Di zaman yang serba modern ini, hampir semua kalangan kini telah menggunakan gadget seperti handphone, komputer, kamera untuk mengakses sebuah hiburan semata. Dengan adanya gadget kita bisa mencari sebuah hiburan melalui internet, salah satunya yang sering diakses oleh kalangan anak-anak untuk mencari hiburan yaitu game.

Kebanyakan anak-anak memainkan game untuk menghilangkan rasa jenuh maupun bosan dan juga mengisi waktu luang serta menuangkan hobi jika dia memiliki.hobi bermain game. Akan tetapi, akhir-akhir ini kita sering menjumpai fenomena anak-anak yang melakukan aksi sujud freestlye ala karakter game yang ada pada Free Fire.

Kita sempat digegerkan video aksi bocah melakukan freestlye saat salat tarawih. Di video tersebut, tampak aksi anak kecil yang dengan santainya melakukan sujud freestlye ala karakter Free Fire. Mereka mengangkat kedua kaki ke atas dan tangan seperti push up menahan tubuh saat salat.

Fenomena tersebut diambil dari emote atau gaya dari game free fire. Free fire sendiri merupakan game rilisan garena bertemakan peperangan dan tembak menembak atau yang biasa disebut battleground royale. Penggunanya kebanyakan masih di bawah umur.

Game ini dapat dimainkan di handphone yang memiliki spesifikasi yang tergolong cukup rendah dibandingkan game lainnya. Rata-rata di Indonesia sekarang anak di bawah umur sudah dibekali handphone yang berspesifikasi cukup untuk memainkan game tersebut. Tak heran banyak anak-anak sekarang mengetahui game ini atau memainkannya.

Di game Free Fire,kita disajikan berbagai item atau benda keren dan unik yang bisa digunakan di game tersebut. Salah satu contohnya yaitu fitur emote atau semacam tarian setelah meraih kemenangan atau ketika berada didalam game. Ketika anak-anak memainkan game ini, secara tidak sadar saraf motorik pada anak merekam segala aktivitas yang ada pada game tersebut kedalam otak mereka.

Umumnya pada saat salat tarawih, anak-anak sering merasa bosan dan capai. Sebab itu, kita sering menjumpai mereka sedang bercanda ketika salat tarawih di masjid. Alhasil ketika salat berlangsung, mereka reflek dan melakukan sujud freestlye tersebut dikarenakan sudah tertanam dikepala mereka tentang game tersebut.

Saya juga sampai bertepuk jidat saat mengetahui fenomena tersebut. Sering kali saya menjumpainya di media sosial maupun di masjid didekat rumah saya. Saya ambil contoh dari media sosial pada akun @dagelan di Instagram pada postingan tanggal 13 april 2021. Pada postingan tersebut tampak seorang bocah dengan santainya melakukan freestlye saat sujud dengan cara push up dilanjut gerakan handstand dengan kedua tangan menahan tubuh.

Salah siapakah fenomena freestlye ini?

Ditengah keviralan ini, kita seharusnya tahu siapa yang patut disalahkan atas fenomena ini. Saya memiliki 2 perspektif yaitu dari pengaruh lingkungan dan kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak mereka.

Dari pengaruh lingkungan sekitar, banyaknya anak-anak yang memainkan game free fire ini sangatlah berpengaruh terhadap sikap anak yang akhirnya ikut-ikutan bermain game tersebut. Awalnya mereka tidak memainkan game ini dan lebih memilih bermain game berbasis offlane karena tidak memakai internet agar bisa masuk kedalam game. Secara bertahap mereka akan memainkan game free fire untuk berbaur dengan anak-anak lain agar terlihat.

Sementara itu dari segi lingkungan keluarga, minimnya pengawasan orang tua terhadap anaknya saat mereka bermain game. Peran orang tua penting untuk mendampingi mereka dalam melakukan sesuatu.

Sayangnya, kebanyakan orang tua sekarang justru lalai mengawasi anaknya saat bermain game yang bisa dikatakan masih belum boleh dimainkan oleh anak di bawah umur. Pahadal sudah tertera di game free fire batasan umur anak yang memainkan game ini adalah anak usia 12 tahun ke atas.

Adanya fenomena sujud freestlye juga menjadi mengkhawatirkan baik orang tua maupun orang sekitar karena jika dilakukan yang belum profesional atau yang sudah melakukan gerakan ini sebelumnya bisa mengakibatkan luka bahkan patah tulang.

Tanggapan MUI dan GARENA

Melihat fenomena tersebut yang meresahkan banyak orang, garena sebagai pengembang sekaligus penerbit game Free Fire tak tinggal diam. Garena Free Fire menghimbau kepada pemain terutama anak-anak yang masih di bawah umur agar tidak melakukan sujud freestlye saat melakukan ibadah.

Melalui postingan di akun instagram pada 27 April kemarin, Garena Free Fire membagikan foto dan caption untuk menghimbau seluruh pemainnya agar tidak melakukan emote push up ketika beribadah.

"Emote tersebut kami ciptakan hanya untuk dimainkan di dalam game saja. Jadi, kapan pun dan dimanapun kalian berada, jangan ditiru ya! Yuk, tetap semangat laksanakan ibadah dengan baik dan benar."tulis Garena Free Fire Indonesia di postingan instagram @freefirebgid 27 april lalu.

Fenomena aksi sujud dengan emote push-up Free Fire juga mendapat tanggapan dari wakil ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Melansir Kompas.com, Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas menanggapi aksi freestyle yang dilakukan oleh anak-anak kecil tersebut adalah keusilan anak yang wajar. Anwar Abbas juga mengingatkan orang dewasa yang mengetahui aksi anak-anak itu di dalam masjid agar bersikap arif saat menghadapinya.

“Kita harus bisa mendidik dan membimbing mereka. Kalau dia salah kita betulkan dan kita luruskan dengan baik-baik sehingga mereka sadar akan kesalahannya dan mereka betah serta senang berada di masjid,” ujar Anwar yang GridGames kutip dari laman Kompas.com.