Biasakan mengucapkan selamat kepada keluarga yang baru melahirkan tanpa nanya, "bayinya laki atau perempuan?". Kutipan ini merupakan salah satu tweet yang kemarin viral dari akun @AkuSukaMasak di twitter

Membaca status tweet tersebut membuat saya ikutan tertawa dan juga penasaran. Ada apa sebenarnya kok tidak boleh menanyakan gender bayi? Apakah sang ibu ikutan tersinggung kalau ditanya gender bayi oleh orang lain? Baru tahu saya. Biasanya sih, ketika saya mendapatkan pesan dari teman, kerabat, atau keluarga yang mengumumkan kabar kelahiran bayi mereka, kebanyakan mereka langsung memberi tahu dengan lengkap nama bayi serta jenis kelaminnya sebelum ditanya orang lain.

Jadi apakah ini termasuk hal umum? Tersinggung karena ditanya gender bayi? Ada beberapa balasan dari netizen lain yang melihat sisi positif kenapa harus menanyakan gender bayi. Salah satu tujuannya yaitu saat memberi kado seperti baju atau mainan bisa sesuai dengan gender bayinya, supaya orang tuanya tidak tersinggung kalau kita salah memberi kado yang tidak sesuai gender bayinya.

Sebenarnya apa yang membuat orang tua tersinggung kalau ditanya gender bayinya? Apa karena gender si bayi tidak sesuai harapan mereka? Apakah keluarga dari bayi dituntut tradisi patriarki? bahwa anak laki-laki lebih baik dari anak perempuan. Dan berbagai alasan tidak kita ketahui  lainnya yang mungkin memicu Postpartum stress para ibu sesudah melahirkan.

Nah, kalau sudah menyinggung kesehatan mental itu sudah susah sekali. Ibaratnya jika orang yang masih awam tentang pengetahuan kesehatan mental, itu seperti berada di tempat yang penuh ranjau, salah sedikit menginjakkan kaki bisa langsung meledak. Jadi ya seperti itu hubungan manusia kalau masalah mental dibawa-bawa, rapuh banget. Mau basa-basi juga berasa jadi hal yang sangat rumit, sedikit-sedikit jadi tersinggung.

Misal, ada seseorang yang kita kenal pasang status di media sosial sedang sedih, marah atau posting foto-foto mengekspresikan emosi negative lainnya. Dan kita sebagai teman yang peduli atau kepo, ingin bertanya “ada apa?” atau “apa kabar?” harus mikir ulang lagi. Karena pertanyaan simpel gini bisa mengakibatkan sad ending di cerita kehidupan kita dengan orang tersebut. Harus hati-hati bossku dengan basa-basi ini.

Mungkin yang lain mengiranya cuma pingin basa-basi aja, atau memastikan mereka baik-baik saja dan kadang beberapa yang bertanya tidak mengharapkan dapat balasan curhatan dalam dan panjang oleh orang yang ditanya. Dan kalau misalnya kalian mengharapkan ingin membantu masalah orang tersebut, harus benar benar siap loh mendengarkan masalah mereka tanpa menghakimi, juga hati-hati dalam memberikan solusi.

Jangan kita sok-sok an peduli nanyain “ada apa? Coba cerita”. Tapi abis cerita, kita cuma bisa jawab “sabar ya” atau “coba kamu mendekatkan diri lagi kepada Tuhanmu”, dan malah membandingkan masalah mereka sama situasimu”. Oh no! jangan! Kalau sudah menyangkut masalah mental, kata-kata nasihat yang otomatis dingin seperti robot kayak gitu merupakan hal yang fatal banget untuk diucapkan kepada mereka.

Tapi ya namanya manusia kadang sering banget menasihati secara otomatis tanpa disadari. Walaupun kita tau bahwa hal itu terkadang bikin orang lain makin tersinggung dan frustasi. Inilah kenapa ada yang bilang simpati saja tidak cukup, kita juga perlu empati saat berinteraksi dengan orang lain.

Apalagi di jaman sekarang, banyak sekali orang-orang yang dibilang bermental kerupuk oleh orang yang masih menyepelekan kesehatan mental. Dan dua sisi berkebalikan itu akan berpikir, sisi berlawanan dari mereka adalah toxic. Ya penyebab pemikiran tersebut karena di satu sisi kurang pengetahuan dan di sisi lain sudah tidak mau tau lagi.

Kalau saya sendiri lebih suka tidak ingin basa-basi dengan orang lain. Jadi saya merasa aman untuk tidak menyakiti perasaan mereka, tetapi terkadang ada orang yang malah menanyakan balik saya, seperti “kok kamu tidak menanyakan kabarku?” hehehe iya memang nanti saya dicap jadi seperti orang berhati dingin yang tidak peduli dengan orang lain.

Nah loh, bingung kan menghadapi orang lain? Lalu adakah cara yang membuat kita terlihat peduli dengan orang lain tanpa menyinggung perasaan mereka? Balik lagi kepada masing-masing orang, bagaimana caranya kita memperlakukan orang lain dengan nyaman menurut dirimu sendiri. Karena kepribadian setiap orang berbeda, jadi cara menghadapi setiap orang juga pasti tidak selalu sama. Saya juga pusing menghadapi orang-orang jadi tidak bisa memberikan tips dan trick untuk masalah ini.

Intinya apapun cara yang kalian ambil, saya ikutan dukung dengan mendoakan semoga kalian tidak diblokir teman kalian di media sosial karena tersinggung akibat basa-basi. Walaupun berakhir dengan blokir pun jangan terlalu merasa bersalah kawan. Semakin erat hubungan manusia maka semakin mudah munculnya konflik, ini merupakan fenomena biasa yang terjadi di kehidupan.