Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup sebelumnya, dan evolusi terjadi melalui seleksi alam.

Teori tersebut merupakan teori yang dicetuskan oleh ilmuwan bernama Charles Darwin, sebagai pencetus teori evolusi yang telah mampu mempengaruhi para ilmuwan  selama kurun waktu seabad lebih yang kemudian di masa yang berbeda Richards Dawskins mampu menyempurnakan teori sebelumnya. 

Charles Darwins, Berangkat dari rasa ingin tahunya yang besar mengenai alam semesta akhirnya ia mendapatkan  pengetahuan berdasarkan pengamatannya dan kemudian ia menyimpulkan bahwa spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup sebelumnya, dan evolusi terjadi melalui seleksi alam.

Asal usul manusia tak luput dari fokus utama yang digagas oleh Charles Darwin ia menuliskan bahwa manusia berasal dari kera Afrika, alasannya adalah mamalia yang ada masih mempunyai kekerabatan yang dekat dengan spesies yang berevolusi di wilayah tersebut di masa silam. 

Pernyataan yang sungguh membuat gempar dunia keilmuwan, meskipun tidak menyenangkan bagi dunia keilmuwan untuk menerima pendapat tersebut namun mereka menerima pendapat dari Darwin  dikarenakan karena selalu dikemukakan oleh Darwin berdasarkan teori sehingga sangat sulit untuk menolak teori evolusi. 

Gagasan bahwa manusia merupakan kera Afrika yang telah berevolusi dikemudian hari memunculkan pertanyaan seperti kapan pertama kali manusia muncul setelah berevolusi dari kera, dan penjelasan-penjelasan secara konkret penggerak utama evolusi itu terjadi dan dapat mengubah suatu spesies ke wujud yang lain.

Hal yang perlu diingat adalah bahwa Charles Darwin saat menyampaikan teorinya ia hanya menyampaikan bahwa semua spesies seperti manusia memiliki hubungan kekerabatan dengan kera karena memiliki struktur tubuh yang sama dan kemudian dia menyimpulkan begitu saja bahwa mereka berkerabat.  Jadi gagasan tersebut yang  belum dapat dipastikan kebenarannya.

Meskipun demikian hingga kini masih banyak sekali ilmuwan yang menganut teori dari Charles Darwin tersebut salah satunya yaitu Richard Dawkins yang tak gentar untuk meneruskan langkah Darwin untuk membuktikan bahwa teori evolusi memang benar adanya. 

Sebagai seorang penulis yang mengikuti paham materialis ia kemudian menjadi pengagum dari teori Darwins. Ia sangat setuju dengan yang diungkapkan oleh Charles Darwin akan tetapi ia memiliki pandangan yang agak berbeda dengan yang diungkapkan oleh Darwins dan menyatakan bahwa Darwin telah keliru. 

kesalahan yang dimaksud terkait bagaimana dan pada tingkatan apa evolusi dapat terjadi. Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa  teori evolusi Darwin kita dapat berkesimpulan bahwa evolusi terjadi pada tingkatan organisme karena ia hanya menilik berdasarkan struktur tubuh yang sama antar spesies.

Menurut Richard Dawkins evolusi itu tidak hanya terjadi pada tingkat organisme akan tetapi ia memaparkan bahwa perubahan terjadi hingga pada tingkat molekuler. Penganut evolusionis ini tak serta merta berhenti dengan penemuan yang telah dilakukan oleh pendahulunya yang hanya dari segi anatomi.

Berpacu dari teori evolusi yang telah dikemukakan oleh Darwin ia menggali informasi lebih dalam hingga bagian terkecil dari tubuh makhluk hidup yaitu sel untuk membuktikan bahwa teori evolusi itu memang ada dan untuk mengetahui lebih mendalam bagaimana itu bisa terjadi.

Hingga Richards Dawskins ini mempunyai pandangan bahwa gen adalah komponen paling berkontribusi dengan perubahan pada suatu spesies terjadi. Di dalam tubuh makhluk hidup terdapat sel suatu unit paling kecil pada tubuh yang di dalamnya terdapat kromosom yang terdapat DNA yang tersusun dari gen.

Gen adalah pembawa sifat yang akan diturunkan. DI dalam tubuh gen ini akan menggandakan diri. penggandaan ini menyesuaikan dengan kondisi lingkungan (seleksi alam) apabila lingkungan yang ditempati mengalami perubahan iklim yang ekstrim gen dapat mengalami mutasi.

Gen yang mutasi  saat diturunkan keketurunannya baik secara seksual ataupun aseksual dapat mengalami perubahan. sehingga individu yang dihasilkan dapat berubah karena membawa DNA yang tidak sama dengan induknya. Sehingga gen merupakan suatu komponen yang memiliki pengaruh besar dalam evolusi spesies.

Merunut dengan teori Evolusi yang telah di gagas oleh Darwin dan Dawskins banyak ilmuwan yang telah mengamini dengan apa yang telah disampaikan, dan bahkan hingga kini masih banyak penelitian dan bermunculan dugaan-dugaan akan jadi seperti apakah manusia setelah 100.000 tahun yang akan datang.

Dugaan tersebut adalah bahwa manusia pada masa itu akan memiliki rahang yang besar, mata lebih besar, tubuh yang lebih tinggi, lubang hidung yang besar akibat perubahan iklim yang ekstrim dan juga manusia akan memiliki warna kulit yang lebih gelap akibat terkena radiasi matahari yang lebih besar.

Saat ini sebenarnya teori evolusi ini belum dapat diruntuhkan kebenarannya karena belum adanya teori yang mampu menyangkal teori tersebut. Akan tetapi banyak pertentangan yang terjadi terlebih dari kalangan agama seperti agama katolik, kristen, dan Islam, dll yang secara tegas menolak teori tersebut.

Sebagai umat beragama kita haruslah percaya bahwa ada kekuatan supranatural yaitu Tuhan yang maha Esa yang telah yang menciptakan alam semesta beserta isinya dengan begitu selaras dan keterpaduannya, yang dalam logika manusia tidak mungkin terjadi apabila tidak ada yang mengaturnya.

Meskipun demikian benar atau tidaknya teori dari Charles Darwin maupun Richard Dawskins ini kita patut memberikan apresiasi padanya, karena pada masa itu dengan ide pemikiran yang kritis darinyalah mampu memberikan angin segar dan ide baru di bidang keilmuwan.

Pada hakekatnya manusia haus akan sebuah jawaban dari rasa ingin tahunya termasuk Charles Darwins dan juga Richard Dawskin.