Melalui tulisan ini saya mengajak semua orang menyadari betapa kertas telah berkontribusi sangat banyak bagi kehidupan manusia. Kertas telah berkontribusi bagi peradaban modern. Kertas telah melahirkan ilmuwan berserta berbagai penemuannya. Dengan kertas tertulis bagaimana pentingnya perdamaian dan keharmonisan antar berbagai keragaman kehidupan.

Semua orang belajar dari kertas yang sederhana itu. Kertas yang mudah sobek dan basah jika kena air. Dengan segala kebaikannya kertas mengajarkan orang memulai menulis dan membaca. Betapa pentingnya kertas sehingga kita semua dapat mengenal angka-angka dan huruf-huruf.

Kertas menandai peradaban tertulis dari berbagai zaman. Kertas menjadi saksi dari berbagai kemajuan dan kemunduran. Di atas kertas tertulis sejarah kelam dari zaman perang hingga kemajuan teknologi. Kertas penanda sekaligus pengingat bahwa hidup kita terkait dengan dimensi sejarah yang cukup panjang.

Di atas kertas tertulis angka-huruf kehidupan manusia. Kertas tidak pernah bersalah ketika tertulis di atasnya kekeliruan dan kegagalan atas paham-paham aliran. Kertas hanya menjadi saksi, bahwa itulah kehidupan, dinamika pemikiran, pergolakan zaman, dan dinamisnya kehidupan manusia.

Kertaspun ruang kosong yang bebas diisi. Di atas kertas orang bebas menuangkan gagasanya, baik umpatan, cacian, kesedihan, dan kebahagiaan. Kertas hanya memori bagi kehidupan. Tapi itulah kertas yang mampu merekam segala catatan-catatan.

Kertas bisa menjadi kejam jika diisi oleh kerasnya pemikiran. Kertas bisa menjadi suci apabila diatasnya tertoreh ayah-ayat ilahi. kertas dari berbagai bentuknya, tetap sama fungsinya, sebagai sarana belajar, sebagai sarana memahami, sebagai sarana membaca dan menafsirkan.

Kertas tidak pernah membunyikan dirinya sendiri, atas segala coretan diatas tubuhnya. Ia hanya benda mati yang siap diseret kemana pun. Kertas tidak peduli ada perang karena berbeda penafsiran atasnya. Kertas tidak peduli lahir konflik berdarah-darah karena berbeda bunyi kata dan angka atas dirinya.

Itulah kertas yang berkontribusi bagi kehidupan manusia. Tanpa kertas tidak akan ada nafas. Seperti hidup tanpa nyawa. Tanpa kertas dunia ini seperti kamera tanpa memori. Kertas telah mengantarkan dunia ini dalam perkembangannya.

Hargai Lebih Tinggi

Sejak kecil tidak akan pernah kita kenal angka dan huruf jika tidak ada peran kertas. Kita belajar menghitung, mengeja huruf, dan belajar agama juga dari kertas. Kertas meliput semua dimensi kehidupan tanpa terkecuali, kemudian menghidangkannya sebagai sarana pengetahuan bagi manusia.

Di atas kertas pula tertulis ayat-ayat suci agama. Kita belajar dan mengenal Tuhan juga dari kertas yang kita baca. Kertas itupun suci ketika termushaf menjadi kitab suci, di mana setiap hari kita merujuk kepadanya sebagai pedoman berkeyakinan.

Maka, saya mengajak untuk menghargai kertas yang telah banyak berperan dalam kehidupan kita. Seringkali kertas-kertas kita buang, hingga menjadi bungkus makanan, padahal kertas-kertas itu sebelumnya telah mengantarkan banyak orang memperoleh pendidikan tinggi, beasiswa, dan juga jabatan.

Sayangi kertas yang kita punya, ia juga guru bagi kita. Kertas telah menjadi teman karib bagi perjalanan masa depan seseorang. Kertas menjadi guru bagi kehidupan. Sekaligus kertas merupakan cermin bagi refleksi laku keseharian. Tidak sedikit orang menuangkan amarahnya, curhatannya di atas kertas. Betapa berharganya kertas yang sewaktu-waktu menjadi teman ketika sepi, sekaligus menjadi teman ketika bahagia.

Tidak ada kehidupan di dunia ini yang jauh dari kertas. Kertas selalu dekat dengan berbagai bentuk kehidupan, baik catatan pendek hingga buku-buku karya pemikiran. Kertas itu modal bagi belajar berbagai pengetahuan.

Jangan menodai peran kertas dengan berbuat semena-semana. Kertas telah mengajarkan kebaikan, maka berbuatlah baik. Kertas telah mencatatkan pentingnya perdamaian, maka berbuatlah damai. Agar kertas benar-benar bermanfaat bagi dunia, jadikan kertas sebagai inspirasi dan spirit bagi kehidupan.

Sekali Lagi, Terima Kasih!

Kertas adalah anugerah bagi kehidupan manusia. kertas itu kunci bagi dinamika peradaban. Melalui kertas semua orang dapat saling belajar. Kertas menjadi tempat saling koreksi dan kritik. Kertas adalah ruang dialog bagi berbagai pandangan pemikiran.

Kertas mengajari kita banyak hal. Di dalam kertas termuat berbagai pandangan dan pemikiran. Namun tidak pernah saling menyalahkan. Kertas itu cermin kehidupan kita. Kita dapat melakukan koreksi melalui coretan-coretan kecil di dalamnya.

Tanpa kertas kita tidak akan mengenal dunia ini. Tanpa kertas kita tidak akan tahu sejarah dunia. Tanpa kertas kita mungkin tidak akan saling mengenal. Maka, saya ucapkan terima kasih kepada kertas atas segala manfaatnya. Kertas telah membawa berkah bagi kehidupan kita.

Terima kasih kertas telah mencatatkan semua sejarah dunia. Terima kasih kertas telah memotret sejarah agama-agama. Terima kasih kertas telah membuat banyak orang saling mengerti dan memahami. Terima kasih kertas telah menjadi saksi bagi peradaban dunia yang terus berkembang.

Terima kasih kertas, atasmu aku belajar membedakan salah dan benar. Terimakasih kertas, atasmu aku belajar menghargai orang lain. Terima kasih kertas, atasmu aku belajar bahwa kebenaran itu membahagiakan bukan melukai orang lain.

Terima kasih kertas, karenamu hingga saat ini aku masih bisa belajar. Terima kasih kertas, karenamu aku bisa mengingat catatan dari guru-guruku. Terima kasih kertas, karenamu aku dapat melihat kembali keluargaku, orangtuaku, anak-anakku, saudara-saudaraku, teman-temanku, dan seluruh isi dunia.

Terima kasih kertas, aku dapat mengenal Tuhanku. Terima kasih kertas, aku dapat menuliskan doa-doa yang baik bagi saudara-saudaraku. Terima kasih kertas, kau selalu mengingatkanku betapa indahnya hidup ini saat berbagai kepada siapapun.

Terima kasih kertas, aku bisa mencatat semua ingatanku. Terima kasih kertas, aku dapat menuangkan sedih dan bahagiaku. Terima kasih kertas, aku dapat berbuat baik kepada semua orang tanpa perlu memandang perbedaan. Terima kasih kertas, entah apa jadinya dunia ini tanpamu. Terima kasih kertas.