Tempe mendoan sangat familiar di telinga orang Indonesia. Kita bisa menjumpai tempe di manapun. Di warung-warung terdekat. Tapi bagaimana dengan olahan tempe yakni tempe mendoan. Saya mencoba tempe mendoan di Warung Ibu Rus di Ubud Bali. Resep tempe Mendoan di Warung Ibu Rus dibuat oleh putri perempuan beliau bernama Ari. 

Restoran ini bisa Anda jumpai di Google Map jika Anda ingin menentukan arah ketika Anda ingin makan di sana sembari berwisata. Ada di Jalan Suweta, Ubud. Apalagi setelah Ubud ditetapkan sebagai desa terbaik di Dunia ke-4 sebagai destinasi wisata. Rasanya tak adil jika tidak jalan-jalan setelah tahun baru. Apakah Anda ingin mencoba tempe mendoan? Tempe mendoan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2021, Jum'at 29 Oktober di Jakarta. 

Perbedaan tempe mendoan dengan tempe goreng biasa adalah pada proses penggorengannya. Tempe digoreng dengan balutan tepung lalu ditiriskan ketika tempe sudah setengah matang. Dalam dialeg penduduk Banyumasan disebut "mendo". Tempe mendo. Dilansir dari berbagai media. Jadi tempe mendoan adalah tempe yang digoreng setengah matang. 

Tempe mendoan dibuat dari tempe khas Banyumas yang dibungkus daun pisang meski kita juga bisa mendapatkannya dimana-mana. Bisa di pasar-pasar atau pun di toko tempat kita biasa membeli bahan-bahan sehari-hari. Juga bisa tempe mendoan tersebut dibuat dari tempe biasa yang diiris tipis-tipis. Hanya sekitar 3-4 milimeter (Kompas.com). 

Tempe mendoan jika sudah matang, paling enak jika dihidangkan dengan hangat bersama sambal kecap atau cabai rawit. Rasa tempe mendoan di warung Ibu Rus, bisa dibilang unik. Selain tempatnya berada di Ubud. Agak berbeda dengan tempe Mendoan di daerah Jawa Timur atau di Banyumas. 

Sebelumnya saya mencoba tempe mendoan di Riverside Bistro, Bistro baru yang ada di Jember. Tempat ini juga ramah untuk difabel dan lansia. Bagaimana pun tempe mendoan juga nikmat disantap saat hari hujan atau jika cuaca sedang agak dingin.

Penetapan tempe mendoan menjadi warisan budaya tak benda diputuskan berdasarkan keputusan kementerian pendidikan kebudayaan riset dan pendidikan tinggi (Kemendikbudristek). Hal ini menarik berbagai wisatawan lokal atau pemerhati kuliner di mana pun. Dan tempe mendoan menjadi menu favorit di berbagai warung, restoran, atau bistro di berbagai daerah untuk saat ini sejak tahun 2019. 

Pengalaman saya menjadi waitress juga cukup menjadi bukti bagaimana tempe ini menjadi primadona di berbagai tempat makan. Penikmat tempe mendoan ternyata tidak hanya kawula muda yang datang untuk sekedar ngopi dan nyemil. Tapi juga orang tua dan lansia yang datang untuk sekedar bersenang-senang dan menghabiskan waktu bersama keluarga sembari karaoke. 

Di Ubud, tempe mendoan menjadi menu sampingan utama untuk satu tahun terakhir ini. Selalu di hari hujan, konsumen atau tamu restoran datang memesan tempe mendoan. Mereka datang bersama pacar, teman atau juga keluarga. Rasanya lengkap jika ada tempe mendoan. Kata mereka. 

Tentu setelah tempe mendoan ditetapkan menjadi warisan tak benda, akan meningkatkan omset berbagai restoran di berbagai wilayah wisata. Setelah sebelumnya terpuruk oleh pandemi. Sekaligus meningkatkan lagi ekonomi jual beli di masyarakat grassroots sebab tempe biasanya diproduksi oleh masyarakat Indonesia kelas paling bawah pada umumnya. 

Tempe biasanya hanya dijual di depan rumah atau warung terdekat. Penyuplai tempe biasanya adalah tetangga mereka sendiri dengan tujuan saling menyokong perekonomian di suatu desa. Secara nasional hal ini cukup mempertahankan perekonomian. Terutama perekonomian warga kelas menengah ke bawah. 

Kita tentu patut mengapresiasi hal ini dengan cara makan tempe mendoan. Sebagai juga apresiasi atas masyarakat kita sendiri dalam hal mempertahankan lokal wisdom dan ketahanan ekonomi. Hal yang mempermudah konsumsi tempe selain jarak yang dekat untuk mendapatkannya. Harga tempe murah. Harga selalu stabil sementara harga tempe mendoan sebagai produk jadi olahan tempe bisa bermacam-macam. 

Hal ini tergantung pada lokasi yang Anda pilih. Restoran tertentu atau bistro menawarkan berbagai pemandangan alam dan berbagai hal di mana tempat makan yang lain mungkin menawarkan hal unik sebagai daya tarik. Secara umum ada pemandangan wisata alam yang ditawarkan. Dimana tempat lain mungkin tidak memilikinya. 

Pemandangan desa yang masih asri atau pun juga pemandangan kali dengan banyak bambu yang mungkin sudah sulit ditemui di berbagai kota besar bahkan di desa yang sudah mengalami banyak penggusuran karena pembangunan perumahan. 

Rasanya sangat menyenangkan jika di hari mendung setelah hujan sebelum pergi berjalan-jalan menyempatkan makan tempe mendoan. Sangat tepat untuk sarapan, makanan pelengkap di sore hari setelah hujan gerimis, juga kudapan di malam hari. 

Harganya cukup terjangkau untuk kantong keluarga. Pun jika dinikmati untuk menu sehari-hari di rumah. Jika keluarga Anda sangat suka dengan banyak tepung. Maka tempe mendoan tepung sangat tepat untuk Anda dan keluarga.