4 bulan lalu · 71 view · 6 menit baca · Kesehatan 84991_16562.jpg
@KemenkesRI

Stunting

Cegah Stunting Wujudkan Generasi Emas

Stunting merupakan kekurangan gizi dalam waktu yang lama akibat asupan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi sehingga menjadi masalah yang kronis. Masalah ini dimulai karena kurangnya pengetahuan ibu dan orang sekitar mengenai asupan yang tepat bagi bayi dalam kandungan, kurangnya kebersihan lingkungan dan sanitasi/ sistem air yang kurang tepat atau bahkan buruk. Sehingga bayi mengalami permasalahan dalam pertumbuhan dan perkembangan sejak dalam kandungan, yang bisa di lihat saat si buah hati menginjak usia dua tahun. 

Stunting sangat mempengaruhi penampilan fisik anak yaitu tumbuh lebih pendek dari anak seusianya alias kerdil yang paling fatal yaitu melambatnya kemampuan kognitif (mencakup kegiatan mental/otak) sehingga si buah hati yang menjadi harapan bangsa memiliki kemampuan yang kurang maksimal. Padahal harapannya generasi muda dapat membangun perekonomian negara, bersaing secara global dan berproduktifitas tinggi. 

Harapan besar kemajuan bangsa terdapat pada anak-anak muda sebagai generasi penerus. Untuk mencegah masalah stunting agar tidak menjadi masalah yang lebih besar lagi mari kita kenali penyebab dan pencegahan stunting, dengan mengetahui penyebab kita bisa menyimpulkan penanganan/ pencegahan stunting yang tepat.

Penyebab Stunting.

Stunting di pengaruhi oleh berbagai faktor namun garis besarnya karena kurangnya pengetahuan ibu dan orang sekitar mengenai asupan yang tepat bagi bayi dalam kandungan, kurangnya kebersihan lingkungan dan sanitasi/ sistem air yang kurang tepat atau bahkan buruk.

A. Kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang. 

Perlu kita ketahui bahwa masa dalam kandungan adalah masa emas bagi bayi bertumbuh dan berkembang. Dalam proses perkembangan dan pertumbuhan ini lah bayi dalam kandungan membutuhkan asupan gizi yang tepat dan cukup. Perlunya peningkatan zat gizi kalsium, asam folat, protein, zat besi, serat, dan iodium. 

Zat gizi ini bersumber pada kacang-kacangan, hati, ikan, tempe, garam beryodium dan masih banyak lagi. Ibu juga harus mengetahui cara pengolahan bahan pangan yang tepat dan porsi yang tepat bagi ibu hamil. Ketika asupan gizi si buah hati terpenuhi maka proses perkembangan dan pertumbuhan berjalan dengan baik. Pemenuhan nutrisi harus di iringi dengan penuh kasih sayang dari ibu maupun ayah.

B. Infeksi pada awal kehidupan anak.

Di semua unsur kehidupan manusia yaitu tanah, air, udara pasti terdapat kuman. Walaupun terdapat kuman yang membawa manfaat namun sebagai besar kuman menjadi sumber penyakit yang dapat menyebabkan infeksi. Sudah sejak lama kuman sebagai musuh manusia dan sejarah sudah merekam bahwa banyak wabah penyakit yang di sebabkan oleh kuman. 

Dalam kandungan ibu keamanan bayi terhadap kuman sangat terjamin kecuali jika ibu terkena infeksi dan akhirnya kuman menerobos pertahanan plasenta yang kemudian masuk ke dalam peredaran darah janin. Saat bayi lahir itulah pertama kalinya ia terpapar oleh kuman. Semakin banyak terpapar oleh kuman maka akan memperlambat proses pematangan sistem kekebalan tubuh bayi. 

Maka dari itu ibu harus cermat dalam merawat si buah hati. Bahkan telur cacing banyak terdapat pada tanah yang terkontaminasi. Telur cacing biasanya tumbuh dan berkembang pada lahan pertanian yang menggunakan pupuk kotoran manusia dari sinilah telur cacing bisa berpindah-pindah dengan perantara manusia maka dari itu ibu harus selalu memastikan si buah hati menggunakan alas kaki saat berada di tanah lapang. Karena telur cacing dapat terbawa masuk dan berkembang di usus manusia.

C. Sanitasi atau pengadaan air yang buruk.

Menurut Ignasius, dalam riset Kementerian Kesehatan (Kemkes), stunting di sebabkan oleh 40 % karena gizi buruk dan 60 % karena tidak ada air bersih dan sanitasi yang buruk. Kurangnya air bersih dan sanitasi buruk menyebabkan kuman dari kotoran manusia bisa saja menempel pada peralatan dapur atau peralatan rumah tangga di karenakan kurang bersih dalam mencucinya dan akhirnya kuman ikut termakan karena adanya kontaminasi ini. Risiko terburuk yaitu terjadinya infeksi cacing pada usus cacingan). 

