Mahasiswa
1 tahun lalu · 179 view · 5 menit baca · Gaya Hidup 14670_54141.jpg
artboom.info

Teknologi, Kreasi, dan Kertas yang Berkolaborasi dengan Bebas

Kertas bukanlah media baru yang digunakan masyarakat untuk bertukar informasi atau sekadar menjalin silaturahmi. Kertas sudah digunakan sejak 101 Masehi lalu sebagai media tulis menulis.

Kertas terbuat dari serat kayu yang diproses dengan teknologi modern menggunakan mesin-mesin pabrikan khusus hingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Hingga kini, macam-macam kertas semakin beragam sesuai dengan fungsinya. Cakupan industri kertas menurut Departemen Perindustrian RI meliputi:

  • Kertas budaya yang terdiri atas: kertas koran, kertas tulis cetak, dan kertas berharga (kertas untuk saham, kertas perangko, dan lain-lain). 
  • Kertas industri yang terdiri atas: sack kraft (kertas kantong semen), kraft liner, corrugating medium, board, dan kertas bungkus.
  • Kertas tissue yang terdiri atas: kertas tissue rumah tangga dan kertas sigaret.
  • Kertas khusus yang terdiri atas: kertas uang, kertas dekor, kertas overlay, kertas thermo, kertas label, dan lain-lain.

Seiring berjalannya perkembangan teknologi, kini beberapa kegiatan yang menggunakan kertas dapat dialihfungsikan dengan media elektronik seperti smartphone atau laptop. Para pelajar dimudahkan dengan adanya e-book sebagai sarana penunjang belajar.

Informasi terbaru pun kini dengan mudah dan murah dapat diakses melalui website-website terpercaya. Masih banyak lagi aplikasi-aplikasi mudah lainnya yang hadir di masyarakat untuk membantu segala macam kebutuhan. Seakan-akan keberadaan kertas menjadi tidak penting dan dapat tergantikan oleh teknologi. Benarkah demikian?

Persaingan Kertas dan Teknologi Masa Kini

Kecanggihan dan kepraktisan yang disuguhkan teknologi kini nyatanya masih belum mampu memikat banyak hati masyarakat. Beberapa siswa tetap memilih membeli buku yang memang harganya lebih mahal dibandingkan belajar dengan e-book. Bahkan ujian tulis lebih banyak dipilih siswa dibandingkan ujian berbasis komputer.

Alasan kenyamanan dan kesehatan menjadi prioritas utama mereka dibandingkan kepraktisan. Beberapa siswa lebih nyaman menggunakan buku karena buku dapat langsung mereka tandai dengan dilipat atau coretan-coretan penting. Selain itu, untuk mendapatkan halaman buku yang dibutuhkan, mereka tak perlu scrolling dan lebih mudah membolak-baliknya.

Ujian berbasis komputer pun dinilai siswa kurang memuaskan karena siswa tidak dapat menandai soal yang sudah dikerjakan secara pasti, ragu-ragu, atau belum sama sekali secara langsung. Siswa juga berargumen bahwa dengan ujian berbasis komputer maka mereka tidak dapat menghitung secara langsung pada lembar soal.

Sedangkan untuk alasan kesehatan, tentu sudah banyak artikel yang membahas dampak buruk dari radiasi monitor smartphone ataupun komputer. Masalah yang sering dialami para pelajar dan pengguna smartphone atau laptop yaitu, mata mudah letih dan daya lihat semakin berkurang.

Bahkan dampak terburuk seperti rabun dan keretakan retina juga dapat dialami. Tak bisa dihindari, sepraktis apapun teknologi tersebut, radiasi yang dipancarkan akan terakumulasi dan berdampak buruk bagi kesehatan apabila pengguna tidak waspada dan menjaga intensitas pemakaiannya.

Uraian di atas menunjukkan bahwa meskipun era sekarang dapat dikatakan modern, kedudukan kertas tidak mutlak dapat digantikan. Kertas masih berperan penting dalam menunjang kenyamanan dan melindungi kesehatan masyarakat.

Tidak hanya berperan dalam bidang pendidikan saja, dalam kebutuhan rumah makan, kehadiran kertas juga masih belum mampu digantikan dengan teknologi canggih apapun. Mayoritas warung atau rumah makan di Indonesia, masih menggunakan kertas sebagai pembungkus makanan. Belum ada teknologi atau alat canggih yang efisien dengan harga terjangkau sebagai pengganti kertas bungkus.

