1/ Yang Muda yang Energik

Nanang Riyadi tak pernah menyangka dirinya akan lolos CPNS dan ditempatkan mengajar di MTS N 5 Kerinci sebagai guru Matematika. Baginya, ini merupakan salah satu nikmat Tuhan yang patut disyukuri. 

Namun jauh sebelum ia berada di bumi sekepal tanah surga ini, dirinya pernah berandai-andai hijrah ke sebuah kota yang jauh dari tanah kelahiran. Barangkali sebab itulah semesta merespons keinginannya dan Tuhan memeluk mimpi-mimpi baiknya itu.

Nanang merasa betah berada di lingkungan madrasah yang sudah ia anggap sebagai rumah kedua. Selain gurunya ramah-ramah, ia merasa tertantang membuat perubahan kecil yang kelak akan membawa dampak yang besar; bukan hanya untuk dirinya semata, melainkan juga untuk masa depan madrasah.

Betapa tidak, detik-detik mendebarkan ketika dirinya ditunjuk sebagai ketua OSIM (Organisasi Siswa Madrasah) saat rapat guru, pernah sontak membuatnya seperti tersambar petir lantaran tidak ada diskusi sebelumnya antara dirinya dan kepala madrasah. 

Pemuda kelahiran tahun 1990 ini mengatakan bahwa ini kali pertama dirinya menjadi pembina OSIM. Sungguh, di dalam sanubarinya, ia tidak pernah menyangka akan menerima jabatan ini.

Nanang Riyadi bersama panitia Pemilu Ketua OSIM  2019-2020

Tahun Ajaran 2019-2020 sudah berjalan, namun belum ada pemilihan ketua OSIM yang baru. Jabatan Ketua OSIM masih dipegang oleh siswa yang kini sudah duduk di kelas sembilan. 

Nanang pun memutar kepala. Ia ajukan proposal pemilihan umum Ketua OSIM (26/07) kepada kepala madrasah. Di luar dugaan, kepala madrasah menyambut antusias dan mendukung penuh usulannya itu.

Anggota OSIM demisioner cukup kooperatif membantu Nanang. Mereka pun melakukan seleksi dan verifikasi bakal pasangan calon (31/07) dan dipilihlah tiga paslon, yakni nomor urut 1: Ega Aidil S dan M. Alghifari mewakili kelas delapan dan kelas tujuh. Nomor urut dua: Amril Ilyas dan Maizaldi Praditia dari kelas delapan dan kelas tujuh. Sementara nomor urut tiga: Shelvy Dwi M dan Jumaida Marsa, yang keduanya merupakan perwakilan kelas tujuh.

paslon nomor urut dua

Tahapan selanjutnya pada 1 -3 Agustus 2019, tiap pasangan calon melakukan kampanye terbuka di atas mimbar. Siswa yang berkumpul di lapangan menyambut riuh sekaligus menimbang-nimbang visi misi ketiga paslon yang kelak gambar salah satunya akan mereka coblos di hari H pemilu. Sementara para guru dan karyawan sekolah menerima undangan untuk datang ke bilik suara.

Nanang merasa senang, tentu saja, sebab sebelumnya pemilihan ketua OSIM tidak melalui pemilu yang menggunakan surat suara, kotak suara, dan bilik suara. Ini kali pertama ia akan menyajikan pesta demokrasi mini di madrasah. Selain untuk pembelajaran politik dan menumbuhkan kesadaran pemilu, siswa dianjurkan untuk tidak golput dan memilih pasangan calon Ketua OSIM  dengan hati nurani.

Kegiatan ini begitu menggembirakan bagi Nanang karena banyak pihak yang mendukung, juga partisipasi aktif dari kawan-kawan majelis guru dan panitia. Namun di balik kegembiraannya itu, ada beberapa kendala yang ia hadapi.

Karena kegiatan semacam ini masih tergolong baru, maka Nanang harus banyak memberikan instruksi yang bersifat prosedural atau teknis di lapangan. Nanang menambahkan bahwa pemilihan Ketua OSIM sebelumnya  tanpa dilakukan kegiatan prosedur pemilu, melainkan hanya menunjuk siswa untuk memimpin kepengurusan OSIM.

