Mahasiswa
1 tahun lalu · 1066 view · 4 min baca menit baca · Cerpen 87810.jpg
sportourism.id

Teman Kos dan Kereta Nyi Roro Kidul

Selain Keraton Jogja dan Malioboro, daya tarik Jogja lainnya ialah legenda tentang penguasa laut selatan Nyi Roro Kidul. Berbagai mitos dan cerita mistis seputar Nyi Roro Kidul pun sudah sangat populer. Tak hanya di kawasan Jogja, tetapi di hampir seluruh Indonesia pasti tak asing dengan tokoh mistis yang kerap diperankan oleh Susana lewat film-film horornya.

Sebagai kota pendidikan, tentu Jogja didominasi oleh pendatang yang sebagian besar ialah anak kos yang berstatus sebagai mahasiswa. Di kos yang pernah saya tinggali, ada mahasiswa yang berasal dari Pontianak bernama Olip. Kami ngekos di situ karena biaya sewanya cukup murah bila dibandingkan dengan kos yang lain.

Bangunan kos terdiri dari dua lantai dengan jumlah kamar 31. Namun, yang dapat dihitung hanya 30. Lho, terus kamar yang satu lagi di mana? Ada satu kamar yang memang sengaja dibiarkan terbengkalai, bekas dipakai untuk bunuh diri. Letaknya di lantai dua.

Dan celakanya, kamar saya dan kamar Olip berada di lantai dua, satu lantai dengan kamar kosong penuh selimut misteri tersebut. Apes.

Pada suatu malam, saat yang lain sudah terlelap, Olip mengalami kejadian janggal yang membuatnya tak bisa tidur. Dia mendengar suara kereta lewat di samping tembok kamarnya yang kebetulan dekat dengan sisi jalan. Dia berpikir, yang lewat barusan pasti kereta kencana milik Nyi Roro Kidul. Langsung saja Olip menarik selimut dan menutupi kepalanya karena rasa takut yang tak bisa dia kendalikan.

Teror kereta Nyi Roro Kidul dia alami sampai beberapa malam. Karena Olip anak baru, maka dia belum begitu kenal dan akrab dengan penghuni kamar yang lain. Itu sebabnya dia terkadang sungkan untuk bertanya atau pun curhat, hingga kejadian-kejadian janggal yang dia alami di kos pun tak berani dia utarakan. Akibatnya, dia memendam ketakutan sendirian hampir tiap malam di dalam kamarnya yang hanya berukuran tak lebih dari 3 x 4 meter.

***

Di suatu hari yang cukup cerah, saat saya asyik nonton televisi, Olip membuka obrolan dengan cerita mistis seputar Nyi Roro Kidul yang dia dengar dari ibunya saat di kampung. Saya hanya mengangguk-agukkan kepala, karena legenda Nyi Roro Kidul juga saya peroleh dari mulut ke mulut, berasal dari cerita orang-orang. Dan sebagian, tentu saja saya tahu dari film-filmya Susana di mana sosok Nyi Roro Kidul digambarkan dalam balutan busana Jawa berwarna hijau.

Kemudian, Olip bertanya ke saya, "Apakah Nyi Roro Kidul sering mengendarai kereta kencana?"

“iya. Cerita yang beredar di kota asalku di Solo, setiap bulan Suro, jika ada hujan deras disertai angin kencang dan petir menggelegar menyambar-nyambar, mitosnya adalah Nyi Roro Kidul sedang lewat mengendarai kereta kencana untuk berkunjung sowan ke keraton Solo", jawabku memberi penjelasan.

Mendengar jawaban saya, raut muka Olip langsung berubah. Dia sedikit merinding.

“Mbak, aku tuh tiap jam 12 malam sering dengar suara kereta Nyi Roro Kidul lewat kos loh mbak. Aku sampai gak berani tidur sendirian. Suara keretanya nyaring banget, lewat di samping kamarku”, kata Olip kemudian.

“Ah, ngaco kamu. Mana mungkin Nyi Roro Kidul lewat kos kita. Mau ngapain coba dia ke sini”, saya mencoba membantah karena saya ini orangnya parnoan kalau dengar cerita-cerita seram.

Saya bukannya takut, hanya sedikit parno saja kalau malam masih terngiang-ngiang dan gak bisa tidur. Lha, wong kos saya ini memang penuh cerita horor kok. Makanya, kalau malam Jumat, saya selalu tidur lebih awal agar terhindar dari kejadian-kejadian janggal seputar penampakan hantu perempuan yang mendiami kamar kosong terbengkalai di samping kamar mandi.

Akhirnya, kami berdua tidak berani membahas kereta kencana Nyi Roro Kidul lagi. Dan Olip pun merayu saya untuk memberi dia izin tidur di kamar saya nanti malam karena dia takut didatangi Nyi Roro Kidul lagi.

Malam harinya, Olip mulai mengungsi. Segala kasur busa, selimut, bantal, guling, dan boneka Tazmania kesayangannya, dia angkut semua ke kamar saya. Hampir tak ada ruang tersisa setelah peralatan tempurnya untuk tidur tersebut memenuhi ruangan. Malam itu, tidak ada tanda-tanda akan datangnya Nyi Roro Kidul. Tidak ada hujan deras, tidak ada angin kencang, maupun petir menyambar. Situasi aman terkendali. Saya tidak mendengar ada suara kereta lewat.

***

Hari-hari berlalu, hingga pada suatu malam, saat lampu kamar sudah dimatikan, Olip ternyata masih belum bisa tidur di kamarnya. Dalam kondisi gelap dan mata terpejam, dari arah kejauhan, dia mendengar sayup-sayup seperti gemerincing suara kereta. Teror kereta kencana Nyi Roro Kidul itu pun kembali menghantuinya.

Jantungnya bergedup kencang. Dengan membaca beberapa doa, Olip pun berusaha untuk mencoba melawan rasa takutnya. Dalam suasana seram seperti itu, bulu kuduk Olip makin merinding tatkala dia teringat dengan sekelumit cerita tentang hantu kos penghuni kamar kosong yang katanya sering menampakkan wujudnya memakai gaun putih terbang di lorong.

Ditambah lagi, ada cerita dari seorang anak kos yang bisa melihat hal gaib mengatakan bahwa kerapkali ada penampakan sosok laki-laki duduk di kursi rotan yang terletak di depan kamar Olip.

Rasa takut Olip pun makin menjadi-jadi karena suara kereta yang terdengar dari kejauhan tadi makin lama suaranya semakin mendekat. Olip pun semakin njingkrung dan menarik selimut hingga menutupi kepalanya. Badannya kaku njeku.

Tak lama kemudian, saat suara kereta itu mendekat, tiba-tiba terdengar teriakan dari arah depan kos memecah kesunyian. Suara gemerincing kereta juga seketika menghilang.

Salah seorang anak kos berteriak, “Sateeee….pak, beli satenya, paaakkkk..”

Di kos, biasanya kalau tengah malam, memang ada tukang sate lewat dengan gerobak dorong yang bentuknya menyerupai perahu kecil. Dia biasa lewat jam 12 malam, kadang juga jam 1 malam. Pokoknya, suka-suka dialah mau lewat jam berapa.

Iya, kereta kencana yang diduga Nyi Roro Kidul ternyata adalah gerobak dorong tukang sate ayam yang biasa lewat depan kos. Saya yakin, tukang sate model begini tidak ada di daerah asal Olip.

Gerobak tukang sate memang dilengkapi gemerincing lonceng yang kalau berjalan bunyinya terdengar nyaring.

 “Krinciing..krinciiing..krriinncciiing…”

Artikel Terkait