Cuaca pagi ini sangat mendung dan menyenjukkan mata. Pohon-pohon tampak basah akibat diguyur hujan semalaman. Bunyi kodok saling bersahutan dalam semak belukar didepan rumah Kemala. Bunyi kodok itu selalu saja membuat keributan di kala hujan melanda, dan sudah pasti menggangu Kemala saat mengikuti pembelajaran daringnya.

Kemala adalah seorang mahasiswi semester 5 di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, fakultas dakwah dan komunikasi dari program studi ilmu komunikasi. Dalam keseharian, Kemala yang kerap dipanggil Mala ini merupakan gadis yang humoris dan sedikit lamban dalam berpikir. Ia tinggal di kota Pekanbaru Riau. Semenjak ibunya meninggal, Kemala hanya tinggal bersama ayah dan dua adik perempuannya.

Kemala yang selalu terlihat ceria dan humoris, namun dalam hati kecil sangat merindukan sosok almarhumah ibu nya. Dimana ibu Mala yang selalu siap mendengar keluh kesah, manja nya, dan tidak pernah membiarkan Mala kerepotan sendiri mengerjakan pekerjaan rumah dan membagi waktu untuk belajar dan bermain.

Sedikit bercerita mengenai sosok almarhumah ibu Kemala, ia termasuk ibu rumah tangga yang terbilang awet muda dan tetap cantik meski telah memiliki 4 orang anak. Menikah muda diusia 19 tahun dan menghembuskan nafas terakhirnya di usia 47 tahun.

Singkat cerita pagi pun menyapa...

Kuk kuruyuk… kuk kuruyuk… mendengar bunyi ayam berkokok, Mala langsung reflek meloncat dari tempat tidurnya. Seperti biasa, setiap pagi Mala harus bergegas untuk bangun subuh melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim dan seorang kakak tertua untuk membersihkan rumah, memasak sarapan, dan bersiap untuk mengikuti perkuliahan daring.

Setelah pekerjaan rumah selesai pukul 07.00 WIB, Mala menerima chat grup WhatsApp kelasnya yang berisi bahwa tugas mata kuliah penulisan artikel harus segera dikumpul. Setelah membaca isi pesan tersebut, Mala bersyukur karena semalam ia sudah selesai mengerjakan tugas itu. 

Namun, ada satu teman Mala yang belum siap dan akhirnya terjadi lah dialog singkat antara Mala dan temannya itu:

Wita: Mala, kamu udah siap tugas penulisan artikel?

Mala: alhamdulillah udah Wit, kamu sendiri udah?

Wita: nah, itu dia masalah nya semalam aku ketiduran la, jadi aku belum siap tugasnya.

Mala: hmmm, gimana dong?

Wita: yaudahlah gak papa, semoga aja nama aku gak dipanggil bapak. Hehehehe…

Mala: semoga aja, wkwkwk…

Percakapan mereka pun berakhir…

Singkat cerita, perkuliahan daring Mala sudah selesai pukul 10.25 WIB. Sebenarnya didalam hati, Mala bersyukur dan sedikit senang dengan diberlakukan kuliah daring ini. Bagaimana tidak, dia gak perlu repot untuk berpakaian rapi seperti saat perkuliahan offline. Dengan memakai daster dipadu dengan jilbab sarung, dia sudah bisa mengikuti perkuliahan. Selain itu, Mala juga bisa melakukan kegiatan ganda lain saat mengikuti perkuliahan daring, seperti mengikuti webinar sesekali, minum, makan cemilan, dan lainya.

Setiap mengikuti pembelajaran daring, Mala selalu saja mengalami kendala yang membuat ia kesal saat perkuliahan sedang berlangsung. Misalnya, masalah jaringan yang hilang timbul dan membuat ia keluar masuk Zoom atau Google Meet, sehingga ketertinggalan informasi yang disampaikan oleh dosen. Oleh sebab itu, mala terpaksa mengganti kartu paket XL nya dengan kartu paket TELKOMSEL agar jaringannya lancar. 

Sebenarnya Mala agak sedikit miris harus mengeluarkan uang untuk membeli kuota TELKOMSEL yang mahal setiap bulan. Belum lagi, Mala harus mencari tempat yang strategis agar suara bising dari proyek pembangunan PT didaerah perumahannya tidak kedengaran. Walau begitu, Mala selalu berusaha untuk semangat dalam belajar.

Meskipun kuliah daring membawa beberapa kemudahan, namun Kemala sangat rindu untuk bisa kembali merasakan kuliah offline atau tatap muka di kampus. Bertemu dengan teman-teman, makan di warung lesehan Buluh Cina, dan sholat berjamaah di masjid AL-jami’ah UIN Suska Riau tercinta.

Selama menjalani perkuliahan online, jujur saja Kemala banyak mengambil hikmah positif di masa pandemi covid19 ini. Ia yang dulunya kurang pandai bersosialisasi dengan lingkungan, kini semenjak Pandemi ia lebih pandai bergaul dengan masyarakat di tempat tinggal nya. Belum lagi, saat ini ia semakin semangat dan terus memotivasi diri agar mendapat nilai yang lebih baik di kampus meski dengan kondisi belajar daring.

Meski dalam suasana pandemi Covid-19 dan dengan segala kesibukan, Mala selalu menyempatkan diri bersama keluarga untuk pergi liburan ketempat wisata yang ada di sekitaran Riau disaat ia sedang libur kuliah. Paling tidak satu bulan sekali, ia pergi liburan bersama ayah dan kedua adik perempuannya. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan penat dan stress selama beberapa minggu menjalani aktivitas.

Walau menjalani segala aktivitas dari dirumah, Mala juga tak pernah lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan pola makan nya. Bagaimana tidak, hari demi hari ia merasa tubuhnya semakin berisi saja. Belum lagi, ia sudah lama tidak pergi Jogging ketempat favoritnya yang ia lakukan setiap satu Minggu sekali.

Begitulah keadaan Kemala selama menjalani aktivitas dirumah aja dan belajar online, meski dengan segala suka maupun duka. Mala berdoa dan berharap agar pandemi Covid-19 segera berlalu, bisa kembali menjalani segala aktivitas dengan normal, meski ntah kapan harapan ini terkabul dan waktu itu akan datang.