Beberapa waktu lalu saya menonton sebuah pertandingan bulu tangkis yang ada di beranda youtube saya. Saya melihat banyak sekali orang-orang yang memberikan dukungan secara langsung maupun tidak. Dukungan tidak langsung disampaikan melalui kolom komentar yang tersedia di video tersebut.

Para pemberi dukungan tersebut biasa kita kenal dengan suporter. Para suporter memberikan dukungan dengan tujuan agar para pemain semangat untuk dapat memenangkan pertandingan.

Kemudian, setelah menonton pertandingan tersebut, saya berpikir, “apakah hanya para pemain bulu tangkis saja yang memerlukan suporter atau setiap individu juga perlu?”

Ternyata dalam kehidupan, setiap individu memerlukan setidaknya satu suporter dalam hidup mereka yang dikenal dengan support system. Support system sungguh bukan istilah asing lagi di era sekarang. Sudah banyak media sosial yang membicarakan mengenai support system.

Makna dari support system adalah teman, keluarga, sahabat, pacar, saudara, ataupun partner yang senantiasa memberikan dukungan kepada kita baik secara moril maupun materil, kapanpun kita butuh.

Kehadiran support system nyatanya sangat penting bagi kehidupan seseorang. Karena support system berkaitan erat dengan kesehatan mental. 

Orang yang memiliki support system dalam hidup mereka cenderung menjadi orang yang positif dalam menjalani kehidupan. Sedangkan orang yang tidak memiliki support system cenderung menjadi orang yang negatif dalam menjalani kehidupannya.

Jika dipikir-pikir, ternyata saya memiliki pengalaman tersendiri tentang pengaruh hadirnya support system dalam hidup saya.

Sebelum saya mengenal pentingnya support system, saya sering sekali galau, down, kehilangan motivasi, cenderung pasrah dan merasa hidup begitu datar. Selama itu saya berusaha menguatkan diri saya agar tetap mampu menjalani hari-hari.

Namun, setelah saya paham dengan apa itu support system dan menemukan mereka. Perlahan hidup dan kesehatan mental saya membaik. Saya menjadi lebih positif dalam menjalani hidup serta bersemangat untuk mencapai mimpi-mimpi saya.

Support system yang saya miliki yaitu orang tua, dan juga teman-teman terdekat saya.

Berdasarkan pengalaman saya, kehadiran support system memiliki pengaruh yang besar bagi saya salah satunya menjadikan saya percaya diri dalam melakukan sesuatu. Berkat dukungan dari support system yang saya miliki, saya berani mencoba banyak hal tanpa takut untuk gagal. 

Saya percaya ketika saya gagal mereka pasti akan hadir dan memberikan support agar saya mampu untuk bangkit kembali.

Selain itu, hadirnya support system membuat saya tidak insecure lagi terhadap pencapaian orang lain. Hal tersebut membuat saya mampu menerima segala kekurangan yang ada pada diri saya dan lebih bersyukur serta menjadikan saya lebih percaya diri untuk menunjukkan diri kepada orang lain tanpa memikirkan komentar negatif yang akan saya dapatkan.

Bagi saya menyadari keberadaan dari support system bukanlah hal yang mudah. Terkadang saya tidak sadar ternyata teman yang selalu menemani saya, orang tua yang selalu ada serta pacar yang selalu sedia adalah support system saya.

Maka dari itu hal yang membuat saya sadar ternyata saya memiliki support system adalah ketika saya mengalami kegagalan. 

Kegagalan yang membuat saya jatuh sejatuh-jatuhnya, putus asa tak tahu mau berbuat apa. Lalu mereka hadir, seolah-olah merangkul dan memeluk saya dan berkata, “semangatlah kami akan selalu ada untukmu”.

Inilah yang membuat saya sadar, support system ternyata ada di sekitar saya sendiri. Tak perlu saya mencari jauh-jauh jika nyatanya mereka ada didekat saya. Cukup saya berbalik arah dan melihat mereka memberi dukungan layaknya suporter.

Jika kita melihat publik figur yang cenderung terlihat bahagia, meskipun mendapatkan komentar negatif dari netizen, nyatanya tidak membuat mereka patah semangat untuk tetap berkarya. Hal ini juga ada kaitannya dengan kehadiran support system.

Ketika mereka menyadari bahwa mereka memiliki support system yang akan selalu mendukung dan menerima mereka apa adanya. Maka, mau sebanyak apapun komentar buruk yang mereka dapatkan mereka akan tetap bertahan. 

Bertahan karena percaya bahwa masih ada para support system yang mendukung mereka meski di luar sana banyak orang-orang yang menjatuhkan mereka.

Oleh karena itu mereka selalu terlihat bahagia dengan apa yang mereka lakukan.

Namun, apakah kalian tahu bahwa support system itu tidak selamanya orang yang sama. Tak jarang support system yang kita miliki itu silih berganti. Tergantung pada masanya.

Saya juga pernah kehilangan seorang support system yang memiliki pengaruh yang besar dalam hidup saya.

Ia mengajarkan saya bagaimana cara untuk percaya diri ketika menyampaikan sesuatu. Ia juga mengajarkan saya untuk menutup telinga ketika seseorang memberikan komentar negatif. Yang paling penting ia mengajarkan saya untuk mencintai diri saya sendiri.

Lalu ketika saya kehilangan support system tersebut, kesehatan mental saya pun mulai terpengaruh. Saya cenderung mudah stress dan mulai insecure kembali. Saya cenderung menghabiskan waktu saya sendiri dan sering menangis.

Namun, semakin lama saya menyadari meskipun saya kehilangan seorang support system, saya masih memiliki support system lain bahkan dihadirkan support system baru yang senantiasa merangkul saya kembali.

Maka dari itu saya sadar memiliki support system itu penting bahkan penting sekali bagi kesehatan mental kita. Tujuannya agar kita tidak merasa sendirian. Selain itu, kita harus mampu menerima kehilangan dan kehadiran support system yang silih berganti. Karena setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya.