Mahasiswi
1 bulan lalu · 28 view · 6 min baca menit baca · Lingkungan 83851_93680.jpg

Teknologi Hidrotermal dan Masyarakat

Solusi Terbaik Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan Guna Terwujudnya Indonesia Bebas Masalah Sampah 2045

Sampah merupakan masalah bagi sebagian besar negara di Dunia, termasuk Indonesia. Pengelolaan yang kurang tepat, menyebabkan banyaknya masalah yang timbul. Mulai dari jumlah, bau, tempat penampungan yang kurang, kesadaran masyarakat, penyakit, hingga masalah lainnya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan Indonesia akan menghasilkan sampah sekitar 66-67 juta ton sampah pada tahun 2019. Jenis Sampah yang dihasilkan didominasi oleh sampah organic yang mencapai sekitar 60 persen dan sampah plastic yang mencapai 15 persen. Jumlah ini lebih tinggi dari jumlah sampah per tahunnya yang mencapai 64 juta ton.  (1)

Untuk mengatasi masalah banyaknya sampah tersebut pemerintah perlu memperkenalkan teknologi yang dapat digunakan dalam pengelolaan sampah ramah lingkungan seperti Hidrotermal. 

Teknologi Hidrotermal merupakan teknologi pengelolaan sampah dengan mengubah sampah menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan, seperti bahan bakar padat menyerupai batu bara, pupuk dan pakan ternak. Teknologi Pengolahan Sampah Hidrotermal Skala Komersial pertama kali di gunakan di Indonesia yang berlokasi di Tangerang, tepatnya Kelurahan Medang Kp. Carang Pulang Kecamatan Pagedangan.  (2)

Pengenalan kepada masyarakat dikira sangat perlu mengingat angka banyaknya sampah setiap tahun selalu meningkat dan menyebabkan banyak masalah. Namun, untuk mengenalkan sebuah teknologi kepada masyarakat tidak dapat dilakukan secara langsung, melainkan harus bertahap. Masyarakat harus paham bertul dan sadar akan sampah.

Pengenalan (sosialisasi) Kepada Masyarakat

Kesadaran Masyarakat Akan Sampah: Pemilahan Sampah, Pentingnya Bank Sampah, dan Teknologi Hidrotermal

1.Pemilahan Sampah Plastik-Daun-Kertas Belum Optimal


Kesadaran peduli akan sampah di Indonesia memang masih belum berjalan. Banyak masyarakat yang menganggap remeh perihal sampah. Seperti membuang sampah sembarangan. 

Masyarakat yang ada saat ini beranggapan bahwa jika dirinya membuang sampah tidak pada tempatnya tidak apa, mereka berpikir hanya merekalah yang membuang tidak pada tempatnya. Sedangkan dampak yang muncul dari hal tersebut adalah pemikiran-pemikiran dari masyarakat lainnya bahwa “masyarakat lain saja boleh membuang tidak pada tempatnya, mengapa saya tidak”.

Membuang sampah pada tempatnya saja menghasilkan masalah apalagi tidak pada tempatnya? Tempat sampah merupakah hal yang sangat penting dalam pembuangan sampah. Tetapi bagaimana jika penggunaan tempat sampah saat ini belum sesuai? Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Pertanyaan tersebut mungkin sering muncul diantara para pemikir atau akademisi.

Pentingnya pemilahan akan sampah merupakan tantangan besar untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat. Saat ini masyarakat belum sadar akan pentingnya pemilahan sampah seperti plastic-daun-kertas. Masyarakat terbiasa mencampur sampah-sampah tersebut kedalam satu tempat sampah.

Meskipun saat ini terdapat tempat sampah yang menggunakan sistem 3 point tersebut, yaitu pemisahan sampah plastic-daun-kertas. Namun tetap saja terdapat masyarakat yang tidak memperhatikan pemisahan tersebut dan mencampur sampah menjadi satu. Alhasil, dibutuhkan pemilahan lagi untuk proses selanjutnya.

Penggunaan tempat sampah yang sudah dibedakan memang tepat namun perlunya kesadaran lebih akan pentingnya pemilahan sampah yang perlu ditanamkan kepada masyarakat sejak dini.