2/ Pesta Demokrasi Mini di Madrasah

Pagi itu, Senin (05/08), gerimis turun dengan begitu mesranya, membasahi jiwa-jiwa yang tengah berkumpul di lapangan. Kepala madrasah memberikan sambutan, sedangkan para guru dan karyawan sekolah sudah duduk manis di hadapan siswa. Raut wajah mereka seperti mengutarakan ketidaksabaran untuk masuk ke bilik suara.

Sekitar pukul sembilan, seremoni pembukaan selesai sudah. Gerimis yang tiba-tiba hilang ditelan mendung dan matahari sembunyi entah di mana. Empat TPS (Tempat Pemungutan Suara) sudah tersusun rapi : TPS 1 dan TPS 2 ada di depan kantor guru, TPS 3 dan TPS 4 berada di depan kelas IX C dan IX D.

Kepala MTS N 5 Kerinci menyumbangkan suaranya ke kotak suara

Para guru dan karyawan sekolah tampak menikmati kudapan yang mereka ambil dari kotak warna-warni segi empat. Tak berapa lama, pembina OSIM menjelaskan bahwa dua bilik suara yang berada di depan kantor majelis guru memang dikhususkan untuk para majelis guru dan karyawan sekolah.

Sementara para siswa diperbolehkan langsung menuju TPS 3 dan TPS 4 sesuai kelas yang telah ditentukan. Usai majelis guru dan karyawan sekolah mencoblos pilihannya, siswa yang belum mencoblos diperbolehkan mencoblos di bilik suara depan kantor majelis guru. Jadi, pesta demokrasi ini bukan semata milik siswa, melainkan milik semua. Pemilu Ketua OSIM menyatukan yang sempat retak dan terserak.

Siswa/guru/karyawan yang datang ke bilik suara, diberikan surat suara yang berisi gambar tiga paslon. Setelah mencoblos dengan paku, surat suara dimasukkan ke dalam kotak suara dan meninggalkan bilik suara. Memang, tidak ada pencelupan tinta ungu di jari manis sebagaimana pemilu sesungguhnya, sehingga tidak menutup kemungkinan siapa saja bisa kembali ke bilik suara untuk menyumbangkan suaranya lebih dari satu kali.

Namun Nanang meyakini bahwa para guru dan karyawan sekolah dapat menjadi teladan sehingga mereka tidak mungkin melakukan kecurangan. Bagi guru dan karyawan sekolah yang tidak ikut serta dalam pemilu, sejauh ini tidak ada sanksinya. Selanjutnya, bagi siswa yang tidak ikut pemilu, akan diserahkan ke Waka Kesiswaan – Buya Reynold – karena kegiatan ini merupakan semangat awal untuk menumbuhkan kesadaran pemilu.

Tak sedikit para guru dan karyawan sekolah yang mengabadikan momen dengan ponsel pintarnya, baik itu selfie maupun wefie. Langkah baru, semangat barudan cita-cita yang baru akan masa depan madrasah begitu terasa sampai ke hati, menusuk-nusuk sanubari yang entah.

guru dan panitia berfoto d TPS 1

Usai pemilu, panitia langsung melakukan rekapitulasi penghitungan suara disaksikan oleh siswa-siswi di depan kantor majelis guru. Tampak siswa mengerumuni lokasi penghitungan karena saking penasaran akan pemimpin mereka yang baru. Ternyata suara terbanyak diraih oleh nomor urut dua, selanjutnya nomor urut satu, dan nomor urut tiga. Tak berapa lama dilakukan penyerahan jabatan oleh ketua OSIM lama ke ketua OSIM baru masa bakt 2019-2020.

Pembina Osim bersama  eks Ketua OSIM dan Ketua OSIM terpilih

Tuhan sudah memberikan suaranya melalui suara siswa. Ada yang berdebar tiba-tiba, entah itu perasaan haru atas berhasilnya acara atau juga kekhawatiran yang bersarang di dalam dada. Voila nomor urut dua! Di Pilpres kau kalah, ternyata nasibmu tak jauh dari angan-angan penggemar nomor dua di pemilu lalu.