Penulis
3 minggu lalu · 961 view · 3 min baca menit baca · Agama 47158_76420.jpg
Foto: Indopos

Tidak Usah Bertanya Kapan Deddy Disunat

Alhamdulillah, Deddy Corbuzier resmi menjadi mualaf, dipandu Gus Miftah mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Bbejaji, Sleman, Yogyakata (21/6/2019). 

Proses mualafnya khidmat dan ini sangat luar biasa. Saat ikrar suci itu diucapkan Deddy, ada banyak media yang menyorot: merekam dan memberitakannya. Ini wajar. Dia, kan, publik figur.

Mungkin, apa yang dilakukan Deddy ini layak disebut “mualaf of the year” kali, ya. Apalagi, kan, sebelumnya ia sempat mengumumkan di akun YouTube miliknya tentang rencana mau jadi mualaf. Jadi, ini bukan main-main. Deddy sudah menyiapkan dengan matang.

Bangganya lagi, Deddy mendapat banyak pujian dari publik. KH Said Aqil Siraj, Ketum PBNU, turut menemuinya. Dan ia mendokan Deddy. 

Bahkan yang sangat unforgettable, KH Ma’ruf Amin, yang baru saja sebagai pemenang pemilu presiden dan wakil presiden Indonesia bersama Jokowi, juga turut memberikan doanya. Sungguh istimewa. Susah kita temukan proses mualaf yang menggemparkan macam ini. Deddy memberikan yang the best kali ini.

Tetapi, ya, biasalah emak-emak ngerumpiinnya berbeda. Mereka justru bertanya-tanya, kapan Deddy disunat? Pertanyaan unik. Tapi ini kecurigaan wajar, ya. Secara, Deddy selama ini cukup famous di kalangan emak-emak. Apalagi kerap diisukan dekat dengan beberapa cewek cuantik.


Tapi, persoalannya, buat emak-emak ini, mengapa yang ditanyakan soal sunat-menyunat? Itu, kan, agak gimana gitu, ya, kalau soal itu? Apa mereka ragu sama Deddy? Deddy sudah terbukti kali kejantanannya. Dia, kan, sudah pernah menikah, dan juga sudah punya anak, namanya Azkanio Nikola Corbuzier.

Emang sih, dalam Islam itu, laki-laki harus disunat, dipotong bagian depan anunya, hingga tidak menutup bagian anunya. Maaf, saya lebih suka menggunakan kata “anu”, biar tidak vulgar, soalnya nggak berani. Dan sunat bagian dari syariat yang mesti dijalankan oleh setiap laki-laki muslim. Iya, kan?

Bahkan, kita sama-sama tahu, proses sunat bagi sebagian masyarakat dianggap suatu yang cukup sakral dan sangat penting. Mereka sampai-sampai mengadakan selamatan juga, kan? Misalnya, di Madura dan Jawa sampai mengundang masyarakat sekitar untuk turut menyaksikan prosesinya. Emak-emak pada kondangan biasanya.

Tapi kalau Deddy digituin, aduh, ya, plis! Apa iya Deddy harus ikut proses begitu sampai ngundang emak-emak juga turut menyaksikan? Emak-emak bakal nelan ludah tuh. Saya yakin begitu. Soalnya, ya begitulah. Ini rahasia lelakilah.

Jadi, menurut saya, tidak perlulah bertanya kapan Deddy disunat. Karena, kan, bisa jadi ia udah disunat, nggak harus beri pengumuman dan undang media. Jadi emak-emak nggak usah bingung tentang gimana-gimana soal sunatan Deddy. 

Kalau masih penasaran, ya liat saja punya suaminya masing-masing. Iya, kan? Kan kurang lebih bentuknya sama, mungkin ukurannya saja yang beda. Apalagi sampai tanya disunat pake apa, aduh plis deh! Nggak gitu juga kali, mak.

Nah, sekarang ini, yang penting, Deddy kan sudah mualaf. Dia sudah menjadi saudara seiman kita semua. Kita menjadi turut bertanggung jawab untuk menjaganya. Karena sebagai mualaf, tentu Deddy perlu belajar banyak tentang Islam, terutama sejarah Islam, termasuk syariat-syariat yang diwajibkan oleh Islam.

Dan jika memang Deddy ingin disunat sebagai bentuk menjalankan syariat, biarlah ia milih tempat dan mencari dokter sendiri. Kita tidak perlu ikut penasaran dan menaruh curiga yang berlebihan. Iya, kan?  


Tentunya, ini semua agar Deddy bisa menjalankan Islam dengan baik dan menjadi muslim yang sesungguhnya serta menginspirasi bagi tegakknya ajaran Islam.

Kita juga mesti mendoakan semoga Deddy menjadi muslim yang taat, dan dengan kegiatannya yang sering di depan publik dapat mejadi dakwah yang akan diganjar pahala oleh Allah. Doa kita juga semoga ia tidak buru-buru menjadi ustaz. Karena baru saja dibaiat. Biarkan Deddy belajar sebanyak-banyaknya tentang Islam.

Biarkan Deddy menjumpai para guru-guru Islam, para ulama dan kiai untuk belajar tentang Islam. Jika di kemudian hari sudah mantap ilmunya, kita berharap Deddy dapat menyebarkan kebenaran, kedamaian, pluralitas, kasih sayang, dan keindahan dalam Islam pada siapa pun. Amin.

Terakhir, saya ingin mengatakan, kita semua juga harus belajar dari apa yang dilakukan Deddy ini. Bahwa hidayah Allah itu akan datang pada siapa dan kapan saja. Kita tidak boleh lagi menjustifikasi dan mengkafir-kafirkan orang, karena bisa jadi suatu saat dia menjadi saudara seiman kita. Atau malah sebaliknya, kita sendiri yang menjadi kafir.

Kita hargai setiap pilihan orang, termasuk dalam beragama. Mari kita menjadi muslim yang baik dan memberikan teladan. Kita harus berhenti curiga-mencurigai, apalagi sesama muslim. Termasuk berhenti mencurigai soal apakah Deddy sudah disunat atau belum. Sekian.

Artikel Terkait