Karyawan
2 bulan lalu · 185 view · 4 min baca menit baca · Olahraga 82363_14202.jpg
Bleacher Report

Tim Inggris Hancurkan Dominasi Spanyol di Eropa

Putus sudah dominasi tim-tim Spanyol di persepakbolaan Eropa. Di Liga Champion, Barcelona menjadi tim Spanyol terakhir yang harus menelan pil pahit di kompetisi paling bergengsi di Benua Biru tersebut, setelah secara dramatis kalah dari Liverpool dengan skor mencolok 4-0. 

Padahal sebelumnya Barca sudah unggul 3-0 dan tak ada yang mengira mereka akhirnya remuk redam di Anfield. Mereka kalah secara aggregat 4-3. Liverpool pun melangkah ke final.

Valencia menjadi tim Spanyol pertama yang harus tersingkir dari perhelatan Liga Champions musim ini. Finish di posisi ketiga group H di bawah Manchester United dan Juventus, Valencia harus rela "turun kasta" ke kompetisi Europa League. Dan akhirnya mereka pun harus tersingkir dari kompetisi tersebut setelah kalah dari Arsenal. 

Alih-alih melakukan comeback seperti yang terjadi di Liga Champions, Valencia justru tersungkur dengan skor 4-2 dari tim meriam London di markas mereka, Stadion Mestalla. Hattrick Piere Emrick Aubameyang serta tambahan satu goal dari Lacazette mengubur harapan mereka untuk melangkah ke partai final Europa League tahun ini.

Real Madrid yang 3 musim terakhir yang begitu dominan di Liga Champions karena selalu keluar sebagai juara harus menjadi tim Spanyol yang tersingkir lebih dulu di fase gugur. Secara menyakitkan, mereka disingkirkan oleh para pemain muda Ajax yang akhirnya mencapai babak semifinal sebelum akhirnya dikandaskan oleh Totenham Hotspurs melalui comeback sensasional. 


Berbekal kemenangan 1-2 di Johan Cruyff Arena, ternyata tidak bisa dimaksimalkan oleh Los Blancos untuk menjejak babak perempat final. Pahit bagi mereka, Ajax justru tampil trengginas di Santiago Barnebeu dengan menggasak anak asuh Santiago Solari (pelatih Real Madrid pada saat itu) dengan skor 1-4. Ajax lolos ke babak perempat final dengan aggregat 5-3.

Atletico Madrid tak kalah nahas nasibnya. Setelah mengantongi modal kemenangan 2-0 di Wanda Metroplitano, anak asuh Diego Simeone harus rela angkat koper setelah didepak Juventus di babak perempat final melalui hattrick Cristiano Ronaldo di Allianz Stadium. Sangat disayangkan memang, karena final tahun ini akan diadakan di Stadion kebanggaan mereka tersebut.

Melihat performa tim-tim Spanyol di kompetisi antarklub Eropa ini sebetulnya tidak buruk-buruk amat. Hanya Real Madrid saja yang memang musim ini begitu hancur-hancuran. Pergantian pelatih dari Zidane ke Lopetegui dan kepergian Ronaldo ke Juventus dianggap sebagai penyebab buruknya performa Madrid musim ini. 

Tak hanya di Liga Champions, di liga domestik pun Madrid performa Madrid tak stabil bahkan cenderung menurun tajam dibanding musim lalu. Sempat sedikit membaik ketika dilatih oleh Santiago Solari, namun performa mereka kembali memburuk hingga harus kembali memanggil Zidane.

Barcelona, hingga kompetisi ini tinggal menyisakan 4 tim di babak semifinal, sebetulnya menjadi unggulan teratas untuk memenangi gelar Liga Champions keenamnya musim ini. Bahkan ketika mereka sudah membukukan kemenangan telak 3-0 dari Liverpool di Camp Nou pada Leg I babak semifinal. Tak ada yang menyangka pada akhirnya mereka kandas setelah pasukan Juergen Klopp melakukan comeback gemilang.

Sejak 2014 lalu, Liga Champions dan Europa League memang hanya didominasi oleh tim-tim asal Spanyol. Di 5 musim terakhir liga Champions, hanya ada nama Real Madrid (2014, 2016, 2017, 2018) dan Barcelona (2015) sebagai juaranya. 

Begitu pula dengan Europa League. Hanya sempat "diselingi" oleh Manchester United pada tahun 2017. Sisanya Sevilla (2014, 2015, 2016) dan Atletico Madrid (2018) berjaya di kompetisi tersebut. Pun berlanjut pada Piala Super Eropa. 

Bahkan untuk Piala Super Eropa, dalam rentang waktu 8 tahun terakhir sejak 2010, tim-tim asal Spanyol bergantian meraih tropi tersebut. Hanya Bayern Munchen yang sekali sempat menjadi juara pada tahun 2013 pada pertandingan yang mempertemukan juara Liga Champions dan Europa League tersebut. 


Namun, pada leg kedua semifinal Liga Champion dan Europa League, akhirnya berakhir sudah rangkaian kedigdayaan tim-tim Spanyol tersebut. Dan musim ini bergantian tim-tim dari Inggris menguasai jagat sepak bola Eropa. Tak ada Barcelona, tidak ada Real Madrid di Final Liga Champions musim ini. Tidak ada pula nama Atletico Madrid, Sevilla, atau Valencia di final Europa League.

Musim ini, sepak bola seperti kembali ke rumahnya. Seperti yang didengungkan para pendukung Timnas Inggris pada Piala Dunia 2018 lalu, Football is coming home. Tropi Liga Champions, Europa League, dan piala Super Eropa dipastikan akan mendarat ke daratan Britania musim ini, setelah setengah dekade berada di Tanah Matador. 

Liverpool, Totenham Hotspurs, Chelsea, dan Arsenal akan saling berhadapan untuk membuktikan siapa yang paling layak menjadi jawara Eropa musim ini.

Sepak bola Inggris memang meningkat pesat beberapa tahun terakhir ini. Walaupun baru tahun ini mereka baru bisa mematahkan dominasi Spanyol. 

Liverpool musim lalu juga berhasil melenggang ke final Liga Champion menghadapi Real Madrid. Di musim sebelumnya, mereka juga berhasil melangkah sampai final Europa League menghadapi Sevilla. Meski pada akhirnya hanya menjadi runner-up di kedua final tersebut.

Menarik untuk kita lihat sejauh mana kejayaan tim-tim Inggris di persepakbolaan Eropa. Akankah mereka melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan para wakil-wakil dari Spanyol, yaitu mendominasi dalam kurun waktu yang cukup lama? Atau hanya di musim ini saja mereka berjaya?


Dan yang tak kalah penting adalah semoga kebangkitan tim-tim Inggris ini bisa menular ke tim nasional mereka. Mengingat di final kompetisi Eropa kali ini akan banyak pula pemain-pemain tim nasional Inggris yang akan bermain di sana. Setidaknya ada Delle Alli, Kieran Trippier di Totenham Hotspurs. James Milner, Alex-Oxlade Chamberlain, Daniel Sturridge, dan Adam Lallana di Liverpool. Robert Loftus-Check dan Danny Drinkwater di Chelsea. 

Tapi sayangnya kita masih harus berharap untuk bisa melihat penampilan Hary Kane di final nanti. Karena saat ini Kane masih dalam masa penyembuhan cederanya.

Artikel Terkait