Teknologi melalui Internet, khususnya gadget terbuka kontak dengan siapa saja dan dimana saja selama 24 jam. Internet menghubungkan kemanapun yang kita mau. Dapat dimatikan memang, tetapi ketika dibuka masuklah semua informasi sehingga menciptakan unity in diversity. Bahkan menciptakan gerakan sosial media yaitu Wikileak, Hoax. 

Teknologi telah menguasai kehidupan dan merubah perilaku manusia yang tidak pernah dialami sebelumnya. Kita sebagai generasi muda jika tidak dapat menemukan solusi untuk mengelolanya maka masyarakat akan bertabrakan satu dengan yang lain, akan “coming soon” kehancuran generasi muda di masa yang akan datang. Saya memprediksi dalam beberapa tahun kedepan buku dan media cetak akan menghalami kepunahan besar yang akan terjadi di Indonesia.

Jika berbicara mengenai smartphone atau lebih tepatnya stupidphone? mendekatkan yang jauh – menjauhkan yang dekat. Manusia hanya menjadi budak teknologi. Menunduk bukan dengan kekuasaan tetapi dengan sebuah layar yang dibanting hancur, aneh. Dengan demikian, kamu beranggapan bahwa aku tidak melihat sisi positif dari teknologi. Padahal, kasus sekarang lebih banyak dampak negatif dibandingkan dampak positif.


Sebanyak 98% dari remaja mengaku tahu tentang internet dan 79,5% di antaranya adalah pengguna aktif internet. Data tersebut merupakan hasil penelitian berjudul "Keamanan Penggunaan Media Digital pada Anak dan Remaja di Indonesia" yang yang dilakukan lembaga PBB untuk anak-anak, UNICEF, bersama para mitra, termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Universitas Harvard, AS.

Mungkin saja, ada 3 motivasi bagi anak dan remaja yang hampir mirip dengan alasan manis, yaitu menggunakan internet untuk mencari informasi, untuk terhubung dengan teman lama misal dan untuk hiburan. Hiburan yang seperti apa?

Hiburan yang tidak jelas arahnya, seperti bermain games amatiran, menonton sesuatu yang membuat kaum rebahan semakin bertambah populasinya. Kemudian muncul lah penyakit kronis seperti mager dan baper. 

Pencarian informasi yang dilakukan sering didorong oleh tugas-tugas sekolah atau hal-hal yang bersifat pribadi? Pribadi misalnya, hampir semua dari mereka tidak setuju terhadap konten pornografi di internet, tetapi ketidaksetujuan tersebut bukan berarti mereka tidak menyukai konten itu. Justru bisa sebaliknya.

Yang saya khawatirkan bukan itu, karena itu sudah terjadi dan tidak dapat dicegah. Yang aku khawatirkan adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini sudah dapat dirasakan masyarakat Indonesia sampai ke pelosok desa di wilayah Indonesia, bukannya bagus? Tidak juga. Sebab melalui teknologi, dengan cepat informasi yang ada di daerah menyebar ke seluruh Indonesia dan bahkan dunia.

Sebaliknya, informasi dan kebudayaan luar yang tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia juga cepat berkembang ke seluruh Indonesia sampai ke pelosok desa. Oleh karena itu, gaya hidup Indonesia sudah mulai bergeser dan mulai melupakan kebudayaan aslinya. Budaya aslinya bahkan dianggap sudah ketinggalan zaman dan diganti dengan kebudayaan luar yang tidak sesuai dengan pancasila dan UUD 1945 maupun kitab suci agama yang dianut.

Dengan kondisi yang kita lihat sekarang ini, khususnya di kota-kota elite seperti Jabodetabekten yang sangat minim pengenalan budaya dan sejarah-sejarah bangsa Indonesia di sekolah dan di luar sekolah, maka bisa jadi kebudayaan suku bangsa akan dilupakan generasi akan datang dan diganti budaya-budaya asing, ini yang saya khawatirkan.

Kesadaran sejak dini
Lalu apa yang harus kita lakukan? Dimulai dari hal - hal kecil, seperti tetap menyebarkan kebudayaan kita menggunakan sosial media yang kamu punya, membuat karya seperti film pendek yang terdapat unsur budaya asli Indonesia. Jika hal tersebut masih tidak terlalu mudah, minimal bercerita memperkenalkan tempat bersejarah dan sejarah lainnya kepada adik, anak, keponakan serta cucu kita, agar nilai - nilai budaya tersebut ditanamkan terlebih dahulu dilingkungan keluarga kemudian menyebar ke masyarakat sekitar.

Selain mempertahankan budaya, kita juga harus mempertahankan lingkungan alam; seperti mengurangi penggunaan plastik atau sejenisnya, membuang sampah pada tempatnya, menggunakan transportasi umum dan tidak menyakiti binatang maupun tanaman.

Diantara dua unsur tersebut, ada yang lebih penting untuk diterapkan. Nilai sosial, ini yang paling utama yang harus ada dan harus dilaksanakan. Karena nilai sosial ini berhubungan dengan etika dan moral. Jika hal tersebut sudah tidak ada, maka kehancuran bangsa sudah dekat.

Menurut Max Weber (Sosiolog Jerman); sebagai manusia harus bersifat verstehen berasal dari bahasa Jerman yang bila diterjemahkan dalam bahasa Inggris yaitu understanding, artinya memahami atau mengerti.

Jadi, menurut Weber, kita hidup bersosial di masyarakat yang beragam, tidak hanya saling mengetahui satu sama lain, tetapi juga harus saling mengerti dan memahami satu sama lain. Nurcholish Madjid menggunakan diksi kepekaan dalam artian understanding tadiDengan demikian akan tumbuh kesadaran dalam berbudaya dan menjaga lingkungan dengan keberagaman suku, agama, bahasa dan karakter.