Wartawan
2 tahun lalu · 78 view · 29 sec baca menit baca · Puisi index_20.jpg
https://www.google.co.id/search?q=rakyat+jelata&biw=1280&bih=641&source=lnms&tbm=isch&sa=X&sqi=2&ved=0ahUKEwiK0pSCqIbPAhVEqJQKHVJYCeYQ_AUIBigB#imgrc=3UUI5AqpoNp-0M%3A

Tiada Berkesudahan

Para kaum bersofa

Bersama angin gelap pada diri menaungi alam

Dari waktu ke waktu

Kertas rupiah penyegar dahaga

Anak Manusia harus ditindas

Rupiah di kemukakan

Demi meraih gelar Dibangku terhormat

Juga sebatang rokok

Dia yang lemah suara

Menyembeli pada mulut penyecoh

Demi mengeberangi diri

Hukum tak lagi ada hukum

Baginya hidup adalah selewenkan

Hak hidup orang lain

Akankan!!

Alam akan bersaksi

Manusia mengakuh seadil-adilnya

Sungguh Semua membisu di lorong gelap

Hukum tak lagi memihak rakyat jelata

Bersama sang sinar surya

Yang menerangi dunia

Jeritan malaikat pemilik surgi kecil

Akankah berakhir dengan adil

Seadil dirinya, entahlah!

AgustinusKeiya

Kampungugikagouda, 07/09/2016

Artikel Terkait