2.Pengembangan Dan Pengoptimalan Sistem Kerja Bank Sampah Di Masyarakat: Sistem Kelola Bank Sampah Guna Optimalkan Pemilahan

Secara umum, Bank Sampah adalah suatu tempat pengumpulan sampah yang sudah dipilah, kemudian diolah sedemikian rupa untuk menghasilkan sampah yang berdaya guna. Sejak tahun 2011, keberadaan Bank Sampah berkembang cukup pesat di Indonesia. 

Sampai tahun 2015, jumlah kota pengembang bank sampah meningkat dari 99 kota menjadi 129 kota; 1.640 unit menjadi 2.861 unit; 175.413 orang penyumbang. Sedangkan jumlah sampah yang dikelola meningkat dari 2.347,8 ton/bulan menjadi 5.551 ton/bulan dan menghasilkan Rp15 miliar/bulan menjadi Rp34,3 miliar/bulan.

Untuk mencapai pengoptimalan bang sampah yang ada, setidaknya bank sampah yang dimiliki harus mencakup 3 aspek yaitu; pemberdayaan manusia, sistem kelola, dan pengembangan sampah berkelanjutan.


a.Pemberdayaan Manusia, lebih kepada pemberdayaan masyarakatuntuk sadar akan pemilahan sampah, pengumpulan, pengelolaan, hingga pendistribusian hasil kelola.

b.Sistem Kelola, lebih kepada bagaimana pengelolaan sampah, penanggungjawab, tugas mulai dari tahap awal pemilahan hingga pendistribusian. Sistem yang baik harus dilengkapi setidaknya delapan poin yaitu; pemilahan sampah kering dan basah, pengurusyang mencatat pemasukan dan pengeluaran sampah, pengurus keuangan hasil sampah, jadwal transaksi, administrasi rapi, pengepul setiap unit, sistem transaksi terbuka, peluasan kegiatan melalui media daring.

c.Pengembangan sampah berkelanjutan, lebih kepada pengembangan sampah yang semula tidak berguna menjadi barang yang dapat dimanfaatkan. Bisa juga pengembangan teknologi, untuk pengolahan sampah yang semakin mudah seperti Teknologi Hidrotermal.  (3)

3.Pengelolaan Sampah Manfaat-Ramah Lingkungan: Teknologi Hidrotermal Guna Indonesia Bebas Masalah Sampah 2045

Teknologi Pengolahan Sampah Hidrotermal merupakan teknologi konversi termokimia. Teknologi hidrotermal untuk pengolahan sampah berlangsung pada suhu 220 o C dan tekanan 2,4 MPa. Teknologi hidrotermal mampu mengolah sampah baik itu sampah homogen ataupun campuran, dengan kadar air yang tinggi seperti sampah organik. 

Hasil olahan, desain dan proses teknologi hidrotermal sangat dipengaruhi oleh komposisi sampah yang akan diolah. Hasil dari pengolahan sampah dengan teknologi hidrotermal dapat berupa bahan bakar padat dengan nilai kalor setara dengan batubara sub-bituminus grade rendah. (4)

Pengolahan dimulai dengan memasukkan bahan mentah (biomassa tercampur) kedalam reaktor, dan kemudian menyuntikkan uap jenuh sekitar 200ºC dan 2 MPa ke dalam reaktor. Proses pencampuran kemudian dilanjutkan dengan proses pengadukan dalam reaktor untuk sekitar selama satu jam pada proses penahanan temperatur dan tekanan dalam reaktor.

Setelah selesai waktu penahanan dan pelepasan uap, akan dihasilkan produk berupa sludge yang seragam (homogen) dan kemudian dapat dengan mudah dikeringkan sesuai kondisi pengeringan yang lebih baik. Pengolahan Sampah Tercampur untuk Produk Bahan Bakar Padat dan Pengolahan Biomassa untuk Pupuk dan Pakan Ternak.  (5)

Teknologi hidrotermal adalah teknologi yang prinsip kerjanya seperti presto, sampah kita masukan kedalam reaktor kita presto dengan tekanan yang sangat tinggi sehingga semua sampah yang masuk baik plastik kayu dan lainnya itu semua akan menjadi seperti ampas yang gampang kering dan baunya pun seperti kopi tidak lagi bau sampah.

