Mahasiswa
3 bulan lalu · 638 view · 4 menit baca · Politik 18399_91757.jpg
hipwee.com

Tertawanya Sang Ormas Terlarang HTI

Isu nasional yang paling vital belakangan ini adalah fenomena pro-kontra pembakaran bendera HTI oleh anggota Banser di Garut. Aksi ini menjadi viral karena pembakaran tersebut direkam dan diupload di media sosial, sehingga menghebohkan hampir seluruh Indonesia. 

Banyak pro-kontra yang muncul dalam menanggapi polemik tersebut. Ada yang bersikukuh bahwa itu adalah bendera HTI, namun lebih banyak lagi yang merasa bahwa yang dibakar adalah bendera tauhid.

Polri sebenarnya telah menangani kasus ini dengan cukup baik, di mana oknum yang membawa bendera tersebut sudah ditangkap dan sudah jelas-jelas mengaku mantan anggota HTI. Selain itu, secara tegas ketiga orang yang membakar bendera HTI tersebut sudah minta maaf, bukan karena membakar bendera HTI, namun karena membuat pro-kontra di masyarakat. 

Tetapi permasalahan tidak selesai di sana dan masih banyak masyarakat yang merasa tidak terima bendera bertuliskan tauhid dibakar oleh anggota Banser. Masyarakat yang marah menganggap bahwa permasalahan ini bukan tentang bendera, tetapi tentang tulisan tauhid di bendera tersebut yang menurut mereka pantang dibakar.

Mari kita mundur sejenak berbicara tentang bendera tauhid. Ada banyak organisasi radikal dan organisasi teroris di seluruh dunia yang “mengutip” kalimat tauhid dalam bendera organisasi mereka. Sebut saja yang sangat terkenal seperti ISIS dan Al-Qaeda. Dua organisasi teroris ini memakai kalimat tauhid dalam bendera mereka, dan kedua organisasi ini telah dikutuk oleh seluruh dunia karena aksi-aksi terorisme. 

Ada banyak negara yang membakar bendera ISIS dan Al-Qaeda yang mengutip kalimat tauhid, termasuk bahkan beberapa negara Islam di Timur Tengah. Apakah masyarakat yang protes di Indonesia ini meragukan keislaman orang di Timur Tengah? Saya rasa tidak, karena bahkan umat Islam di Indonesia berkiblat ke Timur Tengah, yakni Arab Saudi. 

Sama halnya dengan HTI, bendera mereka juga mengutip kalimat tauhid. Masyarakat juga perlu tahu bahwa Hizbut Tahrir (HT) ini merupakan organisasi terlarang di sejumlah negara Islam di dunia, salah satunya adalah negara Arab Saudi sendiri. 

Mengapa negara yang menjadi panutan umat Islam di seluruh dunia melarang HT tersebut? Sudah pasti ada yang salah dengan HT, sehingga banyak negara yang melarang keberadaan organisasi tersebut. Namun anehnya, di Indonesia malah masih banyak simpatisan organisasi tersebut.

Puncak dari tanggapan terhadap pembakaran bendera HTI, sejumlah masyarakat di beberapa daerah di Indonesia melakukan “Aksi Bela Tauhid”. Hampir di seluruh lokasi aksi tersebut, masyarakat beramai-ramai membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid sambil meneriakkan takbir di mana-mana. Sebagai tuntutan utama mereka adalah pembubaran Banser yang mereka anggap lebih pro-umat non-muslim daripada umat muslim itu sendiri. 

Sungguh miris melihat tuntutan tersebut. Padahal Banser atau GP Ansor adalah salah satu organisasi yang berjasa besar bagi Indonesia, mulai sejak zaman perjuangan kemerdekaan hingga masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mereka juga dikenal baik sebagai organisasi yang sangat menggaungkan toleransi antarumat beragama. 

Mengapa organisasi sebaik dan sehebat Banser ini diminta dibubarkan? Jelas ada oknum tertentu yang memprovokasi tuntutan ini, oknum yang tidak ingin menjaga persatuan Indonesia yang beragam ini. Walaupun organisasi HTI dibubarkan, namun idealisme sempit mereka sepertinya masih dipertahankan dan bahkan tetap disebarkan. Dan untungnya mereka, masih banyak masyarakat yang mudah dijebak dengan fanatisme yang berlebihan.

Menurut saya, saat ini orang HTI sedang tertawa gembira. Bagaimana tidak, dari aksi pembakaran bendera mereka, menghadirkan banyak dukungan dari masyarakat Indonesia. Terlebih lagi, organisasi GP Ansor dan Banser yang selama ini menghalangi ideologi mereka, dituntut untuk dibubarkan. Sungguh keberhasilan yang luar biasa bagi sebuah organisasi yang jelas-jelas telah dibubarkan dan dilarang, namun masih bisa eksis secara tidak langsung. 

Kegembiraan mereka ditambah lagi dengan adanya aksi oknum-oknum bodoh yang menurunkan sang panji Merah Putih dan menggantinya dengan bendera hitam bertuliskan tauhid yang sering dibawa HTI. Adalah sebuah petaka besar jika bendera kebangsaan sampai diturunkan semudah itu dan diganti dengan bendera lain.

Bahkan, pelaku yang melakukan penukaran bendera tersebut tampak bangga telah berhasil menurunkan bendera merah putih. Mereka tidak sadar bahwa di belakang mereka, HTI sedang merayakan keberhasilan yang memprovokasi masyarakat di Indonesia semudah ini. Mungkin ke depan, pelaku yang menukar bendera Merah Putih tersebut akan ditangkap, ditangkap sebagai kambing hitam akan rencana busuk HTI untuk kembali di Indonesia.

Jika masih ada masyarakat Indonesia yang masih buta dan tetap bersikukuh bahwa mereka membela kalimat tauhid, perlu dibuktikan semangat juangnya. Jika memang bendera hitam yang dibakar oleh Banser bukan bendera HTI, bisa dicoba untuk membawa bendera yang sama ke Arab Saudi, kibarkan di sana dan mungkin bisa berfoto bersama dengan aparat keamanan Arab Saudi. 

Sebelum itu, perlu diingatkan kembali bahwa HT dilarang keras di Arab Saudi. Mungkin Anda masih utuh saat berangkat ke sana, namun mungkin tidak bisa kembali karena Anda akan bermukim di salah satu sel penjara Arab Saudi.

Saat ini mungkin tidak hanya HTI yang tertawa, namun saya juga. Saya hanya tertawa miris mengapa masyarakat Indonesia semudah ini terprovokasi oleh oknum pemecah belah seperti HTI. 

Mengapa ada orang yang tidak dapat menghargai bagaimana sulitnya para pejuang dahulu mengibarkan bendera Merah Putih di tanah Indonesia.? Sadarkah kita bahwa kita sedang diadu domba? Sadarkah kita bahwa para pejuang dahulu sedang menangis sedih ketika bendera yang mereka perjuangkan dengan jiwa dan raga tidak dipandang oleh generasi penerusnya?

Jika Anda masih bersikukuh membubarkan Banser sebagai salah satu tameng bagi Pancasila, maka Anda telah membuka peluang bagi HTI dan organisasi sejenisnya untuk kembali di Indonesia. Namun jika Anda seorang Indonesia dan Pancasila, mari sadar dan bungkam HTI selama-lamanya dari Indonesia.