Saat ini sosial media (sosmed) merupakan bagian vital dari kehidupan masyarakat. Sosmed marak sebagai ajang untuk berlomba pencapaian. Pengguna sosmed kerap mengunggah apa yang telah dicapai di sosial media. Hal ini memicu orang lain untuk ikut serta berlomba menunjukan pencapaiannya.

Namun dalam hal ini kita tidak harus memiliki pencapaian yang sama dengan orang lain dan menunjukannya di sosial media. Untuk menyikapi hal seperti ini kita perlu untuk menjadi tenang. Ketenangan didefinisikan sebagai sebuah emosi positif yang merefleksikan adanya kedamaian batin dan rasa percaya diri serta keseimbangan antara tubuh dan pikiran (Cuello & Oros, 2014).

Ketenangan adalah salah satu kunci dari kesuksesan hidup, dengan tenang kita dapat lebih fokus dalam mencapai tujuan. Tujuan setiap orang tidaklah sama sehingga pencapaiannya pun tidak akan sama. Tenang akan menjadikan diri kita selalu berpikir jernih, dan tidak mudah terprovokasi. Apalagi dengan sosial media menjadi ajang pencapaian, kita dapat dengan tenang menyikapinya agar mental kita juga tetap sehat.

Kesehatan mental yang stabil sangat penting dalam menghadapi permasalahan hidup. Permasalahan kerap datang tanpa diduga seperti sosial media sebagai ajang pencapaian ini terjadi dengan begitu saja. Sehingga kita harus tetap menjadi tenang pada segala kondisi agar kesehatan mental menjadi stabil.

Selain itu tenang juga bermanfaat untuk mengendalikan emosi negatif pada diri kita. Kita tidak mudah untuk membenci orang lain, dan kita tetap dapat menjaga hubungan baik dengan orang lain. Hubungan baik dengan teman akan sangat berpengaruh pada proses kehidupan, seperti teman online dari sosial media yang akan dapat memberikan relasi pada kita.

Adanya ajang pencapaian di sosial media ini juga dapat memberikan dampak buruk pada diri. Yaitu ketenangan pada jiwa yang mudah terganggu, sehingga hidup menjadi tidak terarah karena terlalu fokus pada pencapaian orang lain. Jiwa yang seharusnya tetap tenang menjadi terlalu terburu-buru untuk mengambil keputusan.

Sehingga dapat menimbulkan hal-hal yang seharusnya tidak terjadi. Seperti depresi berat karena ingin mencapai hal yang sama dan lebih dari orang lain. Dikutip dari alodokter.com depresi dapat mempengaruhi sistem pencernaan, seseorang yang mengalami depresi rentan mengalami kram perut, sembelit, dan asam lambung. Hal ini karena pola makan yang tidak teratur dan mengalami penurunan.

Depresi juga dapat mempengaruhi kinerja otak, penyusutan otak terjadi ketika seseorang mengalami depresi. Dampak penyusutan pada otak ini adalah menurunnya kemampuan mengingat, menyimpan memori, membuat keputusan, dan mengolah emosi. Imun pada tubuh akan mengalami penurunan jika kita sedang mengalami depresi. Ketika imunitas tubuh melemah, tubuh tidak akan mampu melawan virus dan bakteri sehingga rentan terkena penyakit.

Untuk mengantisispasi terjadinya beberapa hal tersebut kita dapat melakukan beberapa hal :

1. Kembali mengingat tujuan atau goals yang sedari awal sudah disiapkan

Tetap fokus pada goals dan menyikapi pencapaian orang lain sebagai semangat untuk mencapai goals kita sendiri. Meyakinkan pada diri sendiri bahwa yang paling penting adalah proses mencapai goals. Jika hasilnya belum sesuai tidak masalah, kita hanya perlu untuk terus mencobanya.

2. Tidak iri pada pencapaian orang

Iri hanya akan membuat hati semakin sakit, kita tidak boleh menyakiti diri sendiri dengan menyimpan rasa iri kepada orang lain. Kita dapat sedikit merehatkan diri dari sosial media dengan mengatur jadwal untuk membuka sosial media atau bahkan tidak membukanya sama sekali selama beberapa waktu. Hal ini cukup berpengaruh karena kita akan jarang menemukan pencapaian orang lain di sosial media.

3. Berpikir positif

Berpikir positif dapat menghilangkan kecemasan yang sedang terjadi. Berpikir positif pada setiap moment yang terjadi seperti munculnya ajang berlomba pencapaian ini dapat membantu kita. Yaitu dengan mengambil sisi positifnya dengan ikut bahagia dan mengapresiasi apa yang telah orang lain capai.

4. Melakukan meditasi

Meditasi dapat menimbulkan rasa rileks dan tenang, kita dapat melakukan meditasi di pagi hari. Karena udara di pagi hari masih segar dan asri hal ini bermanfaat baik untuk jantung pada saat mengolah pernapasan. Namun meditasi juga dapat dilakukan di siang atau sore hari jika kondisi lingkungan kita memiliki kualitas udara yang masih bagus. Meditasi juga sebaiknya dilakukan di kondisi ruangan yang tenang atau dapat melakukannya di daerah yang masih alami atau pegunungan.

Keberadaan sosial media memanglah penting pada kehidupan sekarang. Namun penggunaanya memang kerap menimbulkan pro dan kontra. Kita harus menyikapinya dengan tenang dan pikiran yang jernih. Sehingga tidak timbul hal buruk pada diri seperti terlalu iri pada pencapaian orang.

Kita harus kembali menanamkan pada diri bahwa pencapaian orang tidaklah sama. Biarlah pencapaian orang terpapar banyak di sosial media, kita hanya perlu fokus pada diri sendiri bukan pada orang lain.