Kita sering merasa kebingungan ketika sedang membahas soal pelajaran sekolah, tugas kuliah, persiapan presentasi kerjaan, dan lainnya. Apalagi kalau semua tugas itu sudah menumpuk dan pusing mau yang mana dikerjakan terlebih dahulu.

Setelah itu, penyakit yang tidak tahu apa obatnya sampai hari ini datang yaitu siapa lagi kalau bukan kemalasan. Jadinya semua tugas makin menumpuk karena terbengkalai dengan urusan lain. Bahkan alasan sulit menjadi acuan untuk tidak mengerjakannya.

Rasanya menjawab pertanyaan yang diberikan guru dan dosen itu susah, sudah dicari jawabannya di buku masih tetap bikin bingung. Apalagi kalau sudah masuk menganalisa, otomatis pendapat kita untuk memecahkan masalah di pertanyaan tersebut dibutuhkan.

Saat itulah teman diskusi diperlukan dalam semua hal. Sama-sama membahas apa saja tugas atau pelajaran yang susah untuk diselesaikan, isi kepala tidaklah sama jadi saling berbagi serta menjadi teamwork diperlukan untuk membuat semuanya mudah diselesaikan.

Hellen Keller pernah mengatakan, “Hanya sedikit pekerjaan yang bisa dilakukan sendirian, namun bersama-sama bisa kerjakan banyak hal.” Ketika kita bekerja sendiri menyelesaikan tugas tersebut pasti untuk beberapa hal ada yang bikin bingung.

Namun jalan tengah yang perlu diambil setidaknya mencoba bertanya kepada teman yang rasanya berkompeten untuk menjawab. Seperti teman satu kelas, satu tempat les, satu konsentrasi, atau bisa juga berdiskusi dengan guru dan dosen yang mengajar kalau memang tidak mengerti dengan tugas-tugas yang diberikan.

Setelah satu tugas selesai dikerjakan, bisa lanjut lagi dengan tugas lainnya. Tapi jangan langsung diselesaikan satu hari penuh. Beri jeda beberapa menit untuk menyegarkan pikiran kembali, diskusi dengan teman pun tidak harus formal sambil minum kopi dan makan cemilan misalnya, itu sudah membangkitkan semangat untuk belajar kembali.

Kecuali kalau lagi belajar dan diskusi bareng temannya itu di perpustakaan pasti dilarang untuk membawa minuman dan makanan. Tapi sesekali cobalah untuk diskusi di perpustakaan mungkin akan banyak mendapatkan sudut pandang dari membaca buku yang dicari di rak.

Suasana di perpustakaan akan sangat berbeda karena hening kemudian juga tidak ada gangguan kalau lagi menghafal materi ujian. Masing-masing dari kita yang belajar pun bisa mengontrol diri untuk tidak bersuara terlalu keras.

Jadinya apa yang lagi dibaca dan dibahas enggak kedistract sama apapun. Dan pastinya kita menemukan bahan-bahan tugas yang banyak sehingga tugas utama yang lagi kita kerjakan bisa selesai dengan cepat.

Teman diskusi itu tempat untuk berbagi pemikiran apapun, kalau salah apa yang lagi dijelaskan atau dibicarakan ada yang membenarkan, jadi tidak asal berbicara. menyampaikan pemikiran itu boleh-boleh saja tapi sesuaikan dengan konteks yang lagi dibahas. Kalau enggak nyambung apa yang lagi diobrolin pasti pendengar juga ikutan bingung.

Saya pernah belajar dengan seorang teman di perpustakaan. Sesekali kami berdua bingung dengan tugas yang filenya sudah disalin ke laptop. Kami berdua memikirkan contoh judul penelitian, saat itu cukup kebingungan darimana judul-judul penelitian itu bisa diangkat, yang kami tahu semuanya bermula dari yang namanya masalah. Namun kami tidak tahu masalah yang seperti apa.

Akhirnya kami lebih banyak diam dan memikirkannya sendiri-sendiri. Tapi kami bukan diam menunggu salah satunya menemukan jawaban dari tugas tersebut. Tapi mencari bersama-sama dengan membuka beberapa berita online, dengan membaca satu demi satu kami menemukan masalah dari judul yang akan diangkat dan berdiskusi perihal jawaban yang kami temukan.

Kami berbagi argumen satu sama lain, sama-sama menjelaskan baik dan buruk dan semua yang berkaitan dengan tugas tersebut. Saat itulah teman saya menyeletuk bahwa saling berbagi pemikiran itu menyenangkan.

Lalu saya membalasnya dengan tertawa kalau tentu saja karena kita tidak mungkin bisa sendiri memecahkan persoalan yang rasanya sulit dikerjakan. Jadi membutuhkan teman diskusi disaat-saat genting seperti ini sangat diperlukan.

Akhirnya beberapa judul penelitian yang dikerjakan sampai sore selesai dan siap untuk dikirim file tugasnya. Semuanya terasa ringan kalau dikerjakan bersama, hal yang sulit bisa jadi mudah kalau sejak awal memang punya niatan untuk serius mengerjakannya.

Bagi saya teman diskusi itu bukan hanya membicarakan tugas-tugas di sekolah atau di kampus tapi lebih dari itu. Senang rasanya jika menemukan teman ngobrol yang bisa membahas apa saja dengannya.

Tentang hidup, karir, dan cinta. Mungkin hal-hal menarik, unik, ada suka dan duka sekalipun. Karena semua orang punya pengalamannya sendiri dan jelas masing-masing cerita orang berbeda.

Berbagi cerita dengannya seperti mendapatkan wawasan dan pengalaman hidup dan motivasi hidup yang baru. Bisa jadi ketika kita sedang ngobrol dengan seseorang saat itu diri kita sendiri sedang ada masalah, tapi kita tidak secara langsung untuk membahasnya, mungkin menganalogikan atau menganonimkan satu nama padahal itu nama kita sendiri yang lagi dibicarakan adalah hal yang tepat.

Setelah mendengar cerita dari teman diskusi, ada hal baik yang merubah hidup kita ketika mendengarkannya. Karena tidak ada yang tahu lewat cerita yang mana masalah di hidup kita bisa dibantu, setidaknya teman diskusi memberikan solusi tanpa kita mintai.

Apalagi kalau teman diskusinya sudah saling kenal mengenal lama, jadinya hubungannya dekat. Kadang teman ngobrol yang seperti ini gampang untuk menebak kita ada masalah atau tidak, ujung-ujungnya jadi cerita dan menyimak apa cerita yang perlu diberikan solusi untuk lebih baik ke depannya.

Sepenting itulah jika kita memiliki teman diskusi, membicarakan isi dunia yang kian hari ada saja masalahnya, tapi kita sebagai manusia jangan menyerah dan berputus asa. Kalau kita berbagi apa yang lagi dirasakan serta kesulitan yang sedang dihadapi sekarang pasti akan jauh mengurangi beban di pundak.