Amazon Prime Video akhirnya merilis film yang mereka beli hak distribusinya dari Paramount Pictures, The Tomorrow War. Dibintangi oleh pemeran Star-Lord di Guardians of The Galaxy, Chris Pratt, film ini menceritakan sekelompok orang yang dikirim ke masa depan untuk mengalahkan alien-alien yang hendak memakan seluruh umat manusia.

Film ini dimulai dengan Dan Forrester (Chris Pratt) yang sedang menonton pertandingan sepak bola di tv, lalu tiba-tiba muncul pasukan bersenjata yang mengatakan kalau mereka berasal dari masa depan. Di msa depan, tepatnya 30 tahun yang akan datang, bumi sudah di ambang kehancuran akibat serangan alien yang menjadikan manusia sebagai mangsa mereka. 

12 bulan berselang setelah kedatangan kelompok bersenjata itu, dunia dilanda kepanikan. Para pemimpin negara di dunia sepakat untuk mengirimkan warganya ke masa depan selama 7 hari untuk membantu prajurit di sana melawan gerombolan alien yang mereka namakan whitespikes. Kondisi dunia sangat kacau karena banyak demonstrasi yang menolak kebijakan tersebut.

Kebijakan itu berisi kalau tiap masyarakat dipilih secara acak untuk diberangkatkan ke masa depan. Mau memiliki latar belakang apapun orang tersebut, kalau lolos kualifikasi, dia akan dikirim ke masa depan untuk melakukan “tour of duty”. 

Mereka yang dipilih juga tidak bisa menolak karena pemerintah sudah terlebih dahulu memasangkan sebuah device di tangannya untuk melacak keberadaan dia. Jadi, kemungkinan untuk kabur sangat kecil.

Suatu hari, Dan mendapatkan notifikasi di hpnya kalau dia menjadi orang yang terpilih untuk melakukan keberangkatan ke masa depan. Awalnya ia merasa berat untuk pergi meninggalkan istrinya, Emmy Foster (Betty Gilpin), dan anak perempuan satu-satunya, Muri Forster (Ryan Kiera Armstrong). Sempat ingin meminta tolong ayahnya yang ia benci, Dan akhirnya memutuskan untuk pergi ke masa depan.

Di masa depan, dia diperintahkan untuk menjemput tim riset yang diserang oleh gerombolan whitespikes. Kala melakukan aksinya di masa depan, Dan dipandu oleh seorang kolonel perempuan yang sangat dipandang hormat oleh para rekannya. 

Dari situ, Dan akhirnya menemukan tujuan aslinya dikirim ke masa depan bukan hanya untuk menyelamatkan tim riset tersebut, melainkan ada misi tersendiri yang hanya dia yang bisa melakukannya.

Melalui sinopsis di atas, penonton pasti akan teringat dengan film-film science fiction yang berlatar perjalanan waktu seperti 12 Monkeys, Back to The Future, atau bahkan yang tentunya semua orang tahu, The Terminator. Sayangnya, The Tomorrow War tidak bisa disandingkan bersama dengan deretan cult classic yang baru saja saya sebutkan.

Plot ceritanya berjalan lurus saja, cenderung tidak memberikan sesuatu yang bisa membuat penonton geleng-gelen terkesima. Mengenai twist di film ini, memang ada beberapa adegan yang ditujukan sebagai plot twist, namun semuanya bisa ditebak dengan mudah.

Film ini juga sangat Dan sentris. Dia diceritakan sebagai veteran perang yang sekarang ini bekerja sebagai guru biologi di SMA. Dia sempat mengajukan diri untuk bekerja di perusahaan swasta bermodalkan latar belakangnya di bagian research military, namun gagal diterima. 

Maka dari itu, perjalanan dia ke masa depan cukup mengubah hidupnya. Banyak adegan yang menunjukan aksi heroik Dan menolong rekan-rekannya. Ia juga seperti kebal dan sangat lihai menghadapi sesuatu.

Di salah satu adegan, dia terlihat sedang bertarung satu lawan satu melawan whitespikes. Whitespikes yang memiliki kelemahan di leher dan perutnya, Dan hadapi dengan hanya menggunakan potongan taring mulut sang lawan. Di sepanjang film, hanya dia satu-satunya orang yang bisa melakukan itu.

Agaknya sutradara Chris McKay menyadari jalan ceritanya yang biasa saja, sehingga ia menyajikan sesuatu yang eye catching melalui keindahan adegan laganya. The Tomorrow War memiliki action scene yang sangat tebal, penonton akan diberikan adegan tembak-tembakan, ledakan, kabur-kaburan selama 138 menit. Hal indah lainnya juga datang three act structure milik film ini.

Di act pertama, adegan action Dan masih seputar dirinya yang baru pertama kali di masa depan dan memimpin sebuah skuad yang tak memiliki bekal militer sama sekali. 

Act pertama pun selesai dan dilanjutkan ke act kedua. Di bagian kedua ini, adegan laga menjadi lebih dahsyat dengan ledakan-ledakan yang ada. Apalagi, latar tempatnya yang berada di sebuah military base menambah kesan yang menakjubkan saat menontonnya

Di act terakhir, Dan harus melanjutkan misinya dari masa depan yang belum selesai. Act yang bekerja sekaligus sebagai penyudah cerita dibalut dengan action scene yang sama menariknya dengan dua act sebelumnya.

Meski dari latarnya yang terjadi di salju, sehingga membuat warnanya menyatu dengan para whitespikes, McKay masih berhasil memberikan adegan klimatik yang sangat enjoyable.

Karakter Dan di sini tentunya menjadi star of the show. Tidak heran sebenarnya karena notabene dia adalah pemeran utama di film ini. Pemeran pendukung seperti kolonel perempuan yang ada di masa depan juga mampu membuat Dan menjadi lebih bersinar.

Secara keseluruhan, The Tomorrow War tidak memiliki cerita yang khas dan tidak meninggalkan kesan dari segi plotnya. Film ini juga tidak hadir untuk menambah warna baru di genre science fiction time travel yang sudah diadaptasi oleh banyak film di luar sana. 

Meski begitu, adegan actionnya sangat megah dan menyenangkan. Apalagi melihat Chris Pratt berjibaku bersama alien yang secara visual menarik untuk dilihat.