Di ruang pemeriksaan duduklah beberapa laki-laki yang gagah tinggi besar. Tinggi mereka melebihi rata-rata lelaki Indonesia, sekitar 175 cm-an ke atas lah.

 Mereka adalah petugas pemadam kebakaran yang datang ke Puskesmas untuk meminta surat keterangan sehat demi memperpanjang kontrak dengan Unit Pemadam Kebakaran Kota Magelang.

Diluar dugaan saya, hampir semua anggotanya ternyata memiliki tensi yang tinggi. Tidak main-main tensinya sekitar 170/100-an, padahal usia mereka baru 20-30 tahunan. Tensi normal untuk usia segitu adalah <120/80mmHg.

Kegemukan?  Jelas tidak!   Merokok?  Ya, mereka merokok. Tapi usia mereka masih muda sekali, itulah yang  menggelitik saya untuk kepo tentang pekerjaan mereka.

Usut punya usut shift kerja mereka adalah sehari piket selama 24 jam dan dua hari libur total. Saya tanyakan apakah mereka sempat tidur ketika turun piket, mereka jawabnya,“tidak bisa Dok, susah, sudah terbawa kebiasaan ketika harus kerja 24 jam, lagian saya pengen main juga sama teman-teman.”

Banyak penelitian mengkaitkan antara kekurangan tidur dengan tensi yang tinggi. Dampak dari Tensi yang tinggi di masa muda jelas sangat merugikan bonus demografi yang kita miliki saat ini. 

Gangguan tidur macamnya banyak sekali. Di luar negeri ilmu kedokteran untuk mengatasi masalah tidur ini sudah berdiri sendiri, sementara di Indonesia masih embrio mungkin ya.

Baiklah mari kita cari literasi dari Amazon untuk masalah tidur ini. Mata saya menangkap sebuah buku yang tampaknya menarik yaitu “How To Sleep Well: The Science of Sleeping Smarter, Living Better and Being Productive”yang ditulis oleh DR. Neil Stanley.

Dia adalah seorang peneliti tentang tidur sejak tahun 1982. Selain itu beliau merupakan co-author dari Guideliness for sleep medicine education.

Dari buku ini saya berharap ada suatu tips ajaib supaya saya yang hanya bisa tidur 6 jam sehari ini bisa tidur dengan lebih banyak yaitu 7-8 jam sehari seperti yang dianjurkan Kemenkes RI dan tentunya membantu klien–klien saya untuk tidur dengan pulas.  Mari kita mulai membaca!

Di bagian prolog Neil Stanley mengatakan bahwa tidur yang dikatakan cukup oleh CDC (Unit pengendalian penyakitnya Amerika Serikat) untuk dewasa adalah 7-8 jam itu hanyalah mitos belaka. Masing-masing orang mempunyai kebutuhan tidurnya masing-masing dan ini ditentukan oleh genetik.  

Keterkaitan apakah orang yang mengalami kekurangan tidur dengan berbagai macam penyakit seperti hipertensi, diabetes, pikun, kanker dan yang lainnya menurutnya tidak terbukti secara sahih. 

Tidak terbukti bahwa kekurangan tidur adalah penyebab utama dari penyakit-penyakit tersebut. Penyakit tersebut lebih disebabkan karena faktor penuaan.

Menurutnya, dengan tidak mengesampingkan pernyataan diatas, kita tidak bisa menyangkal bahwa tubuh membutuhkan tidur yang nyaman untuk tetap sehat.

Proses tidur terbagi menjadi empat fase dimana setiap fase berhubungan dengan berbagai macam fungsi otak dan tubuh. Di waktu tidur itulah kita memproses segala informasi yang kita terima di siang hari untuk diolah menjadi memori ataupun ketrampilan baru yang kita pelajari.

Proses tidur yang lebih dalam lagi, yang disebut sebagai Slow Waves Sleep (SWS) adalah fase perbaikan apabila ada bagian tubuh yang rusak.  Di fase ini juga kebugaran seseorang di hari berikutnya ditentukan. Fase SWS ini sangat berperan dalam tumbuh kembang anak.

