Berbohong menjadi salah satu perilaku yang membumi dan sudah berbudaya dalam kehidupan manusia. Bahkan kebohongan yang berlangsung di zaman ini makin masif dan terstruktur, ditunjang dengan kecanggihan teknologi informasi. 

Tak dimungkiri pula jika media massa (online, cetak, dan elektronik) menjadi salah satu bagian yang ikut serta menyuburkan kebohongan.

Kebohongan (juga disebut kepalsuan) adalah jenis penipuan dalam bentuk pernyataan yang tidak benar, terutama dengan maksud untuk menipu orang lain, sering kali dengan niat lebih lanjut untuk menjaga rahasia atau reputasi, perasaan melindungi seseorang, atau untuk menghindari hukuman atau tolakan untuk satu tindakan.

Berbohong biasanya digunakan untuk merujuk kepada penipuan dalam komunikasi lisan atau tertulis. Bentuk lain dari penipuan, seperti penyamaran atau pemalsuan, biasanya tidak dianggap sebagai kebohongan, meskipun maksud yang mendasarinya mungkin sama. Namun pernyataan yang sebenarnya dapat digunakan untuk menipu.

Jika menyimak realitas kekinian, untuk membela diri, orang siap berbohong. Untuk membenarkan perbuatan yang tidak benar, orang siap berbohong. Untuk membela kepentingan dan keyakinannya, orang siap berbohong. 

Kebohongan sudah menjadi alat utama untuk meyakinkan orang lain bahwa apa yang dilakukan adalah benar adanya. Kebohongan menjadi tren kehidupan kekinian.

Bentuk-bentuk kebohongan yang masif terjadi di dalam masyarakat kita, antara lain sebagai berikut:

Berdusta dan saksi dusta. Berdusta berarti mengatakan yang tidak benar untuk menyesatkan. Berdusta adalah berbicara atau berbuat melawan kebenaran untuk menyesatkan orang yang mempunyai hak untuk mengetahui kebenaran.

Rekayasa atau manipulasi. Berupa rekayasa atau manipulasi data dan fakta, menyembunyikan informasi dan atau menyiasati atau mengarahkan orang lain ke suatu tujuan yang menguntungkan dirinya sendiri. Rekayasa dan manipulasi bersifat mengelabui.

Asal Bapak Senang (ABS). Asal Bapak Senang (ABS) adalah kata-kata dan sikap manis yang dilakukan hanya sekadar untuk menyenangkan atasan, meskipun jauh dari kebenarannya. Kata-kata dan sikap itu hanyalah formalitas belaka.

Fitnah. Fitnah merupakan komunikasi kepada satu orang atau lebih yang bertujuan untuk memberikan stigma negatif atas suatu peristiwa yang dilakukan oleh pihak lain berdasarkan atas fakta palsu yang dapat memengaruhi penghormatan, wibawa, atau reputasi seseorang. Fitnah dapat berkembang tanpa saringan.

Umpatan. Kata-kata kotor, ucapan joro, sumpah serapah, caci maki, atau ungkapan tidak senonoh yang secara sosial bersifat ofensif, menistakan, atau merendahkan orang lain. Dalam hal ini, umpatan adalah bahasa yang umumnya bersifat sangat tidak sopan, kasar, menyinggung, atau berkait dengan penghinaan terhadap orang lain.

Kebohongan makin masif terjadi, baik yang dilakukan individu, kelompok, organisasi, bahkan penguasa sekalipun. Tidak heran jika sekarang ini gencar sebaran berita-informasi bohong, politik kebohongan, kebohongan publik. 

Tak pelak pula, pendidikan kita pun terpapar kebohongan dengan masifnya praktik plagiarisme, kampus abal-abal, dan peredaran ijazah palsu. Bahkan pemerintah pun terindikasi membangun fondasi narasi kekuasaan di atas tumpukan kebohongan. atau hoaks.

Harus diakui, kebohongan yang membanjir, terutama melalui media sosial, telah memberi efek teramat buruk bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Media sosial yang semestinya menjadi sumber informasi dan arena bersosialisasi malah kerap berubah wujud menjadi tempat bersemainya berita dan informasi bohong alias hoaks yang memicu timbulnya pertikaian dan perceraian antaranak bangsa.

The power of bohong yang masif sekarang ini telah mengubah masyarakat menjadi lebih gampang memercayai apa pun berita dan informasi yang mereka dapat, sekalipun itu tidak berbasis data dan fakta yang akurat. 

Celakanya, ada saja individu, organisasi maupun kelompok yang justru memproduksi kebohongan dan memanfaatkannya demi kepentingan-kepentingan pribadi dan politik praktis. Mereka bahkan rela membayar orang maupun pihak lain untuk menciptakan informasi-informasi sesat demi memengaruhi sikap politik dan persepsi publik.

