Pandemi Covid-19 menyebabkan perkuliahan klasikal di kelas berhenti. Aktivitas di kampus dihentikan, untuk mencegah terjadinya pengumpulan mahasiswa dalam jumlah besar. Ancaman penyebaran Covid-19 yang mudah menyebar menjadi alasan utama beragam aktivitas yang memungkinkan membentuk pengumpulan massa dicegah, salah satunya adalah pengumpulan mahasiswa di kampus.

Kuliah daring menjadi pilihan satu-satunya yang memungkinkan. Serentak dosen mengalihkan kuliahnya menjadi daring. Perkuliahan daring adalah mekanisme perkuliahan yang dilakukan tanpa tatap muka. Merujuk pada mekanisme kuliah yang dilakukan tanpa tatap muka, perkuliahan daring bisa dikategorikan sebagai pembelajaran jarak jauh.

Pembelajaran jarak jauh bukan sesuatu yang baru. Beberapa lembaga pendidikan tinggi telah mengembangkan pembelajaran jarak jauh, terutama adalah Universitas Terbuka. Universitas ini telah lama mengembangkan pembelajaran jarak jauh sebelum teknologi digital berkembang.

Sebelum era teknologi digital, media pembelajaran jarak jauh berupa buku dan modul cetak, kaset, dan video. Masing-masing media pembelajaran memiliki platform sendiri. Tentu saja untuk memanfaatkannya tidak sepraktis dengan media pembelajaran berplatform teknologi digital. 

Untuk memutar kaset, baik mendengarkan maupun merekam, dibutuhkan tape recorder. Untuk menonton media pembelajaran video, dibutuhkan video player.  Ini lebih tidak praktis lagi, karena dalam pasar video ada kompetisi antara teknologi VHS dan Betamax. 

Jika kaset videonya dalam bentuk VHS, maka perlu video player VHS. Sebaliknya jika kaset videonya Betamax, maka video player yang digunakan sebagai mesin pemutar adalah video player Betamax.

Video adalah media pembelajaran jarak jauh yang lengkap, karena bisa menyajikan konten suara, gambar, dan teks. Sebelum era digital, persaingan VHS dan Betamax menyusahkan penonton. Generasi yang mengalami era tahun 1980-an sampai dengan awal dekade 1990-an merasakan hal ini. 

Bagi mahasiswa era milenial mungkin sulit membayangkannya. Agar mudah dipahami, ukuran kaset dari masing-masing platform VHS dan Betamax berbeda, maka butuh video player yang sesuai.

Teknologi digital membuat konsumsi dan produksi video menjadi mudah. Cukup dengan perangkat telepon pintar, dosen bisa memproduksi konten video untuk pembelajaran. Penggunaan kamera profesional tentu akan menghasilkan video pembelajaran yang lebih menarik.

Dalam pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19, perkuliahan dilakukan dengan dengan dilakukan dengan blended learning. Merujuk pada Collins Dictionary, kata “blend” memiliki arti sebagai campuran, bersama untuk meningkatkan kualitas agar bertambah baik, atau formula suatu penyelarasan kombinasi atau perpaduan. Sedangkan “learning” mempunyai makna umum, yakni belajar. 

Dengan demikian, sepintas mengandung makna pola pembelajaran yang mengandung unsur percampuran, atau penggabungan antara satu pola dengan pola lainnya. Dengan demikian, yang dicampurkan adalah dua unsur utama, yaitu kegiatan pembelajaran di kelas (classroom lesson) dengan pembelajaran daring (online learning).

Persoalan blended learning yang terjadi di masa pandemi Covid-19 adalah dosen tidak menyiapkan pembelajaran selama perkuliahan satu semester dalam mekanisme blended learning. Pandemi datang dengan tiba-tiba, di saat yang bersamaan kuliah semester genap 2019/2020 di berbagai kampus belum mencapai separuh waktu pertemuan yang dirancang.

