Nomor : 1/27/08/2022

Perihal : Curhatan santri 

Tulisan ini saya tujukan untuk diri saya pribadi dan mewakili teman teman kelas saya, untuk mengeluarkan Unek-unek/ Curhatan Hati selama masuk ke dalam program studi ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.


Assalamualaikum, Wr.Wb.

Halo teman teman, Perkenalkan saya adalah seorang pelajar sekaligus seorang santri di kampus institut pesantren KH Abdul Chalim yg berada di daerah Jawa timur. Terletak di desa bendungan jati kec. Pacet kab. Mojokerto Jawa timur.

Asal mula saya tau adanya kampus itu adalah dari PC Pergunu ( Persatuan Guru Nahdhatul Ulama ) Pandeglang Banten. Merekomendasikan kepada saya untuk mengambil beasiswa di Jawa timur, karna saya orang nya suka merantau. Jadi, saya ambil deh ....

Setelah saya menginjakkan kaki saya ke kampus ini, saya diberikan sebuah formulir pendaftaran untuk mengisi apa saja jurusan yang akan saya ambil. Lalu, saya memilih 3 jurusan yang akan saya ambil salah satunya, jurusan-jurusan itu ialah : pertama, Prodi MPI ( Management Pendidikan Islam ), kedua, Prodi PAI ( Pendidikan Agama Islam ), dan yang ketiga, Prodi PBA ( Pendidikan Bahasa Arab ).

Nah, dari pilihan pilihan yang saya inginkan itu, ternyata satu pun tidak ada yang terpilih...... Ternyata saya di masukan ke dalam jurusan ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Awalnya saya kaget dan ada rasa takut juga ketika mendengar kata "Tafsir", nanti takut nyah saya dikira ahli Tafsir seperti prof. Quraish Shihab hehe....., 

sebelum saya masuk ke jurusan itu, saya istikharah terlebih dahulu sampai 3 kali istikharah dan Alhamdulillah,  akhirnya menemukan jawaban yang sama. Lalu di tambah dengan dukungan orang tua dan guru juga untuk mengambil jurusan itu, Akhirnya saya memberanikan diri untuk mengambil program studi itu.

Pengalaman saya, Mulai dari semester 1 sampai sekarang ( semester 6 ) ini, ketika mengikuti pembelajaran nyah, saya merasa fine fine aja gtu... Hehe ... Akan tetapi saya mencoba bertabayyun ( Meneliti ), terhadap teman-teman saya, ternyata mereka itu berbeda-beda beground/Latar belakang nya masing-masing. Ada yang memang awalnya dari beground pesantren, sehingga menganggap pembelajaran di ilmu Al-Qur'an dan Tafsir tuh yah Fine fine aja dan ada juga mereka yang bukan dari beground pesantren, yang menganggap dirinya tuh salah masuk jurusan.

Karna, pembelajaran di jurusan ilmu Al-Qur'an dan Tafsir itu, lebih mengkhususkan sekali terkait ranah agama, seperti adanya pembelajaran tafsir sains lah, tafsir klasik, modern dan kontemporer lah, dan ditambah khususnya pada semester 6 itu ada yang namanya matkul Tahfidz dan Tahsin, Dimana matkul ini di wajibkan untuk kita menyetorkan hafalan Qur'an kita, karna nanti semester akhirnya itu akan di tanyakan.


Nah,.... Dari situ saya dan temen temen saya mulai bimbang.  Iya, jika ia dari awal yang rata-rata beground nya pesantren, itu punya hafalan. Lah bagaimana nasib saya dan temen temen yang bukan dari beground pesantren yang tidak punya hafalan apa-apa. Bukannya kami tidak mampu untuk menghafal, tapi kami malu kepada temen-temen yang sudah bisa dan punya hafalan.

Belum lagi, saya sering mendengar dari para senior-senior IQT ( Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir ),yang sekarang sedang persiapan untuk melaksanakan wisuda. Ketika saya bertanya, bagaimana proses pembuatan proposal dan skripsi nyah.

Mendengar, ada senior yang mengatakan wah, IQT tuh prodi yang sangat berbeda dari prodi lain. Dalam pengajuan judul saja melihat dari prodi lain itu seperti mudah sekali untuk di ACC/ diterima, sedangkan IQT itu sangat sulit untuk diterima, ada yang di tolak berkali-kali ada juga yang koment terhadap tata bahasa kita, akan tetapi tidak diberikan solusinya, dan masih banyak lagi perbedaannya.

Nah, dari curhatan diatas, penulis menyimpulkan, memang sebuah karakter, sifat, watak, beground/latar belakang seseorang itu pasti beda-beda, akan tetapi tujuan kita itu pasti sama yaitu untuk belajar menimba ilmu. Jadi  untuk mahasiswa/mahasiswi program studi ilmu Al-Qur'an dan Tafsir di institut pesantren KH Abdul Chalim ini, saya berharap untuk selalu menjalani apa yang menjadi tujuan utama kita, adapaun bisa atau tidaknya nanti, kita serahkan kepada yang maha kuasa, karna semua kecerdasan itu di berikan oleh Allah SWT.

Di khususkan juga untuk angkatan saya ( angkatan 2019 ), yang mana rata-rata atau kebanyakan dari angkatan kita itu, salah dalam masuk jurusan akan tetapi kita berada di jurusan yang baik. Maka penulis menganggap angkatan kita itu, termasuk angkatan yang ( Tersesat di jalan yang benar ).

Mungkin itu saja, sepenggal curhatan hati/unek-unek dari saya pribadi dan mewakili teman teman angkatan 2019, mohon maaf apabila banyak sekali kesalahan dan kekurangannya, baik dalam penulisan nya maupun tata bahasanya,karna saya pun masih tahap pembelajaran. Insyaallah kedepannya saya akan menulis lebih baik lagi. Serta dari curhatan tersebut menyinggung seseorang, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Salam Tafsir 

#Alquran_pedomanku

#Tafsir_jalanku

#Allah_tujuanku

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.