Di masa pandemi sekarang ini, sudah sepatutnya kita senantiasa menjaga kesehatan tubuh. Banyak hal bisa dilakukan mulai dari banyak makan-makanan yang bergizi, minum vitamin, dan rutin berolahraga. Jangan lupa, protokol kesehatan harus diterapkan ketika keluar rumah. Apalagi bertemu dengan banyak orang. Kita tidak pernah tahu virus apa yang akan menular pada tubuh.

Manusia normal sesekali pasti pernah mengalami sakit baik sakit fisik maupun psikis. Sakit ini tentu menyebabkan antibodi menjadi turun hingga tubuh mudah terserang penyakit. Makanya, pasien yang terinfeksi Covid-19 diharapkan selalu berpikir positif dan bahagia selalu.

Sakit juga pertanda bahwa tubuh mungkin lelah dan perlu beristirahat. Memforsir pekerjaan, makan semaunya, tentu memberikan efek buruk pada kesehatan. Virus dan bakteri adalah sesuatu yang kasat mata. Demam, pusing, meriang sering menjadi tanda dan gejala dari badan yang sedang sakit. Namun, sering tidak disadari, ada perubahan pada tubuh yang dianggap biasa saja. Padahal, perubahan itu adalah tanda bila tubuh kita sedang sakit. Insomnia juga termasuk salahsatunya.

Dilansir dari laman Mayoclinic dan Mindbodygreen, yuk, kita cek sinyal pada tubuh kita jika sedang tidak sehat.

1. Kebiasaan buang air besar berubah

Setiap orang memiliki jam-jam tertentu untuk buang air besar. Biasanya, rutin pagi hari karena perubahan fisiologis dari sistem pencernaan. Perut sehat bergerak setiap kali makan. Pergerakan ini disebut dengan "refleks gastro-kolik".

Apa yang kita makan mempengaruhi proses pencernaan makanan karena usus yang sehat bergerak untuk menyaring racun dan memberi ruang bagi nutrisi baru. Bila mengalami perubahan-perubahan yang tidak biasa ketika buang air besar patut untuk dicurigai, yaitu:

• Diare atau sembelit terus menerus

• Perut mulas karena dorongan untuk buang air besar yang tidak biasa

Feses atau kotoran berdarah, berwarna hitam atau gelap tidak seperti biasanya

Perubahan kebiasaan buang air besar ini bisa jadi tanda adanya infeksi bakteri seperti salmonela atau infeksi virus maupun parasit. Kebiasaan makan-makanan yang tidak higienis juga termasuk salahsatu penyebabnya.

Segera konsultasikan dengan dokter, ya!


2. Kehilangan berat badan secara drastis

Memiliki berat badan yang ideal adalah impian banyak orang. Banyak cara dilakukan mulai diet ketat hingga olahraga berat. Apalagi saat ini banyak sekali metode diet yang viral di internet. Namun, bila tanpa melakukan apapun tiba-tiba berat badan turun drastis patut dicurigai adanya masalah pada tubuh.

Misalnya orang yang tidak memiliki berat massa tubuh (BMT) lebih dari 30, kemudian secara tiba-tiba kehilangan berat badan lebih dari 4,5 kg atau lebih dari 5 persen dari berat badan, selama 6 hingga 12 bulan terakhir, perlu untuk berkonsultasi dengan dokter. Hal ini kemungkinan termasuk penyakit hipertiroidisme, diabetes, depresi, penyakit hati, kanker, atau penyakit lain yang mengganggu tubuh menyerap nutrisi.


3. Perubahan kepribadian

Pada dasarnya, manusia memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Bila secara tiba-tiba mengalami kecemasan dan kebingungan luar biasa tidak seperti biasanya, patut untuk dicurigai. Perasaan cemas dapat terjadi akibat ketidakseimbangan hormon seks, hipertiroidisme, tumor adrenal, dan banyak lagi.

Segera konsultasikan dengan dokter bila mengalami keadaan sebagai berikut,

• Mudah berpikir yang buruk

• Kesulitan memfokuskan sesuatu

• Kesulitan mempertahankan atau mengalihkan perhatian

• Perubahan perilaku

Perubahan ini dapat disebabkan oleh banyak masalah, termasuk infeksi, gizi buruk, kondisi kesehatan mental, atau pengobatan.

Bila masih ragu atas perubahan sikap dan perilaku, kita dapat sharing dengan sahabat atau orang yang dipercaya. Kadang bertukar pikiran dapat melegakan masalah yang dihadapi. Kitapun harus tanggap bila menemukan orang terdekat kita mengalami hal ini. Biasanya orang dengan masalah kejiwaan dapat berkonsultasi pada psikolog atau psikiater.

4. Cepat kenyang setelah makan sangat sedikit

Metabolisme setiap orang berbeda-beda. Porsi makanpun juga tidak sama ada yang makan sedikit kenyang dan ada yang makan banyak belum kenyang. Hal yang patut diwaspadai adalah perasaan cepat kenyang setelah makan yang sangat sedikit tidak seperti biasanya. Biasanya disertai dengan perasaan ingin muntah, mual, perut kembung, dan penurunan berat badan.

Segera konsultasikan dengan dokter bila merasakan perasaan cepat kenyang setelah makan sangat sedikit. Kemungkinan ini adalah tanda dari penyakit gastroesophageal reflux, umumnya dikenal sebagai GERD, dan tukak lambung.


5. Sering insomnia 

Malam hari adalah waktu yang tepat untuk tidur dan beristirahat. Insomnia atau kurang tidur dapat menyebabkan kenaikan hormon kortisol. Hormon kortisol atau yang lebih sering disebut hormon stres adalah hormon steroid yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Hormon kortisol ini seharusnya turun pada malam hari sehingga tubuh dapat beristirahat dan mengisi ulang energi untuk bisa beraktifitas dihari selanjutnya.

Bila insomnia ini tidak segera diatasi maka hormon kortisol akan meningkatkan sehingga membuat tubuh akan mudah sakit. Maka benar adanya bila begadang sangat tidak dianjurkan. Jadi, lebih baik segera berkonsultasi dengan dokter ya untuk solusi terbaik.


6. Bibir pecah-pecah khususnya di sudut mulut

Bibir pecah-pecah biasanya terjadi ketika kelembaban bibir menurun. Sering terjadi ketika kita sedang berpuasa dan kurang minum air putih. Bibir pecah-pecah, juga dikenal sebagai "cheilitis". Hal ini menandakan tubuh sedang kekurangan vitamin B, terutama vitamin B12. Kekurangan vitamin B12 dapat berisiko mengalami penyakit seperti anemia.

Nah, pahami dengan baik yang perubahan-perubahan pada tubuh kita masing-masing. Bila mengalami sesuatu yang tidak biasa segera berkonsultasi dengan dokter atau ahlinya. Melakukan check-up rutin sekali setiap bulan juga sangat dianjurkan. Ini untuk memastikan bahwa tubuh kita baik-baik saja. Mencegah lebih baik lho daripada mengobati. Salam sehat selalu!