Mahasiswa
1 bulan lalu · 34 view · 5 min baca menit baca · Lingkungan 32287_89754.jpg
Foto: Alinea.id

Tentang Industri Kertas dan Perekonomian Indonesia

Industri kertas dan pulp merupakan salah satu industri terkuat di Indonesia dengan menduduki peringkat ke-9 sebagai negara penghasil pulp terbesar di dunia dan juga berada pada peringkat ke-6 di asia dengan kesuksesan industrinya.

Selain itu industri kertas juga berhasil membantu jutaan orang untuk menafkahi keluarga mereka dan sekaligus mengurangi jumlah pengangguran pada tahun 2017. Industri pulp dan kertas telah berhasil menyerap 260 ribu tenaga kerja langsung dan sekitar 1.1 juta tenaga kerja tidak langsung.

Jika kita pahami hal ini tentu menunjukkan bahwa perkembangan pulp dan kertas di Indonesia sangatlah pesat. Dengan menduduki posisi tinggi tersebut, industri kertas ternyata cukup lihai dalam menjaga eksistensinya di tengah peradaban teknologi ini. Di balik yang masyarakat sadari, kertas masih memiliki peran penting dalam kehidupan ini.

Meskipun teknologi telah merasuki kehidupan manusia, itu tidak membuat kertas dan industrinya kehilangan tempat di hati masyarakat. Karena sejatinya kertas telah lama hadir dalam kehidupan manusia jauh sebelum teknologi.

Kertas telah menjadi saksi peradaban umat manusia sejak abad ke 105 masehi. Kertas juga menjadi saksi dari terkenalnya teori gravitasi Issac Newton dan juga kepintaran Albert Einstein. Lebih dari itu, naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia juga diabadikan dalam secarik kertas.

Saat ini, pemerintah dan juga para pengusaha industri kertas berlomba lomba untuk mempertahankan eksistensi kertas dalam kehidupan masyarakat. Sekalipun teknologi telah menjadi bagian yang sangat lekat dalam manusia, kita semua tentu masih membutuhkan fungsi dari kertas.


Hal yang menjadi pemikiran banyak orang adalah mengapa kertas masih saja dibutuhkan padahal saat ini teknologi berhasil masuk ke sendi-sendi kehidupan?

Jawabannya adalah bukan mengenai seberapa keren teknologi sehingga masyarakat tidak akan membutuhkan kertas lagi, tetapi lebih dari itu. Hal ini mengenai fungsi nyata dari kertas yang sering diacuhkan oleh masyarakat.

Satu sisi, teknologi mempermudah kehidupan manusia dalam segala hal. Bahkan untuk siswa pun, mereka tak perlu mencatat catatan apapun karena dengan mencarinya di internet saja semuanya akan tersedia. Untuk kalangan orang dewasa, mereka juga tak perlu sulit mencari koran atatupun majalah, teknologi telah menghadirkan ribuan berita untuk siap dibaca.

Kemudian di sisi lain, Indonesia juga tidak bisa bergantung sepenuhnya terhadap teknologi mengingat salah satu pemasukan ekonomi terbesar berpusat pada industri kertas. Oleh karenanya, pemerintah akan tetap terus mempertahankan eksistensi industri kertas dalam kehidupan modern ini.

Agar image para pelaku industri kertas baik di hadapan masyarakat, pemerintah mulai mencanangkan berbagai program berwawasan lingkungan dalam melakukan proses produksi kertas tersebut.

Lalu mengapa pemerintah dan industri kertas perlu melakukan ini? Pertama, semua ini karena wacana bahwa penyebab dari kerusakan hutan dan lingkungan adalah akibat dari maraknya para pelaku industri kertas yang tidak menerapkan prinsip berkelanjutan.

Kedua, yaitu maraknya teknologi dalam kehidupan saat ini mengharuskan para pelaku industri juga menerapkan kemajuan teknologi dalam proses produksi kertas agar lebih mudah dan efisien.

Oleh karenanya, untuk membuktikan bahwa persepsi masyarakat salah mengenai industri kertas, pemerintah menyatakan bahwa industri kertas sebenarnya telah menerapkan prinsip berkelanjutan demi tercapainya aspek ekonomi maupun lingkungan negara Indonesia.

