"Sebaliknya, mabuk Miras bakal lebih norak. Ada acara marah-marah gak jelasnya. Jalan sempoyongan, banting-banting botol gelas, ngata-ngatain pendamping lagu dalam bilik karaoke, hingga vomit. Bisa dimaklumi karena jenis alkohol yang dikonsumsi berbeda."

Sering dikenal dengan sebutan 'alkohol', maka Etanol yang mengacu IUPAC (International Unit of Applied and Pure Chemistry) dinamakan Ethanol merupakan jenis alkohol yang memiliki dua atom karbon (C).

Sementara, alkohol adalah jenis senyawaan kimia yang mengandung atom karbon dan gugus hidroksil (-OH). Penamaan jenis-jenis alkohol selalu berakhiran -ol, dengan kata depan sesuai jumlah atom karbon yang dimiliki.

Struktur Bangun Etanol (C2H5OH).

Jika mengandung satu karbon disebut Metanol. Dua karbon disebut Etanol. Tiga karbon disebut Propanol. Empat karbon disebut Butanol. Lima karbon disebut Pentanol dan seterusnya.


Etanol Industri Dan Etanol Alami.

Dalam hal Etanol yang populer disebut sebagai 'alkohol' saja, banyak kegunaan yang dibutuhkan manusia. Seperti, manfaatnya sebagai antiseptik, disinfektan, pelarut organik bersifat polar untuk keperluan sintesa kimia ataupun penelitian dalam laboratorium uji kimia, bahkan sebagai sumber energi pengganti minyak bumi.

Untuk kebutuhan industri, Etanol seringkali dihasilkan melalui proses hidrasi, penambahan air, terhadap gas Etilen. Disebut juga sebagai Etena, gas ini memiliki struktur ikatan rangkap dua yang menghubungkan kedua karbon yang dikandungnya. Ikatan yang bersifat reaktif tersebut lalu mengikat kation hidrogen (H+) dan anion hidroksida (OH-) dalam air yang mengubah Etena menjadi Etanol, untuk kebutuhan industri.

Reaksi Hidrasi Etilen Menjadi Etanol Industri.

Adapun Etanol untuk kebutuhan non industri, terutama produk makanan dan minuman, seringkali dihasilkan oleh proses hidrolisis gula dari karbohidrat, seperti singkong, ketan, gandum, aren saat terjadi fermentasi. 

Proses fermentasi karbohidrat berlangsung rumit namun lebih alami, karena melibatkan ragi dan enzim, sehingga membuat perubahan karbohidrat menjadi alkohol melalui proses bertahap yang alamiah.


Manis Dan Pahit.

Etanol yang dihasilkan oleh fermentasi karbohidrat, masih berikatan dengan gula/glukosa, menjadi senyawa berikatan Glikosidik bernama Etil Glukosida. Bentuk ikatan Etil Glukosida berupa mono ester, menjadikan tape berbau harum khas aroma Flavonoid Glikosida.

Juga, terdapatnya glukosa yang terikat membuat tape besensasi rasa manis. Lain halnya dengan bir yang hasil fermentasi gandum, maka Etanol didalamnya tak berikatan dengan gula.

Hasil Fermentasi Karbohidrat Membentuk Ikatan Glikosidik Antara Etanol Dan Gula.

Bir yang berwujud cairan tanpa gumpalan karbohidrat, menjadikan kandungan Etanol didalamnya lebih dominan. Berlaku juga untuk jenis minuman lain yang beralkohol dari hasil fermentasi alami jenis Liker (Liquor), yang kandungan Etanol didalamnya melebihi Etil Glukosida.

Mana ada bir ataupun Liker bersensasi rasa manis? 

Pahit iya, karena efek hidrolisis karbohidrat yang menghasilkan banyak anion hidroksida (OH-). Sehingga larutannya memiliki nilai pH tinggi, bersifat basa, berasa getir dilidah.

Cap Tik*s Liker Tradisional Hasil Fermentasi Nira Aren.


Beda Gaya Mabuk.

Paling bahaya adalah Miras atau Liker palsu, abal-abal, yang banyak dijual di tempat-tempat hiburan malam. Seolah bermerk Liker terkenal padahal Miras berharga murah.

Miras yang bukan Liker seperti itu, sangat berbahaya. Karena hasil olahan yang bukan secara fermentasi, melainkan oplosan dengan alkohol industri. Oleh karenanya, mabuk gegara minuman Liker yang asli bersertifikat original-genuine, dengan mabuk gara-gara Miras oplosan bermerk palsu, itu berbeda.

Mabuk karena minum Liker terlihat lebih rileks, elegan, mriyayeni. Paling mengantuk berat, terus tidur. Besok paginya bangun, badan berasa segar.

Sebaliknya, mabuk Miras bakal lebih norak. Ada acara marah-marah gak jelas. Jalan sempoyongan, banting-banting botol gelas, ngata-ngatain pendamping lagu dalam bilik karaoke, hingga vomit. Bisa dimaklumi karena jenis alkohol yang dikonsumsi berbeda.

Liker mengandung Etanol hasil fermentasi alami. Sementara Miras mengandung alkohol industri oplosan, entah Etanol, Metanol, Butanol, Spirtus, bahkan Aseton. 

Efek oplosan dari larutan-larutan kimia tersebut memang lebih merusak syaraf.


Itu Haram, Ini Halal.

Lalu apakah karena Liker juga Bir yang mengandung Etanol hasil fermentasi alami menjadi halal? 

Ya nggak juga. Karena Etanol meski hasil proses alamiah, tetap berbahaya jika tak dikonsumsi sesuai takaran.

Terus, kalo sesuai takaran apakah halal? 

Ya nggak juga. Karena harga Liker mahal. Mending uangnya ditabung buat sekolah anak ataupun merencanakan masa depan yang lebih baik

Lha, kalo mampu beli Liker? Jadi halal dong? 

Ya, nggak juga. Lebih baik disisihkan sebagian uangnya buat sedekah, membantu sesama.

Ulasan di atas, menjawab kenapa tape tak memabukkan. Karena Etanol di dalamnya masih berikatan Glikosida dengan gula.

Jadi, saya setuju tape bukan makanan haram. Apalagi kalo tape digoreng tepung atau dibakar. Dua-duanya enak disanding sama teh hangat mondo-mondo bersanding hawa sejuk setelah hujan.

Sepiring Hidangan Tape Goreng (Rondo Royal).

Surfaktan Lunak.

Terus, air tape buat apa? Oh, cairan Etil Glukosida juga bermanfaat sebagai surfaktan. 

Sebagaimana hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) tahun 1998, maka senyawa Alkil Glukosida, termasuk Etil Glukosida, dapat berfungsi sebagai surfaktan lunak (mild surfactants).

Dengan demikian, Etil Glukosida mampu berkinerja sebagai surfaktan pendamping (Cosurfactants). Khususnya bagi produk-produk kosmetika seperti sampo dan sabun, yang berfungsi membersihkan kotoran minyak pun lemak yang melekat di badan.

Khasiat Etil Glukosida menjadi surfaktan pendamping dalam produk kosmetika bisa menjadi penyangga agar dampak iritasi air sampo dan sabun terhadap kulit pun organ tubuh bagian luar manusia, dapat dikurangi.

Wah, ternyata tape dengan keberadaan Etil Glukosida didalamnya punya manfaat, selain enak disantap.


Bacaan sumber inspirasi tulisan;

1. http://inajac.lipi.go.id/index.php/InaJAC/article/download/211/230

2. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0921042306801152#ab0005