Thiwul sebagai makanan jadul kini menjelma menjadi makanan yang digemari masyarakat melalui inovasi dan pengolahan yang tepat. Thiwul Ayu Mbok Sum menjadi salah satu industri yang terlibat dalam memasarkan kembali thiwul hingga digemari banyak orang.


Kisah di Balik Ketenaran Thiwul

Keragaman yang ada di Jogja salah satunya, yaitu makanan. Banyak sekali makanan yang populer di kota ini. Salah satu makanan legendaris di Jogja adalah makanan dengan bahan dasar singkong, yaitu thiwul. Thiwul yang terkenal di kota Jogja yaitu thiwul produksi di Dlingo dengan merk dagang “Thiwul Ayu Mbok Sum”. Di balik ketenaran yang dimiliki, ada sejarah yang bisa dipetik bersama mengenai makanan thiwul ini.

Thiwul Ayu Mbok Sum berlokasi di Dlingo, sebuah daerah yang berbatasan dengan wilayah Gunungkidul. Daerah ini memang terkenal memiliki kontur tanah yang berkapur, sehingga tak heran jika kemudian banyak ditemukan tanaman ketela pohon karena tanaman ini cocok tumbuh di jenis tanah tersebut. Oleh karena keunggulan kondisi tanah, akhirnya banyak warga yang memanfaatkannya sebagai ladang untuk menanam ketela pohon.

Jauh sebelum zaman kemerdekaan, yakni saat zaman Jepang menjajah bangsa Indonesia, lahan dengan tanah yang subur sudah dieksploitasi oleh Jepang sebagai tempat untuk menanam padi guna memenuhi kebutuhan pangan mereka. 

Hal ini yang kemudian membuat masyarakat di daerah Dlingo dan sekitarnya harus mencari ide lain untuk mendapatkan bahan pangan selain beras agar bisa bertahan hidup. Akhirnya, ketelah pohon ini kemudian dipilih sebagai komoditas pengganti beras karena cocok dengan kondisi tanah yang ada. Ketela pohon akhirnya mulai banyak ditanam oleh warga. Hasil panen ketela pohon pun diolah menjadi makanan thiwul untuk menggantikan beras. Dari sinilah kemudian thiwul mulai berkembang.

Setelah thiwul yang pada zaman dulu hanya dikonsumsi sebagai makanan pengganti beras oleh masyarakat Dlingo dan sekitarnya, kemudian Mbok Sum melihat peluang dari thiwul ini. Akhirnya, Mbok Sum pun mulai berinovasi dengan olahan makanan thiwul ini. Inovasi yang diberikan terutama dari aspek pengemasan dan varian rasa. Tujuan dari inovasi ini supaya thiwul tetap eksis dan digemari banyak orang.

Thiwul Ayu yang Lembut

Thiwul memang pada zaman dahulu hanya disajikan dengan sambal, lalapan, dan ikan asin untuk menggantikan peran nasi. Tapi jangan salah dulu, saat ini thiwul justru semakin eksis di tangan Mbok Sum. Varian rasa yang ditawarkan dan pengemasan yang kekinian membuat thiwul menjadi makanan yang diburu oleh wisatawan saat berkunjung ke Dlingo.

Memasuki rumah produksi Thiwul Ayu Mbok Sum (lihat gambar 1), aroma wangi dari kukusan ketela pohon yang sudah diolah merebak ke berbagai sisi ruang. Membuat pengunjung yang datang bisa merasakan kenikmatan hanya dengan aroma wangi yang keluar dari pengukus.Gambar 1. Ruang dapur Thiwul Ayu Mbok Sum. (sumber: Yoel, 2022)Aroma tersebut semakin sesuai bayangan kita ketika kita menyantap thiwul ini. Tekstur halus dan lembut dari thiwul yang baru saja dikukus mengguncang lidah. Cita rasa tersebut tidak terlepas dari proses memasak yang masih menggunakan alat dan teknik tradisional (lihat gambar 2)

Tungku dari tanah liat, pengukus dari panci, rotan bambu untuk media kukusan, serta kayu bakar dari kayu sono dan kayu jati. Alat dan bahan inilah yang membuat olahan thiwul ini memiliki cita rasa yang cenderung lebih kuat aroma wanginya dan bertekstur lembut karena masih benar-benar alami proses pengolahan dan alat yang digunakan.Gambar 2. Alat dan bahan yang masih tradisional. (sumber: Yoel, 2022)Tidak hanya itu, proses masaknya pun terhitung masih menggunakan tenaga manusia, mulai dari mencampur adonan hingga mengukus, sehingga hasil yang tersaji pun sesuai karena terkontrol secara baik. Aroma di thiwul ini pun juga bertahan lama karena kemasan yang dipakai adalah dari box (lihat gambar 3) untuk menjaga agar kehangatan dan tekstur thiwul ayu Mbok Sum tetap terjaga.Gambar 3. Box kemasan Thiwul Ayu Mbok Sum. (sumber: Yoel, 2022)

Pertama memakan thiwul Mbok Sum, terasa perpaduan rasa manis dan gurih mengalir masuk ke mulut yang semakin menambah hasrat untuk menyendok thiwul lagi dan lagi. Ini adalah cita rasa yang bisa dirasakan dari thiwul dengan varian rasa gula jawa dan original. Berbeda lagi dengan varian rasa lain. 

Thiwul Ayu Mbok Sum menyediakan beragam inovasi rasa. Mulai dari rasa gula jawa, gula pasir, keju, cokelat, mix keju-cokelat, mix gula jawa-keju, original, thiwul sambal, thiwul varian nangka, pisang, stroberi, dan nanas. Semua varian ini sama-sama menggugah selera dengan aroma yang wangi khas thiwul. 

Perbedaannya adalah pada varian rasa yang ada, namun semuanya sama-sama lembut di mulut. Tidak hanya soal rasa saja yang ramah di mulut, soal harga pun juga terhitung ramah di kantong (lihat gambar 4). Untuk satu porsi thiwul ini dijual dengan harga mulai dari enam ribu hingga dua belas ribu rupiah. Gambar 4. Daftar menu Thiwul Ayu Mbok Sum. (sumber: Yoel, 2022)Dengan harga yang murah tapi bisa mendapatkan makanan yang memiliki tekstur lembut dan aroma wangi adalah hal yang sangat jarang dijumpai. Thiwul Ayu memang makanan legendaris, namun di tangan yang tepat makanan ini bisa kembali memiliki penggemar dengan inovasi yang diberikan ditambah harga yang ditawarkan pun terjangkau dan sudah bisa mendapatkan thiwul dengan tekstur yang lembut di mulut.