Banyuwangi terkenal akan budayanya yang kaya dan lestari hingga sekarang. Hal tersebut tak lepas dari karakter yang dimiliki suku asli Banyuwangi, yakni Suku Osing. Masyarakat Osing memiliki berkarakter memegang teguh tradisi dan budaya, salah satunya yang erat kaitannya dengan hal mistis. Tak jarang juga sebuah produk kesenian dari Banyuwangi masih memiliki keterkaitan dengan hal mistis ataupun magis, seperti Tari Seblang Olehsari.

Tari ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap roh leluhur serta sejenis roh yang diyakini turut menjaga desa supaya tetap tentram dan aman. Upacara Tari Seblang Olehsari diselenggarakan sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada roh penjaga desa. Selain itu, berdasarkan namanya, Seblang adalah akronim dari Bahasa Osing, yaitu Sebele Ilang yang artinya “sialnya hilang”. Maka dari itu, ritual ini juga berfungsi sebagai wujud tolak bala di Desa Olehsari.

Sebenarnya ritual tari terdiri dari dua jenis, yaitu Tari Seblang Olehsari dan Ritual Tari Seblang Bakungan. Keduanya sama-sama diadakan setahun sekali dan memiliki fungsi yang sama pula. Namun, kedua tari tersebut tetap memiliki perbedaan. Nama Olehsari dan Bakungan di belakang menunjukan dimana tari tersebut dilaksanakan, Tari Seblang Olehsari dilaksanakan di Desa Olehsari dan Tari Seblang Bakungan dilaksanakan di Desa Bakungan. Perbedaan yang lain adalah Tari Seblang di Desa Olehsari ditarikan oleh gadis muda yang belum menstruasi atau belum mennginjak akil baligh, sedangkan di Desa Bakungan ritual Tari Seblang ditarikan oleh orang yang sudah menapause. Hal tersebut memiliki filosofi bahwa Tari Seblang harus dibawakan oleh orang yang suci dan terbebas dari hawa nafsu.

Ritual Seblang Olehsari terdiri dari berbagai rangkaian tahapan, seperti kejiman, rapat desa, pasang tarub dan genjot, menyiapkan sajen dan bersaji, slametan, pembuatan omprok dan rias busana, sajian tari, ider bumi dan rebutan, siraman, dan yang terakhir adalah syukuran. Puncak dari rangkaian tahapan tersebut adalah sajian tari. Tari disajikan oleh penari yang mengalami kerasukan diiringi oleh gendhing seblang dan dilaksanakan tujuh hari berturut-turut dimulai pukul 14.00 hingga maghrib.

Penari Seblang menari dengan mata tertutup menggunakan mahkota yang terbuat dari daun pisang disertai hiasan bunga-bunga. Mahkota tersebut dikenal sebagai omprok. Gerak penari Seblang yang khas adalah mengayunkan tangannya ke kanan dan ke kiri. Gerak tersebut  mempunyai maksud untuk menyingkirkan dan menghilangkan keburukan yang ada di Desa Olehsari. Uniknya, meskipun dipercaya terpilih sebagai penari Seblang Olehsari, penari Seblang Olehsari yang terpilih tersebut belum tentu bisa menari. 

Semua gerakan yang dilakukan murni karena adanya kerasukan dari roh leluhur. Penari dalam ritual Tari Seblang Olehsari ditunjuk oleh leluhur melalui adanya ritual kejiman sehingga tak sembarangan orang bisa menjadi penari Seblang Olehsari. Menurut keperacayaan masyarakat setempat, penari yang ditunjuk menjadi penari Seblang Olehsari merupakan turunan dari Seblang terdahulu. Saat ini, penari Seblang Olehsari sudah sampai keturunan yang ke-29. Selain menonton sajian tari dengan keadaan kerasukan, sisi menariknya juga datang dari penonton yang juga bisa menari dengan penari Seblang apabila diberi selendang oleh penari.

Pada waktu berlangsungnya acara ini, sangat ramai wisatawan yang berasal dari masyarakat lokal maupun luar daerah. Disediakan juga kursi VIP bagi siapa saja yang hendak menonton Tari Seblang lebih dekat. Tak jarang juga pejabat, seperti Menteri Pariwisata dan Bupati Banyuwangi datang untuk menyaksikan pagelaran ini. 

Ramainya wisatawan yang datang pada waktu pelaksanaan ritual juga tak lepas oleh adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang memasukan Tari Seblang sebagai salah satu event dalam agenda wisata Banyuwangi Festival sehingga Tari Seblang dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas. Hal tersebut juga salah satu bentuk usaha pemerintah Banyuwangi dalam melestarikan budaya masyarakat Osing. Pemerintah Banyuwangi juga mendukung terselenggaranya acara ini melalui berbagai hal, salah satunya melalui bantuan dana yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk pelaksanaan ritual ini..

Wisatawan perlu datang langsung ke Desa Olehsari yang terletak di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi apabila ingin menyaksikan ritual Tari Seblang Olehsari dikarenakan ritual tari ini hanya dilaksanakan satu tempat. Desa Olehsari berjarak sekitar 7 km dari pusat kota atau perlu waktu tempuh sekitar 15 menit. Transportasi yang paling nyaman untuk menuju desa tersebut adalah menggunakan kereta karena letak desa yang berdekatan dengan stasiun kereta api. 

Kamu bisa berhenti di Stasiun Banyuwangi Kota (Karangasem) yang terletak di Desa Bakungan, Kecamatan Glagah. Stasiun ini hanya berjarak 4 km dari Desa Olehsari atau dapat ditempuh hanya dengan 8 menit perjalanan. Hal lain yang perlu diperhatikan apabila ingin menyaksikan ritual Tari Seblang Olehsari adalah jadwal atau waktu pelaksanaan ritual, mengingat ritual Tari Seblang Olehsari ini hanya dilaksanakan sekali dalam setahun, tepatnya pada awal bulan Syawal.