Menginjak usia remaja sebagian dari kita pasti merasa banyak hal kurang adil terjadi dalam hidup kita. Usia remaja memang menjadi usia yang sangat krusial di mana kita akan lebih mudah overthinking.

Akibat hal tersebut membuat kita sering khawatir apalagi melihat pencapaian orang lain yang lebih banyak dari kita. Bukan karena iri, tetapi kita melihat mengapa orang-orang terlihat mudah mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan. 

Pencapaian yang dilakukan orang lain menjadi perbandingan untuk diri kita. Dari perbandingan itulah lahir krisis percaya diri.  Krisis tidak percaya diri berakibat kita tidak memiliki niat untuk maju dan berubah lebih baik.

Kita juga tak lepas dari ekspektasi keluarga yang tinggi kemudian menjadi beban bagi diri kita. Apalagi hingga sekarang, kita merasa belum memberikan apa-apa kepada mereka. 

Kita merasa sudah berjuang dalam menggapai apa yang kita inginkan, tetapi kita sering gagal. Di sisi lain, kita harus menyadari bahwa proses masing-masing orang berbeda. Mungkin kita melihat teman kita mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan mudah. Tetapi kita tidak tahu apa saja yang telah mereka korbankan dan perjuangan.

Kita harus selalu yakin atas usaha yang sudah kita lakukan dan jangan selalu mendengarkan kata orang yang hanya akan menjatuhkan kita. Apalagi selalu mendengarkan mereka yang selalu membanding-bandingkan pencapaian kita dengan orang lain, hal itu justru hanya akan membuat mental kita down dan kita akan merasa stress.

Sejatinya, kita harus meyakini bahwa kesuksesan merupakan hal yang pasti apabila kita bekerja keras dan terus berusaha. Ingat pepatah, “Usaha tidak menghianati hasil”. 

Hal tersebut dapat menjadi motivasi kita bahwa dengan kegigihan dan semangat kita pasti akan mencapai apa yang kita inginkan. Dengan demikian, kita harus meningkatkan rasa percaya diri dalam diri kita dan berusaha fokus pada pengembangan kemampuan yang kita miliki.

Lalu, bagaimana cara kita meningkatkan rasa percaya diri?

Berikut tips yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri,

1. Selalu percaya bahwa semua hal akan datang di waktu dan kondisi yang tepat. Meskipun dengan bekerja lebih cepat mendapatkan hasil yang cepat juga, kita tidak boleh lupa bahwa semua sudah digariskan oleh Tuhan. Tetapi tetap optimis bahwa kita bisa mencapai tujuan yang diinginkan.

2. Berdoa dan berusaha dalam kondisi apapun. Jangan lupa dengan kekuatan doa. Karena sejatinya ikhtiar tanpa doa juga sia-sia.

3. Selalu berusaha berdamai dengan diri sendiri dan ekspektasi. Berdamai dengan diri dan ekspektasi membuat kita lebih bersyukur dengan kondisi kita. Dan mencoba untuk tidak membandingkan serta iri terhadap pencapaian orang lain. 

4. Berusaha memperbaiki dan memotivasi diri untuk selalu bersemangat. Memotivasi diri  akan mendorong kita untuk terus berjuang dan tidak mengeluh untuk jalan yang kita pilih. 

5. Memahami bahwa kesuksesan itu siapa yang bersabar dan terus berjuang. Kegagalan yang kita dapatkan menjadi pengalaman berharga. Juga menjalani sebuah proses dalam mencapai tujuan  membuat diri kita menjadi lebih kuat.

6. Selalu fokus terhadap diri sendiri dan manfaatkan waktu. Fokus pada pencapaian yang kita ingin menjadi salah satu cara untuk kita meningkatkan rasa percaya diri. Karena dengan fokus, kita akan  memikirkan dan membuat keputusan yang penuh pertimbangan 

Masa remaja adalah masa di mana kita harus membangun rasa percaya diri untuk bekal kita saat dewasa. Kita harus selalu percaya terhadap kemampuan yang kita miliki. Semua orang memiliki kelebihan masing-masing sehingga jangan pernah menghakimi diri kita karena tidak memiliki kemampuan yang orang lain miliki. Jadi, sebagai manusia melewati sebuah proses adalah kewajiban yang pasti semua orang akan mengalaminya. 

Akan tetapi, semua itu pada akhirnya akan kembali lagi pada diri kita. Apakah kita percaya dengan kemampuan yang kita miliki dan yakin dengan usaha yang telah kita lakukan. Yang terpenting saat ini adalah kita harus fokus terhadap mimpi kita bukan membandingkan diri dengan orang lain.

Apabila kita selalu membandingkan diri dengan orang lain, kita tidak akan bisa fokus terhadap diri kita. Hal tersebut akan membuat kita menjadi pribadi yang tidak percaya diri. Oleh karena itu, berhentilah membandingkan diri dengan orang lain dan konsisten terhadap kerja keras yang kita lakukan. Kita harus percaya bahwa setiap kesulitan pasti suatu saat akan berganti dengan kebahagiaan.

Hidup ini bukanlah kompetisi di mana kita harus berlari mencapai garis finish terlebih dahulu. Matahari butuh senja untuk tenggelam, begitu juga manusia butuh proses untuk mencapai tujuan.

Seperti kata Bapak Dahlan Iskan, "Setiap orang mempunyai jatah gagal, habiskan jatah gagalmu ketika kamu masih muda". Oleh karena itu, karena kita masih muda mari kita berusaha, pantang menyerah dan selalu bersyukur atas apa yang kita miliki karena hal tersebut akan lebih baik kita tanamkan pada diri kita daripada terus membanding-bandingkan pencapaian kita dengan orang lain.