Kupandangi tanpa berkedip
Kudekap dengan sepenuh hati
Ini adalah suratku
Harta terindah
Yang diberikan Bapak kepadaku

Ini adalah jawabannya
Kenapa beliau layak kukagumi
Karena suratnya sarat kata bijak
Meski tanpa kemarahan
Tapi sanggup membuatku bersujud
Dan menjadi lebih bersyukur atas hidup ini

Memang salahku menghilangkan jam tangan itu
Hadiah dari Bapak untukku
Jam tangan yang pertama kumiliki
Saat aku menghadapi ujian akhir Sekolah Dasar
Agar aku tahu akan waktuku

Rasa bersalah pun kemudian datang
Membebani batin hingga ke dasarnya
Sampai ku tak sanggup lagi menanggungnya
Dan menumpahkan kejujuran itu
Pada sepucuk surat
Yang kukirimkan lewat pos

Derai air membasahi suratku waktu itu
Dan lewat untaian kata
Aku pun memohon ampun atas keteledoranku
Siang malam tiada henti kubersujud dalam doa
Menanti balasan surat dari Bapak

Begitu rapi dan indah
Sungguh mencerminkan jati diri penulisnya
Balasan surat dari Bapak pun akhirnya tiba
Kudekap sangat erat
Kupandangi tanpa berkedip
Harta terindah dari Bapak
Yang kukagumi sepanjang hidupku

Aku selalu saja mengingatnya
Dan tiap kali kenangan itu hadir
Kerinduanku padanya pun selalu berakhir dengan senyuman
Tatkala membayangkan betapa bahagianya telah menjadi anaknya
Mendapatkan aroma keikhlasan yang sempurna
Yang terselip di dalam isi suratnya

Selamat Hari Ayah Nasional 12 November 2020 ya, Pak!
Semoga Bapak senantiasa sehat dan bahagia...


Bisikan Malam

Kudengar malam berbisik
Lewat sepoi angin yang semilir
Di antara kabut gunung nan dingin
Yang melesap ke dalam kulitku

Kudengar ada cahaya misterius akan menyapa
Diam-diam datang di tengah malam
Cahaya yang belum pernah kujumpai
Saat mata terjaga pun terpejam dalam sunyi

Bisikan itu semakin kuat
Jernih dan jelas terdengar
Berkali-kali kudengar dengan seksama
Dari yang terjauh
Hingga berakhir yang terdekat
Meneguhkan hati yang sempat goyah
Memastikannya datang berbisik
Memurnikan pikiran dan suara-suara di dalamnya

Mata yang terpejam akhirnya terbuka
Cahaya itu benar-benar menyapa
Dia ada dan sangat menyilaukan
Meski tak sanggup menerima cahaya
Ia tetap setia untuk ada
Dan kembali terpejam dalam sunyi
Merasakan saja itu sudah cukup

Malam pun semakin dingin
Kabut gunung terus melesap ke dalam kulitku
Pikiran, hati, jiwa, dan raga pun berpadu menyambutnya
Malam terus berbisik tiada henti
Apakah itu berita tentang cahaya misterius
Atau tentang cerita lama yang kembali menyapa
Tak peduli tentang apa bisikannya
Ia terus saja berderak mengisi ruang dalam jiwa

 
TaAda Jarak 

Dan malam pun kembali sendiri
Saat itu bintang mulai redup tertutup awan
Pekat seolah tak mau pergi darinya
Menyempurnakan gelapnya malam
Yang sunyi dalam keheningan

Malam benar-benar kembali sendiri
Siang telah berlalu meninggalkannya
Tak pernah lagi ada perjumpaan
Kecuali sisa-sisa aroma kesetiaan
Yang melekat dan menyatakan bahwa ia ada
Untuk hari yang katanya indah
Bila tak ada yang merusaknya

Demikian juga bapakku
Ia ada bahkan sebelum aku menghirup hawa bumi
Usai malam berlalu
Dan siang menyambutku di dalam pelukannya
Ia mendekapku dengan kasihnya
Mendampingi ibuku menyusuiku
Dengan kelembutan yang sungguh sempurna

Bapakku adalah ayah yang hebat
Darinya aku mendapatkan banyak keajaiban
Dan juga kegembiraan di masa kanak-kanak
Yang selalu membekas hingga sekarang
Dan berubah menjadi kebahagiaan
Yang tak lekang oleh waktu

Kadang ia membuatku cemas dan juga ketakutan
Tapi kepercayaan yang diberikan kepadaku
Telah membukakan pintu bagiku
Untuk menemukan jati diriku
Bekal hidup di malam yang dingin
Juga siang dengan teriknya mentari
Saat ia menghangatkan bumi dengan sangat cepat

Malam kembali sendiri
Hanya rembulan malam saja yang menemani
Ketika kunyatakan bapakku adalah ayah yang hebat
Karena ia tak pernah mengajarkanku bagaimana caranya hidup
Tapi ia hanya menjalankan hidupnya dengan apa adanya
Dan memberikanku kesempatan menyaksikannya
Agar banyak belajar dari sana
Bagaimana menikmati hidup dengan rasa syukur

Bapakku benar-benar ayah yang hebat
Maka ia layak merindukanku
Sebanyak yang ia mau
Kapan pun dan sampai kapan pun
Dan saat malam kembali sendiri
Ia layak memikirkanku
Tanpa batasan apapun

Hari ini adalah waktunya
Ku tak lagi menunggu apapun
Untuk menyatakannya sebagai ayah yang hebat
Meski hanya aku yang tahu
Putrinya yang juga selalu merindukannya
Dan selalu berdoa untuk ketenteraman batinnya

Tak ada jarak di antara kami
Bapakku selalu menempati salah sudut ruang di hatiku
Tak pernah bergeser sedikit pun

Tak ada jarak di antara kami
Bersama ibuku, ia begitu spesial bagiku
Menjadi sahabat dan juga teladan hidup

Tak ada jarak di antara kami
Karena kami adalah bapak dan anak yang saling mengasihi
Senantiasa mendambakan kebahagiaan satu sama lain

Tak ada jarak sejengkal pun di antara kami
Meski jauh di mata
Kerinduan kami selalu lebur
Dalam keikhlasan yang sempurna