Di halaman 7 disebutkan bahwa tidur yang normal adalah antara 4-11 jam per hari, seberapa banyak yang kita butuhkan dapat diukur dengan tingkat kebugaran kita di siang harinya.  Setiap orang punya kebutuhannya masing-masing.

Menurutnya manusia adalah satu-satunya spesies yang mau mengurangi jatah tidur alaminya.  Hal ini disebabkan beberapa hal diantaranya kesenangan atau hiburan yang bisa diakses selama 24 jam.

Selain itu faktor yang membuat manusia jaman sekarang mau merelakan tidurnya adalah apalagi kalau bukan cuan! Ya!  Bisnis harus bergulir 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.

Di halaman 112, nah inilah yang kita tunggu-tunggu yaitu bagaimana caranya supaya mendapatkan tidur yang baik. Dan ternyata rahasianya cuma tiga yaitu: pikiran yang tenang, tubuh yang rileks, dan tempat tidur yang nyaman! 

Dah itu saja! Tidak ada pil ajaib atau ramuan rahasia yang membantu kita untuk tidur pulas!

Terus tips yang di artikel-artikel kesehatan itu bagaimana? Seperti yoga sebelum tidur, minum susu hangat sebelum tidur, apakah itu membantu? Jawabannya Ya!  Kalau itu membuat tubuh Anda rileks atau pikiran menjadi tenang.

Kesimpulan yang ditulis oleh penulis adalah tidur merupakan kebutuhan biologis yang telah dijalani manusia selama jutaan tahun.  Kebiasaanya selalu sama yaitu berbaring di malam hari lalu pejamkan mata. 

Dengan perubahan jaman yang kita alami sekarang, Menurut DR. Neil Stanley kemampuan kita tidur lebih kepada pilihan yang kita pilih.

Dalam buku ini DR. Neil Stanley menjelaskan dengan runtut tentang  tidur itu sendiri  berdasarkan basic ilmunya di bidang neurosains dan penelitian yang telah dilakukannya semenjak tahun 1982. Proses tidur dan berbagai gangguannya dijabarkan dengan kata-kata yang mudah dipahami oleh khalayak umum.

Penulis memberikan contoh konkrit mengenai hal-hal yang dilakukannya sendiri supaya mendapatkan tidur yang nyaman dan berkualitas.  Hal ini tentunya memudahkan bagi pembaca untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Jadi buat Anda yang merasa ada gangguan tidur, buku ini sangat layak dibaca sebagai self help sebelum Anda memutuskan untuk mencari pertolongan kepada dokter atau mengkonsumsi suplemen pembantu tidur.

Kekurangan di buku ini adalah penulis menuliskan beberapa klaim tentang tidur diantaranya adalah jumlah waktu ideal yang dibutuhkan untuk tidur yang bertentangan dengan rekomendasi CDC.  Sayang sekali penulis tidak memberikan sumber penelitiannya pada klaimnya tersebut. 

Walaupun tujuan ditulisnya buku ini adalah untuk umum, sebaiknya penulis memberikan sitasi ke penelitian yang mendukung klaimya.

Kekurangan lain dari buku ini adalah belum ada terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.  Jadi mau tidak mau Anda harus menguasai bahasa Inggris dan mungkin membuka google translate untuk membantu menerjemahkannya.

Bagi sebagian kita, tidur bukanlah hal yang perlu dipelajari. Tinggal nempel bantal lalu molor.  Tapi bagi para pemadam kebakaran yang  saya temui tadi, dimana kebiasaan mereka telah dipaksa berubah, mereka harus belajar lagi.

Bagi para budak korporat ataupun para pedagang yang harus berjualan di pasar pada jam 2 pagi, tidur nyenyak di malam hari selama 7-8 jam adalah sebuah kemewahan tersendiri.  Bukan pilihan yang dengan mudah mereka pilih demi bertahan hidup.

Nah sekarang  mari kita tutup buku ini! Pikiran kita butuh ditenangkan supaya tidur kita bisa nyenyak bukan?  Selamat malam!  Selamat tidur lelap semuanya...