Bekerja sebagai TKW (Tenaga Kerja Wanita) di luar negeri sering kali dicap tidak baik baik bagi sebagian orang. Tidak hanya cacian dari tetangga, terkadang justru cacian tersebut datang dari keluarganya sendiri. 

Namun, sadarkah kalian jika penyumbang Devisa terbesar justru datang dari mereka yang dianggap remeh ini? 

TKW merupakan sebuah pekerjaan yang sering didengar oleh sebagian orang, memilih menjadi TKW di luar negeri secara otomatis akan mengorbankan banyak hal, termasuk mengorbankan waktunya dengan keluarganya sendiri. Tidak sedikit para pekerja di luar negeri menjadikan pekerjaan TKW sebagai opsi terakhir karena sulitnya mencari pekerjaan di negeri sendiri.

Bagi sebagian orang mungkin menganggap jika pekerjaan ini mudah untuk didapat, bahkan terkadang banyak orang - orang di luaran sana yang mengatakan kepada anak, tetangga, atau kerabatnya dengan dalih motivasi tapi malah berakhir menyakiti "kalau nggak lulus sekolah mau jadi apa? ke luar negeri jadi pembantu?"

Stigma di masyarakat yang mengatakan bahwa jadi TKW itu mudah dan tidak perlu sekolah tinggi - tinggi melekat sampai saat ini. Tapi, fakta di lapangan justru berbanding terbalik. Menjadi TKW di luar negeri justru tidaklah mudah, karena adanya syarat - syarat wajib yang harus dipenuhi calon pekerja, untuk bisa lolos juga memakan waktu yang cukup lama, bahkan ada juga yang belum tentu bisa mendapat pekerjaan yang diinginkan.

Covid - 19 merupakan salah satu peristiwa yang memberikan dampak buruk pada masyarakat di dunia, tidak hanya kesehatan, semua sektor ikut menjadi korban dalam peristiwa tersebut, termasuk sektor perekonomian. Pada awal masuknya Covid - 19 di Indonesia, banyak dari mereka menjadi salah satu korban PHK dari perusahaan yang mereka tempati, karena penghasilan yang dihasilkan oleh perusahaan tidak mampu menggaji para pegawai.

Akibat dari banyaknya pekerja yang dirumahkan dan harus bersaing dengan para mahasiswa yang lulus pada tahun tersebut, menjadikan pilihan untuk bekerja di negara orang sebagai solusi terbaiknya. 

Adapun 5  alasan yang cocok terkait mengapa para pekerja di Indonesia lebih memilih menjadi pekerja Ilegal di negara tetangga :

1. Kurangnya Lapangan Pekerjaan di Indonesia

Lapangan Pekerjaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) di sebuah negara memang haruslah seimbang agar tidak mengakibatkan angka pengangguran di sebuah negara menjadi melonjak. Karena melonjaknya masyarakat yang mencari pekerja tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang ada, justru akan memberikan dampak yang tidak baik bagi negara tersebut. 

Jika, kualitas dari Sumber Daya Manusianya tidak segera diperbaiki, maka hal tersebut tidak hanya membuat angka pengangguran yang tinggi melainkan juga dapat menyebabkan angka kriminalitasnya meningkat. 

Karena hal tersebut, banyak dari mereka memilih menjadi pekerja di Luar Negeri karena merasa dirinya tidak akan mampu bersaing dengan generasi - generasi muda yang memiliki pendidikan dan keterampilan yang lebih baik dari dirinya. 

2. Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang Rendah

Alasan kedua yang menjadi faktor mengapa pekerja ilegal masih banyak di Indonesia adalah SDM yang masih rendah. Hal ini tidak dapat dipungkiri, karena tidak sedikit dari mereka yang masih kesulitan untuk bersekolah, terlebih lagi dalam lingkup pedesaan yang kurang mendapat perhatian dari lembaga pemerintah.

Pemerintah pada hakikatnya mempunyai peran pening untuk memberikan sosialisi mengenai pentingnya bersekolah dan meningkatkan kreativitas dalam dirinya sendiri. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat memiliki kesadaran diri untuk meningkatkan kualitasnya menjadi lebih baik.

Pintar tidak hanya dinilai dari angka, tapi juga dari kreativitas yang ada dipikirannya. 

3. Gaji 

Uang memang bukanlah segalanya, tapi tanpa uang hidup kita pasti akan sengsara. Kita tidak bisa berbohong, bahwa sebagian dari kita pasti juga menginginkan gaji yang tinggi tanpa harus bersusah payah. Hal tersebut juga sama seperti yang dirasakan para pekerja yang memutuskan untuk menjadi pekerja ilegal di negara tetangga tersebut.

Banyak dari mereka yang di iming - imingi dengan gaji yang banyak tanpa susah payah mengurus dokumen apa - apa, mereka cukup membayar sebesar nominal yang sudah ditentukan oleh  orang yang menjadi penyalur tenaga kerja ilegal tersebut.

Di saat mereka bersusah payah mencari pekerjaan dan uang di negara sendiri, namun syarat yang diberikan tidak sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang mereka punya, lalu tiba - tiba datang seseorang yang menawarkan pekerjaan tanpa harus bersusah payah mengurus dokumen apa - apa dan dengan iming - iming gaji yang besar, pasti tawaran tersebut akan menjadi opsi terakhir yang akan dipilih.

4. Kemudahan Dokumen

Iming - Iming yang diberikan pihak penyalur TKW ilegal adalah dengan mengatakan bahwa "Kamu cukup bayar saya dengan angka sekian, maka semua dokumen kamu akan segera selesai, dan kamu bisa bekerja di luar negeri dengan mudah" 

Karena ucapan tersebutlah sebenarnya yang menjadi faktor banyaknya pekerja ilegal asal Indonesia di berbagai negara, namun jika kita pikirkan kembali dampak yang terjadi jika menjadi pekerja ilegal juga tidak main - main. 

Selain itu, menjadi pekerja di Luar Negeri juga memiliki risiko yang sangat tinggi, karena jika kita bekerja di luar negeri secara ilegal, negara tidak bisa membantu banyak jika kita mengalami sesuatu hal yang buruk di negara tersebut, justru negara akan mendapat teguran karena tidak mampu menjaga masyarakatnya.

5. Umur

Tidak hanya di Indonesia menjadi pekerja di luar negeri juga memiliki batasan umur, untuk mengurangi risiko yang bisa saja terjadi jika memperkerjakan orang yang sudah berumur. Mengingat, bekerja menjadi TKW di luar negeri harus memiliki fisik yang kuat, karena pekerjaan yang mereka lakukan tidaklah mudah.

Oleh sebab itu, demi keselamatan semua orang , menjadi pegawai ilegal di negara orang bukanlah pilihan yang tepat. Karena Negara sudah memberikan fasilitas dan juga menjamin keselamatan para pekerja di luar negeri secara resmi. Karena menjadi pekerja ilegal tidak hanya dapat memberikan kesulitan kepada kalian di masa depan, namun juga akan memberikan kesulitan kepada keluarga kalian di rumah.