemuda Indonesia yang lain untuk ikut serta mengharumkan nama bangsa Indonesia melalui pembaruan sistem politik menuju Indonesia Maju, Adil dan Sejahtera. Siapa lagi kalau bukan kita, kapan lagi kalau bukan sekarang. #LombaEsaiPolitik