Api gairah pendakian dan penjelajahan rimba Indonesia tak akan pernah padam. Terus membakar jiwa-jiwa petualangan alam bebas di seluruh persada nusantara.

Berbagai bentuk aktualisasi pecinta alam, pendaki gunung, penjelajah rimba dengan berbagai macam sub-sub antusiasnya. Mulai dari trekking, hiking, caving, rock climbing, diving, paragliding, rafting, trail running akan terus mengalirkan semangatnya.

Salah satu antusias kami di dunia trekking adalah pendakian tektok 5 puncak yang menjadi tradisi bagi siapa saja yang ingin mendalami dan menikmati trek-trek indah di komplek Gunung Arjuno-Welirang dan gunung soliter Penanggungan, Jawa Timur. 

Kenapa kami memilih 5 puncak tersebut? Yang pasti karena pertimbangan lokasi dan wilayah gunung-gunung tersebut dekat dengan tempat tinggal. 

Namun, bukan berarti peserta pendakian tektok (istilah untuk pendakian semi-trail running) hanya lokalan. Terbukti peserta di antaranya berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Tantangan lainnya adalah konturnya juga lumayan menantang dengan beberapa tanjakan dan titik-titik krusial lainnya yang dianggap cukup berbahaya serta tak lupa efek mitos-mitos mengerikan yang menjadi bumbu-bumbu di setiap kisah-kisah mistis pendakian.

Tren pendakian cepat (tektok) 5 puncak gunung adalah usaha melestarikan model pendakian ultralight yang berusaha meminimalkan waktu, peralatan, logistik, sampah dan kerusakan ekosistem. 

Tujuan utamanya adalah menjaga kebugaran terutama kemampuan respirasi Vo2max dan daya tahan tubuh. Di samping juga mengampanyekan pelestarian alam serta memberikan efek gentar terhadap illegal logging dan perambahan hutan lainnya. 

Awal mula tradisi ini saat percobaan pertama pendakian 5 puncak secara cepat yaitu puncak Penanggungan, Arjuno, Welirang, Kembar 1 dan Kembar 2) yang kemudian diakronimkan menjadi PAWK1K2 dengan beberapa kali pemberangkatan.

Pemberangkatan pertama

Pada 15 Februari - 16 Februari 2015 bersama Hari Winoto dengan  4 puncak saja (Penanggungan, Welirang, kembar 1 dan Kembar 2). Durasi jelajah 2 hari. Pada pemberangkatan ini telah dirintis jalur potong kompas puncak Kembar 2 ke Lembah Bekel.

Pemberangkatan kedua

Pada tahun yang sama pada 29 Desember 2015 bersama Melati berhasil 5 puncak (Penanggungan, Arjuno, Welirang, Kembar 1, Kembar 2) dengan durasi 2 hari 12 jam

Pemberangkatan ketiga

Selang beberapa bulan kemudian pemberangkatan ketiga bersama Ijunasha Netberquz dan terasa istimewa dengan ikutnya tim putri pertama kali yaitu Sharadhivka Patma Mutiara Fani dan Novia Pangastuti untuk menjelajah 4 puncak pada Februari 2016. 

Pemberangkatan keempat

Setahun kemudian pemberangkatan keempat hanya empat puncak Arjuno-Welirang-Kembar 1-Kembar 2 dalam waktu 32 jam pada 17 Agustus 2016 bersama Mochammad Ferry C.

Pemberangkatan kelima

Pada bulan Juli 2017 terjadi pemberangkatan kelima dengan tim yang cukup banyak dan hanya mencapai 4 puncak saja.

Pemberangkatan keenam

Pada 12 Juli 2017 usaha pemberangkatan keenam terjadi bersama Ahmad Huda As-Shulthon  berhasil lima puncak dengan durasi 2 hari 10 jam. 

Perlu diketahui bahwa ketinggian Gunung Penanggungan 1.653 mdpl, Arjuno 3339 mdpl, Welirang 3156 mdpl, Kembar 1 dengan tinggi 3.113 mdpl dan Kembar 2 dengan tinggi 3.058 mdpl.

Adapun standar waktu tempuh yang diharapkan yaitu antara 58-60 jam untuk menyelesaikan total trek 5 puncak (Penanggungan-Arjuno-Welirang-Kembar 1-Kembar 2). 

Durasi 58-60 jam tersebut adalah waktu total keseluruhan trek 5 puncak plus durasi transportasi antar basecamp Tamiajeng dan Tretes dan durasi isama (istirahat, salat dan makan). 

Menjadi finisher saja sudah alhamdulillah.Beberapa kemungkinan trik yang bisa diambil untuk menumbangkan rekor terbaru 58 jam adalah sebagai berikut :

1. Menghilangkan atau meminimalisasi total waktu istirahat sekitar 8-10 jam, artinya non-stop tanpa tidur.

2. Menggunakan joki motor pribadi super ngebut untuk memangkas jarak basecamp Tamiajeng ke basecamp Tretes. Apalagi jika mengambil awalan Welirang. Dipastikan kemudikan motor oleng menuju Penanggungan.

3. Melakukan registrasi perizinan dahulu sebelum hari "H" dan menghindari briefing petugas yang beretele-tele untuk memangkas waktu antrean.

4. Meminimalisasi foto dan selfie yang gak perlu.

5. Memperbaiki tampungan air di Lembah Bekel (kaki Kembar 2) jika mengambil awalan Penanggungan. Hal ini perlu diperhatikan karena cukup krusial bagi hidrasi para ultralight. Jika di sini tidak mendapatkan air, dipastikan gagal ke puncak Arjuno.

6. Bersikap apatis dan acuh terhadap tawaran naik bareng dengan pendaki camcer (camp ceria). Jika tidak, ya, wassalam saja. Mari kemping ceria!

7. Ambil risiko trekking Kembar 1 dan 2 di malam hari jika mengambil awalan Penanggungan (tanpa istirahat).

8. Headlamp ataupun lampu senter yang super terang dan tahan lama. Jika tidak, akan berpengaruh terhadap rasa kantuk. Jangan pakai yang remang-remang, Bisa-bisa tidur sambil jalan.

9. Pemilihan sepatu running yang ringan dan kuat sangat menentukan keberhasilan. Hindari sepatu trekking jenis boots yang berat. Apalagi sepatu PDL militer, bisa dipastikan sangat menyiksa dan berat. Ini bukan latihan baris-berbaris.

10. Jumlah kecil peserta atau tim kecil (2-3) orang lebih besar kesempatan untuk berhasil 5 puncak. 

Selamat membuat rekor baru!