Jadi, sampah hasil olahan itu bisa diolah menjadi pupuk untuk yang cairnya, sedangkan untuk hasil solidnya bisa kita buat menjadi bliket hampir menyerupai batu bara. Bisa juga untuk bahan semen dan hasil olahan ini memiliki nilai ekonomis bisa dijual ke pabrik semen, ke pembangkit listrik yang biasanya menggunakan batu bara bisa menggunakan olahan ini karena memang karakteristiknya sangat mirip batu bara. Yang paling penting ini teknologi ramah lingkungan. (6)

Setelah pengenalan tersebut diharapkan terdapat langkah nyata yang dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Langkah langsung dapat dilakukan dengan terjun langsung ke masyarakat dengan berbekal pengenalan tersebut diatas. Tidak hanya ke masyarakat, dapat juga diterapkan di lingkungan sekolah, agar menimbulkan kesadaran peduli sampah sejak dini.

Selain secara langsung langkah nyata juga dapat dilakukan melalui komunitas peduli sampah, dengan mengadakan seminar, sosialisasi. Bisa juga dengan membuat pamphlet atau poster sadar bahaya sampah, membuat video pembelajaran yang dapat disosialisasikan melalui sekolah, publikasi atau pengenalan teknologi melalui stasiun televise atau radio. Sehingga masyarakat dapat mengetahui dan dapat ikut serta dalam berpartisipasi pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.

Masalah sampah yang ada saat ini harus dihadapi dengan kesadaran akan bahaya sampah itu sendiri. Penggunaan teknologi yang tepat dapat dijadikan solusi cerdas untuk mewujudkan Indonesia bebas masalah sampah 2045. 

Pemerintah seharusnya sudah beranjak ikuti teknologi yang ada, dengan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, juga memperdayakan masyarakat dan yang terpenting adalah memanajemen sampah ini bisa juga membuat orang untuk tidak membuang sampah sembarangan. 

Teknologi Hidrotermal ini dapat dijadikan contoh jugs untuk solusi permasalahan sampah yang ada di Indonesia. Harapannya teknologi ini bisa dimanfaatkan untuk seluruh masyarakat, karena ini teknologi pertama di Indonesia dan bisa dijadikan tolak ukur selain itu bisa direplikasi agar permasalahan sampah bisa teratasi secara komperhensif.

Catatan Kaki:

(1) Erric Permana, “Indonesia hasilkan 67 juta ton sampah pada 2019”.

(2) Mia Chitra Dinisari, “Bupati Tangerang Tinjau Pengelolaan Sampah Teknologi Hidrotermal”.

(3) Arum Faizatul Imami, Indonesia 2045 (Pemikiran Terbaik Putra Putri Bangsa Untuk Ibu Pertiwi) (Yogyakarta: Bentang, 2018), hlm. 154-156.

(4) I Putu Angga Kristyawan, 2017, “PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN TEKNOLOGI HIDROTERMAL”, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Pengolahan Sampah, JRL. Vol. 10 No. 1, Juni – 2017 : 45 – 50.


(5) Teknologi Hidrotermal-PT. Shinko Teknik Indonesia.

(6) Mia Chitra Dinisari, “Bupati Tangerang Tinjau Pengelolaan Sampah Teknologi Hidrotermal”.

DAFTAR PUSTAKA

Permana, Erric. 2019. “Indonesia hasilkan 67 juta ton sampah pada 2019”.

Dinisari, Mia Chitra. 2016. “Bupati Tangerang Tinjau Pengelolaan Sampah Teknologi Hidrotermal.

Imami, Arum Faizatul. 2018. Indonesia 2045 (Pemikiran Terbaik Putra Putri Bangsa Untuk Ibu Pertiwi). Yogyakarta: Bentang.

Kristyawan, I Putu Angga. 2017. PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN TEKNOLOGI HIDROTERMAL:  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Pengolahan Sampah, JRL. Vol. 10 No. 1, Juni – 2017 : 45 – 50.

Teknologi Hidrotermal-PT. Shinko Teknik Indonesia. 2019.

Artikel Terkait