Bahkan dalam era modern seperti ini, kehadiran kertas masih penting yaitu, untuk membuat uang kertas. Adakah teknologi yang mampu menggantikan kertas sebagai bahan utama pembuatan uang? Oleh karena itu, tidak serta merta peran kertas di peradaban modern bisa hilang begitu saja. Pemikiran bahwa penggunaan kertas dinilai jadul, tidak sepenuhnya benar.

Teknologi dan Kertas Perlu Berkolaborasi

Berbicara tentang peranan kertas pada masa modern memang tak akan berujung. Bahkan pada era sekarang ini, beberapa kegiatan justru membutuhkan kolaborasi kertas dan teknologi.

Teknologi mampu menjadi teman baik kertas dalam meningkatkan ekonomi suatu masyarakat. Istilah yang begitu akrab di kalangan masyarakat yaitu, bisnis online. Bisnis tersebut banyak dilakukan oleh masyarakat karena sistem pemasaran yang mudah dan bahkan menjaring pelanggan jauh lebih luas.

Kehadiran teknologi masa kini sejatinya tidak melulu menggeser kedudukan kertas. Akan tetapi, apabila masyarakat memiliki tingkat kreativitas yang tinngi, maka beberapa kertas istimewa jika dikolaborasikan dengan perkembangan teknologi akan menghasilkan rupiah yang cukup menggiurkan. Para anak muda jauh lebih familiar dengan kertas yang mampu menambah pundi-pundi rupiah mereka tersebut.

Sesuai pengamatan saya selama menjalani kuliah, beberapa mahasiswa di Malang begitu kreatif memanfaatkan jenis kertas tertentu sebagai penghasilan tambahan. Kertas-kertas tersebut ‘disulap’ menjadi kerajinan yang manis sebagai kado ulang tahun, kado wisuda, atau memorable event lainnya.

Sebagai kota pendidikan yang memiliki ratusan sekolah dan puluhan universitas, dan merupakan kota terbesar kedua setelah Surabaya, tentu kerajinan tersebut memiliki prospek yang menjanjikan. Kerajinan yang sering dibuat antara lain, buket bunga, dekor acara, atau quilling art.

Ketika mendekati musim-musim sempro atau wisuda, banyak sekali wirausahawan yang mempromosikan buket bunga dari kertas melalui instagram. Mereka tidak perlu membuat stok sebagai barang jual.

Namun, dengan memiliki foto-foto berkualitas baik, maka para wirausahawan muda sudah memiliki katalog yang siap untuk ditawarkan. Di era yang modern ini, untuk mendapatkan foto berkualitas baik pun juga tidak sulit karena smartphone dan aplikasi masa kini sudah begitu canggihnya.  

Dikarenakan Malang termasuk kota dengan mayoritas masyarakat tingkat menengah sampai atas, maka tidak heran jika suatu acara selalu diselenggarakan dengan meriah. Acara ulang tahun, lamaran, atau pernikahan menjadi ladang para wirausahawan yang menawarkan dekor acara. Mengikuti trend masa kini, backdrop dari kertas dengan desain yang bermacam-macam menjadi pilihan masyarakat terutama anak muda.

Tidak kalah dengan buket bunga dan jasa dekor acara, quilling art menjadi begitu banyak digeluti anak muda karena dari ketiga kerajinan yang disebutkan, kerajinan satu ini membutuhkan budget yang paling murah dengan peminat yang juga banyak. Begitu hebatnya kertas yang dipadukan dengan kreativitas mampu mengubah anak muda menjadi anak mandiri dan memiliki penghasilan sendiri. Sudahkah ada pencerahan peran kertas masa kini?

Menilik dari fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa kertas tak kehilangan eksistensinya di era modern seperti sekarang. Kehadiran kertas masih sangat dibutuhkan. Kertas hanya berganti peran dari yang awalnya hanya tulis menulis, kini kertas justru dibutuhkan dalam setiap aspek keperluan.

Kelebihan yang ditawarkan kertas memang masih menjadi daya pikat dalam bersaing dengan teknologi masa kini. Bahkan apabila tangan-tangan kreatif mampu mengubahnya, nilai kertas akan semakin meningkat.

Dengan uraian-uraian di atas, diharapkan ada perubahan dalam memandang peran kertas di era modern kini. Perlu adanya peningkatan kuantitas dan kualitas kertas guna menunjang perannya dalam peradaban masa kini.

Selain itu, dibutuhkan pula penelitian dan pembaharuan untuk tetap menjaga eksistensi kertas dalam era apapun. Peran kertas terjaga, Indonesia berjaya!

Artikel Terkait