Banyak orang yang merasakan kesulitan dalam hidupnya, dilanda banyak ujian, berbagai problem silih berganti datang menghampirinya, hidup terasa penuh dengan beban, tidur dan makan-pun menjadi tak karuan, merasakan hidup tanpa ketenangan dan tanpa arah tujuan. Hal inilah yang dirasakan oleh seseorang yang jauh hatinya dari Allah.

Ketika sholat terabaikan, Al-Qur’an tak pernah disentuh dan dilantunkan, sebab itulah hati akan terasa sempit dan hidup terasa sulit. Mari kita renungkan sejenak firman Allah dalam Al-Qur’an surah ar-Ra’du ayat 28: “orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berdzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”.

Jadi janganlah heran ketika seseorang yang jauh dari Allah hatinya akan merasakan kehampaan yang mendalam, karena hanya dengan memingangat Allah-lah sesungguhnya hati  kita akan jauh merasakan lebih tentram.

Banyak media dan cara agar kita bisa lebih dekat dengan Allah, salah satunya ialah dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an sesungguhnya mempunyai makna yang begitu luas untuk kita selami dan pelajari. 

Salah satunya ialah ilmu tajwid, ketika kita ingin membaca Al-Qur’an, kita harus senantiasa memperhatikan tajwidnya, seperti makharijul hurufnya, panjang pendeknya, serta hukum bacaannya.

Tajwid berasal dari kata Bahasa Arab yaitu jawwada-yujawwidu-tajwiidan mengikuti wazan taf’ill yang berarti membuat sesuatu menjadi bagus. Secara bahasa, tajwid berarti al-tahsin atau membaguskan. 

Sedangkan menurut istilah yaitu mengucapkan setiap huruf sesuai dengan makhrajnya menurut sifat-sifat huruf yang mesti diucapkan, baik berdasarkan  sifat asalnya maupun berdasrkan sifat-sifatnya yang baru.    

Sebagian ulama mendefinisikan makna tajwid ialah pengucapan huruf (Al-Qur’an) dengan tertib menurut yang semestinya, sesuai dengan makhraj serta bunyi asalnya, serta melembutkan bacaannya sesempurna mungkin tanpa berlebihan ataupun dibuat-buat.

Tajwid merupakan hal yang harus kita perhatikan ketika kita membaca Al-Qur’an. Sebab ada hak-hak huruf yang harus kita berikan pada tempatnya. Untuk itulah kita wajib mempelajari ilmu tajwid.

Al-Qur’an diturunkan melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad itu juga beserta cara membacanya. Mulai dari cara pengucapan huruf (makharijul huruf), hukum bacaan huruf nun dan mim yang diharakat sukun, panjang pendeknya bacaan, serta letak berhenti dan memulai bacaan ayat maupun kalimat (al waqfu wal ibtida).

Setiap huruf dalam Al-Qur’an memiliki jalan keluar saat melafazkannya. Itulah yang disebut dengan makharijul huruf. Ada huruf yang keluar dari rongga mulut dan rongga tenggorokan (al-jauf). Ada lagi huruf yang keluar dari pangkal hidung (al-khaisyum).

Dan ada teknik-teknik tertentu untuk melafazkan setiap huruf agar terucap dengan benar. Ada kalanya ketika membaca, suara huruf harus didengungkan (ghunnah), ada saatnya harus dimasukkan pada huruf selanjutnya (idgham), ada kalanya harus dipantulkan (qalqalah), dan tidak jarang harus dipanjangkan (mad).

Untuk mendapatkan bacaan Al-Qur’an yang sempurna, selain mengetahui ilmunya namun yang perlu kita lakukan ialah belajar langsung kepada seorang guru yang mampu membenarkan dan meluruskan bacaan Qur’an kita. 

Maka belajar Al-Qur’an dengan belajar kepada guru yang mumpuni menjadi begitu penting, agar kesalahan saat membaca dan manfaat ilmu tajwid dapat terasa.

Karena ketika bacaan Al-Qur’an seseorang benar dan tepat, maka Allah berjanji akan memberikan pahala dan kebaikan kepadanya, sesuai dengan hadis Rasulullah:

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Qur`an), maka baginya satu pahala kebaikan dan satu pahala kebaikan akan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali, aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.”  (HR. Tirmidzi no. 2835).

Sungguh Allah itu Maha Pemurah bukan? Ketika kita membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, selain akan mendapatkan pahala melainkan juga akan diberikan kebaikan. 

Maka sungguh beruntunglah orang-orang yang disibukkan dengan Al-Qur’an hidupnya akan lebih mudah ketimbang mereka yang hidupnya hanya digunakan untuk mengejar dunia yang bersifat fana.

Jika kita ingin meliat buktinya, maka lihatlah orang-orang yang hidupnya sukses berkat Al-Qur’an.

Seperti para hafidz dan hafidzah cilik yang sering mewarnai layar kaca di negeri kita, berkah Al-Qur’an beberapa diantaranya dipanggil langsung oleh kedutaan Arab Saudi dan diberikan tiket umrah gratis bersama kedua orangtuanya. Masya Allah bukankah penghargaan yang luar biasa yang telah Allah berikan.

Masih banyak lagi kisah-kisah menginspirasi seputar orang-orang sukses bersama Al-Qur’an lainnya yang dapat kita teladani, hal ini tak lain ialah menjadi bukti bahwasanya seseorang yang disibukkan dengan Al-Qur’an derajatnya akan diangkat oleh Allah, dimuliakan dikalangan makhluk, dimudahkan dalam setiap urusan, rezekinya akan dilancarkan serta akan mendapatkan kesuksesan dalam hidupnya.

Semoga dengan mepelajari dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an, kehidupan kita menjadi lebih mudah, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

 “Jika kau melancarkan bacaan Qur’an-mu, niscaya kau akan dilancarkan dalam kehidupanmu