Kebohongan merupakan gulma, bahkan racun, yang bakal menghancurkan diri pribadi, orang lain bahkan bangsa dan negara. Kebohongan juga berkait erat dengan kesantunan. Tentu tidak bisa disebut santun bila seseorang, pejabat, pemimpin politik, politikus, elite, justru gemar menebar berita dusta sembari menganggap rakyat hanya penonton dagelan yang mudah dibohongi.

Di lain sisi, kebohongan sekarang ini makin tumbuh subur dengan adanya media sosial. Kebohongan pun kerap disebarkan secara teroganisir oleh individu dan atau kelompok tertentu dan menyasar masyarakat.

Kebohongan sekarang ini sudah merusak akal sehat. Orang sudah sulit membedakan antara berita benar dan bohong. Bahkan kebohongan yang masif ini sudah memecah belah persatuan, kesatuan, dan kedamaian di tengah masyarakat.

Selama kebohongan merajalela dan berbohong menjadi sesuatu yang biasa, maka selama itu kebahagiaan dan kedamaian tidak pernah ada. Kedamaian dan kebahagiaan dihasilkan dari kejujuran sejati. 

Walaupun kebohongan tidak mungkin dihilangkan dari kehidupan sosial dan politik, tetapi kesadaran bahwa kebohongan tidak akan menghasilkan kedamaian dan kebahagiaan perlu ditanamkan di dalam diri dengan baik.

Semua kebaikan dalam hidup membutuhkan kejujuran. Kejujuran menciptakan cinta dan kepedulian untuk menggerakkan potensi hebat dari masing-masing individu bagi kesejahteraan hidup. Ketika kejujuran digantikan dengan kebohongan, maka kedamaian dan kesejahteraan dalam kehidupan sosial dan politik akan berhenti. 

Kejujuran dan kebohongan menciptakan aliran energi baik dan buruk ke dalam hidup. Jika kebohongan merajalela di segala lini kehidupan ini, maka jangan pernah menuntut atau berharap untuk merasakan kebahagiaan dan kedamaian yang konstan di sepanjang hidup.

Kebohongan akan memberikan pelajaran bahwa kehidupan ini bukan tempat yang indah dan baik, tetapi tempat yang penuh kesulitan dan penderitaan. Jadi, kebohongan yang dilakukan setiap saat akan memberikan energi negatif pada persepsi dan kepercayaan kita. Pada akhirnya, kebohongan hanya akan menciptakan rasa sakit, dan membuat kita semua pesimis tentang kedamaian dan kebahagiaan.

Walaupun orang-orang suka berbohong, tetapi tidak pernah mau menerima jika dibohongi. Tidak seorang pun suka dibohongi, semua orang selalu menginginkan hubungan yang jujur dalam tanggung jawab yang tinggi. 

Untuk memiliki hubungan yang dapat dipercaya, diperlukan kejujuran dan tidak diperlukan kebohongan. Dengan mengingat hal ini, kita dituntut dan diharapkan menjadi pribadi yang jujur, sehingga kita dapat dipercaya untuk menjalankan tanggung jawab yang diberikan.

Orang lupa bahwa ketika berbohong mereka sudah menggerakkan energi bohong ke dalam kehidupan. Akibatnya, energi kebohongan ini akan bergerak memasuki diri siapa saja. 

Kebohongan menular seperti virus dan hidup di dalam diri masing-masing orang. Jadi, ketika kebohongan sudah bersembunyi di dalam diri masing-masing orang, maka jangan berharap kedamaian dan kesejahteraan mampu menampilkan kekuatan baiknya untuk mengisi ruang kehidupan.

Banyak hal buruk akan terjadi pada kehidupan orang-orang yang suka berbohong. Hal yang pasti, orang yang suka berbohong tidak akan pernah merasakan kebahagiaan dan ketenangan dalam hidup. Kebohongan akan membuat diri selalu ketakutan, khawatir, cemas, curiga, berprasangka buruk, serta berbagai macam energi negatif menetap di dalam pikiran.

Seseorang yang suka berbohong yang paling menderita akibat kuasa gelap energi kebohongan, karena ia mungkin selalu ingin menuntut kejujuran dari orang lain tetapi dirinya dikuasai oleh energi kebohongan. Seperti kisah orang yang mempertanyakan kebenaran di balik pernyataan bohong. 

Jika kita sudah memiliki komitmen untuk kehidupan yang damai, indah, bahagia, dan sejahtera; maka, tidaklah sulit bagi kita untuk menghilangkan energi kebohongan. Semuanya ditentukan oleh kesadaran dan keyakinan kita. 

Jika kita sangat yakin bahwa kejujuran adalah satu-satunya jalan untuk mendapatkan semua kebaikan dari kehidupan, maka kitaq sudah satu langkah di depan untuk menjalani kehidupan yang jujur dan kaya integritas.