Di kutip dari Julianto 2016, dalam hal berkelanjutan lingkungan, sebagian besar industri pulp dan kertas domestic telah menggunakan bahan baku alternative sebagai sumber bahan bakar untuk menjalankan mesin. Industri kertas telah memanfaatkan lignin kayu dari limbah produksi untuk menjadi lindi hitam pekat.


Bahan bakar tersebut ternyata berguna untuk menjalankan mesin pabrik dan juga penerangan di wilayah pabrik. Dan bahan bakar tersebut ternyata lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan bahan bakar fosil.

Selain itu, pengelolaan hutan juga menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan para pelaku industri kertas. Salah satu cara yang diterapkan yaitu menggunakan bentang alam (landscape approach). Sebenarnya pendekatan ini telah diperkenalkan oleh peneliti Center for International Forestry Research (CIFOR) pada tahun 2013.

Konsep ini mendasari bahwa hutan merupakan tanggung jawab bersama dari semua pihak yaitu pelaku bisnis, masyarakat sekitar, dan juga pemerintah. Oleh karenanya, ketiga pihak tersebut harus bekerja sama dengan baik dan maksimal untuk mewujudkan keberlanjutan lingkungan.

Sesungguhnya ada 10 prinsip yang bisa dilakukan dalam pendekatan konsep bentang alam tersebut. Prinsip tersebut meliputi pengelolaan secara adaptif, pemenuhan kepentingan bersama, pemantauan secara partisipatif, daya lenting, dan penguatan kapasitas para pihak. Namun, penulis tidak akan membahasnya secara rinci di sini.

Kebijakan lainnya yang telah dilakukan oleh pemerintah dan pelaku industri yaitu program One Man One Tree. Selain itu, para pelaku industri juga mengganti pohon yang ditebangi dengan pohon yang baru agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan dan keberadaan hutan juga tetap terjaga.

Dengan usaha-usaha tersebut, pemerintah berharap eksistensi industri kertas di tengah peradaban ini tetap dipertahankan dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan data dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), saat ini kebutuhan kertas dunia cukup tinggi yaitu sekitar 394 juta ton.

Data tersebut diperkirakan akan terus meningkat dan akan mencapai angka 490 juta ton pada tahun 2020. Dengan angka yang cukup tinggi tersebut, kita bisa mengetahui dengan jelas bahwa industri kertas Indonesia berpotensi besar untuk melakukan kegiatan ekspor dalam memenuhi pendapatan negara.

Perlu kita ingat sekali lagi bahwa fungsi kertas tidak hanya sebatas tulis menulis ataupun media penyebaran informasi. Telah penulis ulas di atas bahwa kertas memiliki peran yang sangat luas dan telah menjadi saksi peradaban kehidupan manusia ratusan tahun yang lalu.

Bahkan, banyak masyarakat juga mulai melakukan kegiatan kreatif terhadap kertas agar kertas tetap menjadi material yang berguna meskipun sudah tidak dipakai lagi. Kegiatan kreatif itu berupa menciptakan seni-seni dan kerajinan tangan berbahan baku kertas yang bernilai jual.


Keberadaan teknologi dalam kehidupan manusia tidak akan mengurangi fungsi kertas dan eksistensinya hingga saat ini. Kita telah mengetahui bahwa kertas masih mempunyai peran utama dalam masyarakat walaupun penggunaannya tidak sebanyak dulu tetapi kertas masih memiliki nilai guna yang sama.

Bahkan tanpa kita sadari ternyata kertas juga menjadi salah satu pemasok devisa terbesar negara Indonesia. Itu artinya, secara tidak langsung kita sebagai masyarakat Indonesia juga turut berkontribusi untuk perkembangan ekonomi negeri ini.

Dalam perkembangan ekonomi Indonesia, Industri kertas juga berhak menerapkan prinsip berkelanjutan dalam melakukan proses produksi kertasnya. Karena sudah sepantasnya para pelaku industri kertas tersebut melaksanakan prinsip berwawasan lingkungan untuk mempertahankan kelestarian lingkungan negara Indonesia.

Sehingga, tidak hanya berfokus pada satu titik saja yaitu ekonomi. Tetapi, pemerintah,masyarakat dan para pelaku industri kertas juga harus memperhatikan dengan baik bagaimana keberlanjutan lingkungan sekitar agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan yang berlebih.

Referensi

Artikel Terkait