Menjadikan Kelas Daring Menjadi Menarik

Selama lima tahun terakhir saya menerapkan blended learning, dengan menggabungkan pembelajaran di kelas dan pembelajaran daring. Secara teknis, saya tidak mengalami kesulitan ketika menjalankan kuliah daring, karena cukup lama menerapkan blended learning

Berdasar pengalaman selama menggunakan metode pembelajaran ini, berikut ini adalah cara yang bisa dilakukan  agar kuliah daring menjadi menarik.

Pertama, sejak awal kuliah harus sudah dirancang peta kompetensi yang hendak dicapai dalam perkuliahan. Peta kompetensi inilah yang kemudian dikembangkan dalam materi pembelajaran, berikut media pembelajaran yang sesuai. Peta kompetensi adalah dasar dalam membuat kuliah daring yang menyenangkan bagi mahasiswa.

Kedua, bangun atmosfer komunikasi yang dua arah dengan mahasiswa dengan perspektif human relations yang kuat. Sederhananya demikian, di bagian awal kuliah daring sapa mahasiswa peserta mata kuliah. Pilihlah foto yang menarik, seperti foto saat sedang tersenyum. 

Kemudian perkenalkan diri, terutama berkaitan portofolio dosen yang berkaitan dengan mata kuliah. Atmosfer ini juga bisa dibangun dengan membuka forum diskusi dalam kuliah daring. Prinsipnya, dosen seharusnya memiliki sense of public relations untuk membangun atmosfer komunikasi dua arah.

Ketiga, gunakan media pembelajaran yang variatif dan sesuaikan dengan perilaku mahasiswa dalam konsumsi media. Video yang banyak disebut di bagian awal, bisa menjadi salah satu pilihan utama, meskipun bukan berarti bahan ajar berformat video pasti akan disukai mahasiswa. 

Ingat, dalam video pembelajaran kebanyakan, format yang digunakan adalah talking head, dimana dosen berbicara. Dalam penyiaran, talking head cenderung membosankan penonton. Jika dibuat dalam durasi panjang, kebosanan akan menghantui. Pilihannya sederhana, yaitu video pembelajaran dibuat dalam durasi pendek.

Selain video, pilihan lain adalah podcast yang sedang trend di mahasiswa. Dosen bisa membuat podcast yang kontennya materi perkuliahan. Bukan hanya dosen, mahasiswa pun bisa diminta membuat podcast agar media pembelajaran lebih variatif. 

Saya pernah meminta mahasiswa membuat podcast yang berisi buku yang mereka baca. Respon mahasiswa adalah antusiasme membuat podcast. Podcast bisa menjadi pilihan yang perlu dipertimbangkan di masa pandemi, karena tidak menguras paket data mahasiswa.

Keempat, jangan terlalu banyak tugas. Di linimasa media sosial mahasiswa mengeluhkan dosen yang terlalu banyak memberi tugas. Ini terjadi karena bisa jadi tidak ada umpan balik dari dosen kepada mahasiswa dari tugas yang diberikan. 

Daripada banyak tugas, lebih baik dibangun dialog di mana dosen melakukan koreksi pada tugas yang diberikan kepada mahasiswa. Dari koreksi yang didapatkan, mahasiswa diminta melakukan revisi. Bisa jadi banyak tugas ini karena dari awal memang tidak ada peta kompetensi perkuliahan.

Terakhir, jangan samakan kuliah di kelas dengan kuliah daring. Menjalankan kuliah melalui video conference, seperti melalui Zoom yang sedang populer, tidak sama dengan kuliah di ruang kelas. 

Sebaiknya sebelum kuliah dengan video conference, materi sudah diberikan kepada mahasiswa agar dipelajari lebih dulu. Ini akan membuat kuliah menjadi lebih efisien dan singkat. Kuliah dengan video conference dalam waktu durasi panjang akan menyedot paket data mahasiswa dan kebosanan.