Banyak orang mengetahui bahwa dosen dikenal sebagai tenaga pengajar di lingkungan perguruan tinggi. Jika demikian, apakah dapat disamakan dengan seorang guru? Kedua profesi ini, meskipun sama-sama sebagai tenaga pengajar, namun terkait tugas dan objek yang dididik jelas berbeda.

Tugas seorang guru adalah mendidik mereka pada kalangan siswa sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah. Sedangkan peserta yang dididik oleh dosen adalah pada lingkungan perguruan tinggi atau yang biasa dikenal sebagai mahasiswa. Di sini dapat dilihat bahwa sudah sangat berbeda antara profesi guru dan dosen.

Membahas profesi dosen pasti tidak lepas berhubungan dengan mahasiswa. Kita ketahui mahasiswa di era saat ini termasuk mahasiswa milenial. Berkali-kali kita mendengar kata milenial, baik itu dari berita maupun dari media sosial. Generasi milenial merupakan mereka yang lahir pada tahun 1980–2000an. Generasi milenial saat ini kira-kira berumur 17-37 tahun.

Secara umum, para mahasiswa saat ini berumur antara 17-23 tahun yang dapat dikategorikan generasi milenial. Membahas terkait generasi milenial jelas berbeda dengan generasi sebelumnya. 

Perkembangan teknologi di era sekarang ini sangat cepat sehingga akan mempengaruhi karakter dari mahasiswa sebagai kaum muda generasi milenial. Terdapat tantangan tersendiri sebagai dosen dalam menghadapi mahasiswa milenial yang sangat produktif dan melek teknologi.

Mahasiswa sekarang termasuk ke dalam golongan milenial yang berpikir kritis dan idealis. Sistem pengajaran pada mahasiswa milenial tidak dapat sepenuhnya menggunakan sistem lama. 

Sistem lama yang dimaksud adalah kondisi di mana saat pengajaran dosen sangat mendominasi sedangkan peran mahasiswa sangat minim. Pengajaran juga tidak dilakukan dengan menekankan ketakutan pada mahasiswa alias dengan marah-marah.

Sebagai seorang dosen memang diharuskan untuk selalu menjadi pribadi pembelajar termasuk bagaimana menyesuaikan dengan mahasiswa milenial. 

Generasi millennial saat ini yang sudah banyak dipengaruhi perkembangan teknologi memiliki karakter tidak banyak mempedulikan keadaan sosial. Hal ini berdasarkan pengalaman saya saat mengajar banyak di antara mereka yang belum mengenal teman mahasiswa di kelas yang berbeda apalagi di jurusan yang berbeda.

Apakah yang menjadi penyebab kondisi tersebut? Kemungkinan besar adalah ketergantungan yang sangat tinggi pada smartphone

Kita ketahui bahwa smartphone dengan kecanggihan teknologinya sudah sangat memanjakan penggunanya. Dengan ketergantungan terhadap smartphone, maka mereka cenderung lebih menyukai berkomunikasi via dunia maya daripada komunikasi secara langsung.

Sebagai dosen di era milenial, sudah seharusnya banyak belajar dan menyesuaikan dengan cepat kondisi seperti ini sehingga transfer ilmu kepada mahasiswa dapat berjalan sesuai harapan.

Dosen harus melek teknologi

Perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut dosen di era milenial saat ini harus melek teknologi. Teknologi merupakan alat yang memudahkan manusia dalam melakukan suatu pekerjaan. Dengan penerapan teknologi secara tepat proses pembelajaran dapat dilakukan secara menarik.

Saat ini pembelajaran dapat dilakukan diluar kelas dengan banyak platform yang telah tersedia. Seperti pembelajaran secara online. Pembelajaran seperti ini sangat diperlukan mengingat mahasiswa milenial memiliki kencedurang cepat bosan dan ketergantungan yang sangat besar terhadap smartphone.

Namun tidak dapat dipungkiri, pembelajaran secara konvensional tetap harus dilakukan mengingat beberapa materi tidak semuannya dapat disampaikan secara online. Pembelajaran secara konvensional pun tetap harus diselingi dengan penggunaan teknologi misal bagaimana membuat slide power point yang menarik, membuat pembelajaran via video atau dengan menggunakan smartphone.

Menjadi dosen yang menyenangkan dan bersahabat dengan mahasiswa 

Menurut saya secara pribadi kurang tepat jika saat ini dosen masih bersifat kaku dan memberikan metode pengajaran yang mengekang bahkan membuat mahasiswa merasa takut. Kondisi seperti ini dapat mengekang dosen sebagai tenaga pengajar selain itu dengan metode pengajaran seperti ini mahasiswa yang mengikuti perkuliahan juga merasa kurang enjoy.

Metode mengajar yang dimaksud adalah dengan menyampaikan materi secara serius dan tegas namun dengan pembawaan santai dan tidak kaku. Metode pengajaran seperti ini mungkin dapat menyebabkan kelas menjadi ramai. Namun, menurut saya tidak masalah selama masih dalam batas kewajaran. Yang terpenting mereka tetap paham apa yang disampaikan. Tidak ada jaminan kelas sepi mereka memahami apa yang disampaikan seorang dosen.

Pendekatan dengan mahasiswa tidak hanya dilakukan di dalam kelas namun juga dilakukan pendekatan di luar kelas atau yang biasa disebut sebagai pendekatan personal. Menjadi dosen yang bersahabat dengan mahasiswa merupakan hal yang perlu dilakukan. 

Mahasiswa milenial yang tergolong kurang memperhatikan kondisi sosial perlu dilakukan pendekatan khusus. Mereka membutuhkan pribadi dosen yang dapat mengarahkan dan membimbing mereka.

Sebagai sahabat sudah pasti kita diwajibkan untuk memberi perhatian layaknya seorang sahabat. Perhatian yang dimaksud adalah bersedia mendengarkan curhat dan keluh kesah mahasiswa. Menjadi sahabat dengan mahasiswa diperlukan agar mahasiswa tidak canggung dengan dosen. Dengan menjadi sahabat diharapkan dapat menggali potensi-potensi yang dimiliki seorang mahasiswa.