Siapa sih sekarang yang tidak kenal TikTok ? Sepertinya seluruh dunia pun tau aplikasi paling fenomenal saat ini.

Aplikasi TikTok ini namanya makin melambung di tengah pandemi dan kini bak fenomena baru dalam kehidupan masyarakat di berbagai kalangan yang menjangkau hampir di seluruh dunia (wah!). Sampai saat ini, TikTok sudah tersedia di 154 negara, termasuk di Indonesia loh. TikTok membuat perubahan besar yang mengubah dunia di tahun 2020 dan penyebarannya yang kilat banget kaya virus aja yaa wkwk.

Kalian tau ga TikTok itu dari mana ?

TikTok merupakan salah satu platform media sosial video pendek asal Tiongkok dilengkapi dengan fitur-fitur khusus yang dapat memanjakan pengguna TikTok untuk menjadi lebih kreatif. Aplikasi ini sangat memudahkan kita untuk mendapatkan informasi atau sekedar untuk hiburan dari seluruh dunia loh, keren banget kan.

Sekarang tau ga siapa aja pengguna TikTok ?

TikTok diketahui sangat populer di kalangan remaja, terutama pada generasi Z (hayoo kalian para genZ bener ga nih). Menurut laporan Global Web Index, sebanyak 41% pengguna TikTok berusia antara 16-24 tahun dan 60% diantaranya merupakan pengguna perempuan. 

Hingga April 2020, TikTok diketahui telah diunduh sebanyak lebih dari 2 miliar kali dan terus meningkat hingga saat ini. Namun seiring berjalannya waktu, pengguna TikTok kini telah berkembang dari anak-anak menjadi orang dewasa berusia 45 tahun (orangtua pun pada main TikTok ya ternyata hehe).

Kok bisa sih TikTok jadi begitu menarik?

Bisa jadi karena aplikasi video ini kan tidak hanya menyediakan fitur khusus seperti filter dan efek yang menarik, tapi TikTok  juga dilengkapi dengan fitur musik latar dari berbagai artis populer favorite kalian (ya kan? Ehe). Selain itu, aplikasi ini mudah dijangkau dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

TikTok juga dapat digunakan sebagai ekspresi publik dan juga sebagai sarana melatih kreativitas yang membuatnya makin populer nih di Indonesia. Cuma pakai hp aja, pengguna dapat membuat video di TikTok tanpa menggunakan peralatan yang rumit. Bahkan, ga perlu pakai aplikasi edit video tambahan lagi, pengguna sudah bisa membuat konten sendiri dengan semua fitur yang sudah tersedia (gampang banget kan?).

Meskipun sekarang beberapa negara mulai melakukan pertimbangan untuk membatasi penggunaan aplikasi TikTok, tetapi bukan berarti semua orang setuju dengan pendapat tersebut loh. Melihat di Indonesia sendiri, saat ini penggunaan TikTok masih banyak banget digemari oleh masyarakat dalam berbagai kalangan di balik pro dan kontranya.

Ditambah lagi sekarang banyak banget selebriti termasuk aktor, aktris, dan juga selebgram Indonesia yang juga ikut meramaikan aplikasi ini dengan membuat dan mengunggah video TikTok mereka ke akun media sosialnya. Semakin banyak membuat video TikTok, maka semakin digemari generasi milenial Indonesia. Hal ini menjadi salah satu pemicu banyak orang yang tertarik untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi TikTok untuk melihat video idola mereka (diantara kalian pasti ada yang kaya gitu kan?)

Selain itu, Tiktok juga memiliki dampak yang buruk loh untuk penggunanya terutama bagi anak-anak jika digunakan secara berlebihan. Anak-anak menjadi lupa asiknya bermain bersama teman-teman. Hal ini dapat menghambat proses tumbuh kembang dan kemampuan bersosialisasi terhadap dunia sekitar.

TikTok sendiri sebenarnya mempunyai batas usia minimal 16 tahun untuk penggunanya. Tapi seperti yang banyak kita temui sekarang banyak banget kan  anak dibawah umur yang aktif menggunakan TikTok? Padalah terlalu sering bermain TikTok juga dapat membuat anak lupa waktu dan dapat mengganggu waktu tidur anak loh.

Dampak lain yang muncul adalah maraknya cyber bullying pada anak dibawah umur. Karena adanya kemudahan fitur komentar pada konten video TikTok, banyak orang yang tidak bertanggung jawab melakukan cyber bullying melalui penghinaan fisik dan hasutan tanpa pandang umur, serem banget ya. Padahal Cyber bullying sangat beresiko terhadap kesehatan mental dan psikologis anak. Tak jarang mereka akan mengalami stress berlebih, ketakutan yang berlebihan, hingga kecemasan yang tak kunjung hilang.

Dan dampak terakhir yang dapat mempengaruhi perilaku anak adalah banyaknya konten dewasa yang tidak seharusnya mereka nikmati. Banyak kreator TikTok yang menampilkan tarian eksotis dengan menggunakan pakaian yang tidak pantas untuk dilihat oleh anak dibawah umur. Sangat disayangkan sekali ya mengingat kebijakan TikTok tentang pembatasan video untuk anak dibawah umur tidak terlalu ketat.

Disinilah peran orang tua sangat dibutuhkan untuk selalu mendampingi anaknya saat bermain TikTok. Dengan pengawasan orang tua akan mengurangi peluang mereka untuk melihat konten yang seharusnya tidak mereka lihat. Ini juga bisa jadi faktor pendukung bagi anak-anak agar mereka tetap bisa mengkonsumsi sesuatu yang bermanfaat dan akan memperkecil peluang mereka untuk meniru hal-hal yang tidak terpuji di media sosial nih

Orang tua wajib memberikan pengawasan dan mengingatkan pada anak akan pentingnya sosialisasi terhadap lingkungan sekitar, karena kita semua merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri.

Sekarang jaman sudah berubah. Kemajuan teknologi dan informasi makin pesat, maka penggunaan teknologi secara berlebihan pasti akan berdampak negatif, karena segala hal yang berlebihan tidak baik kan? Semoga pihak TikTok memperketat pembatasan konten untuk anak-anak dibawah umur, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.