Menunda pekerjaan memang menyenangkan. Alih-alih mulai menyelesaikannya, kamu memutuskan untuk rebahan sembari scrolling media sosial. Ada banyak alasan mengapa kamu memilih menunda pekerjaan.

Deadline yang masih panjang, mood kurang baik, atau notifikasi pesan yang tiba-tiba muncul lantas menyita banyak waktumu.

Pertanyaan pertama, apakah kamu salah satu orang yang sering berperilaku seperti itu? Jika iya, kamu sedang melakukan prokrastinasi. Sederhananya, prokrastinasi adalah memilih untuk menunda pekerjaan daripada mengerjakannya hari ini.

Pertanyaan selanjutnya, apakah ini perilaku yang buruk? Tentu saja iya, tetapi saya yakin bahwa banyak dari kita yang pernah menunda pekerjaan. Sebab ini bukan soal baik buruknya, tetapi pengaruh terhadap kualitas pekerjaan kita.

Bagaimanapun juga pekerjaan yang dikerjakan dengan tergesa-gesa akan berbeda hasilnya ketika dipersiapkan matang-matang. Maka dari itu, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan guna mengatasi prokrastinasi!

1. Motivasi Dirimu!

Sewaktu menunda pekerjaan, mungkin kamu lupa bahwasanya itu adalah kesenangan semu. Ya, hingga akhirnya kesenangan tersebut berubah menjadi beban berat saat deadline mendekat. Kamu harus begadang. Kamu harus mengerjakannya dengan penuh tekanan. Akhirnya, kamu mengerjakan seadanya.

Bagaimana jika sedari awal kamu punya alasan atau motivasi yang kuat untuk memulai. Misalnya, memiliki kencan bersama pacar dan enggak mau terganggu akibat pekerjaan, akhirnya kamu mengerjakannya segera. 

Bisa juga takut akan hasil yang jelek lalu orang-orang tahu dan kamu merasa malu. Akhirnya pekerjaan dikerjakan lebih awal dengan persiapan lebih matang.

Banyak hal bisa membuatmu termotivasi. Oleh sebab itu, temukan hal apa yang bisa memotivasimu!


2. Mulai dengan Mencicilnya!

Seperti kata pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Itulah prinsip yang patut diterapkan ketika sedang merasa enggan memulai pekerjaan. Sebab, kerap kali kita terjebak dalam ilusi produktif.

Menunda pekerjaan dan berjanji akan mengerjakannya dengan maksimal di kemudian hari. Sayangnya janji itupun hanya sekadar janji. Keesokan harinya kamu akan berjanji lagi!

Seharusnya, ketimbang berjanji untuk memulai sesuatu di esok hari kenapa enggak dikerjakan sekarang saja? Apakah kamu berharap pekerjaan tersebut selesai dalam sekali kerja! Bayangkan saja, untuk memulainya pun kesulitan. Bagaimana bisa berharap menyelesaikannya dalam sekali kerja.

Toh dengan mencicil, kamu jadi bisa melakukan kegiatan lainnya. Menonton satu episode series mungkin. Kecenderungan menumpuk pekerjaan dan mengerjakannya sekaligus sebaiknya dihindari, terlebih saat punya waktu lebih!

3. Jangan Menunggu Mood!

Bekerja dalam suasana yang baik tentu membuatmu lebih bersemangat. Akan tetapi, kalau mood tersebut tak kunjung datang, apa iya akan terus-terusan menantinya. Acap kali ia dijadikan alasan agar kamu bisa menunda pekerjaan kemudian bersantai. Apa betul demikian?

Sebab prokrastinasi terjadi salah satunya akibat bad mood. Perasaan ragu untuk menyelesaikan pekerjaan, ide buntu, hingga tuntutan perfeksionis.

Ketimbang menunggu mood-mu baik kenapa enggak menciptakannya? Buatlah lingkungan kerjamu senyaman mungkin! Suka ngemil? Kenapa enggak? kerja sambil ngemil juga boleh kok (tergantung situasi kondisi sih).Pokoknya cari hal apapun yang bisa jadi mood boster-mu! Coba deh putar dulu playlist lagu favoritmu, siapa tahu jadi tambah semangat?

4. Hindari Menjadi Perfeksionis

Barangkali kata perfeksonis menjadi sebuah lema yang amat sangat ingin tersemat bagi beberapa orang. Mengingat ia menjadi tanda akan kesempurnaan, istimewa, dan paripurna. 

Dalam beberapa momen, kita bisa jumpai betapa perfeksionisme menjadi semacam pegangan dalam bekerja—ataupun mengerjakan sesuatu. Padahal, sikap ini cenderung mendorongmu melakukan prokrastinasi.

Tatkala mendapatkan pekerjaan yang sebenarnya sederhana tetapi justru berusaha mati-matian guna mengerjakannya dengan sangat sempurna, maka akan membuatmu mudah menyerah. Kamu memasang target terlalu tinggi tanpa disadari untuk memulainya pun bakal kesulitan.

Membayangkan hasil pekerjaan yang sempurna, tepuk tangan teman-teman saat presentasi, hingga pujian atasan. Sayang, sewaktu mulai mengerjakannya dan menemui kesulitan atau merasa pekerjaanmu kurang, kamu lantas berhenti.

Dunia seolah hanya ada sempurna dan tidak sempurna. Seolah semua harus menjadi sempurna, kalaupun enggak bisa sekalian saja kerjakan asal-asalan!

Pekerjaan pun terbengkalai, kamu memilih untuk rehat menunggu mood yang bisa membuatmu bekerja dengan hasil maksimal.

Perlu disadari, bahwa kamu enggak perlu membebani diri dengan hasil sempurna. Kerjakanlah semaksimal mungkin. Ketika hasil mengecewakanmu, tarik napas dan katakan “Aku sudah berusaha dengan keras, dan itu bagus, lain kali akan datang hasil yang baik”.

5. Beri Reward ke Diri Sendiri juga Perlu

Kerja terus bagai kuda, sampai lupa kalau ngasih hadiah ke diri sendiri juga penting lo! Dengan memberikan hadiah pada diri sendiri, harapannya kamu jadi lebih semangat untuk menyelesaikan pekerjaanmu.

Namun ingat! Hadiah setelah pekerjaan selesai dong. Dengan begitu, kamu terpacu untuk sesegera mungkin menyelesaikan pekerjaanmu. Misalnya, menonton film di bioskop malam minggu nanti. Alhasil, ada dorongan untuk mengerjakannya sesegera mungkin. 

Demikianlah 4 tips mengatasi prokastinasi yang bisa kamu terapkan. Ingat, dengan menunda enggak akan menyelesaikan pekerjaanmu tetapi justru mengulurnya. Bagaimanapun juga ia pasti kamu selesaikan jua. Jadi, selagi ada waktu baiknya segera kerjakan!