Selain itu kurangnya perhatian saat mencucui tangan juga dapat menjadi pemicu kontamiansi kuman. Ini berdampak pada status gizi anak karena ini terbukti dapat mengurangi nafsu makan anak dan akhirnya menghambat proses penyerapan nutrisi yang berdampak meningkatnya kehilangan nutrisi sehingga pertumbuhan dan perkemangan anak terhambat.

Setelah mengetahua dan memahami ketiga faktor ini maka kita harus memperbaiki bersama demi mencegah stunting dan mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, tangguh, unggul dan dapat bersaing secara global. Setelah mengetahui penyebab utamanya kita juga harus mengetahui dan mengaplikasikan pencegahannya.

Pencegahan Stunting.

Pencegahan stunting sebagai salah satu upaya untuk memperbaiki status gizi di indonesia dengan gizi yang baik pada masyarakatnya maka tidak akan mustahil bagi Indonesia menjadi bangsa yang maju. Mari kita aplikasikan perilaku sehat dalam kehidupan sehati-hari untuk pencegahan stunting.

A. Pemenuhan kebutuhan gizi anak yang sesuai pada 1000 hari pertama kehidupan anak. Periode 1000 hari pertama kehidupan anak di mulai sejak konsepsi, pertumbuhan janin dalam kandungan, hingga 2 tahun setelah kelahiran yang meliputi sembilan bulan dalam kandungan ibu atau sekitar 270 hari dan 2 tahun kelahiran si buah hati sekitar 365 di kali 2. Masa ini merupakan masa emas yang sangat penting dan berpengaruh pada pertumbuhan serta perkemabangan selanjutnya. 

Bukan hanya berpengaruh pada tampilan atau fisik namun yang jauh lebih penting yaitu perkembangan intelektual/kecerdasan, kemampuan kognitif, kecerdasan emosional dan jiwa. Artinya nutrisi yang berkualitas dan pemenuhan yang cukup sangat penting untuk si buah hati pada 1000 hari pertama kehidupan anak yang akan menentukan kekebalan dan kesehatan tubuh si buah hati di masa mendatang. 

Banyak sekali risiko yang timbul jika kekebalan tubuh menurun sehingga mudah sakit, tingginya risiko penyakit diabetes, kegemukan (obesitas), penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke, dan pada usia tua berkemungkinan mengalami disabilitas. Dapat di simpulkan bahwa memperhatiakn 1000 hari pertama kehidupan anak sangat penting demi meningkatkan kualitas serta produktifitas sumber daya manusia Indonesia yang harapannya mampu bersaing secara global.

B. Menjaga kebersihan sanitasi dan melakukan konservasi air agar terpenuhinya kebutuhan air bersih. Air menjadi salah satu unsur yang penting bagi kehidupan makhluk hidup. Manusia sangat membutuhkan air dalam kehidupannya dan menjadikan air sebagai kebutuhan primer yang harus terpenuhi. Kualitas kesehatan suatu masyarakat dapat dilihat dari kualitas sanitasi dan ketersediaan air. 

Dengan air yang bebas kuman dan layak untuk di gunakan akan meningkatkan status kesehatan masyarakat. Tentunya kita tidak lagi khawatir akan terjadinya kontaminasi kuman pada air yang menyebabkan berbagai penyakit bermunculan. Namun harapan tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan bahwa sekarang masih banyak yang mengalami kekurangan air bersih layak pakai yang akhirnya berdampak pada sanitasi yang buruk dan banyak penyakit bermunculan. 

Kita seharusnya mulai menyadarinya bahwa kalau bukan kita siapa lagi yang akan bertindak untuk pengadaan air layak pakai. Kita bisa melakukan tindakan untuk mengkonservasi air melalui hal-hal sederhana namun berkelanjutan. Harapannya mampu membumikan kebiasaan baik kepada semua orang, contohnya menanam tanaman di lahan yang kosong, membuat biopori sebagai alternatif mengatasi susahnya resapan air di perkotaan, membudidayakan tanaman yang teruji mampu di jadikan untuk konservasi air contohnya bambu. 

Untuk generasi selanjutnya, marilah kita melakukan tindakan untuk pengadaan air bersih layak dan sanitasi yang baik. Dengan pengadaan air bersih layak dan sanitasi yang baik kita juga turut berupaya menurunkan risiko penyakit infeksi yang di sebabkan oleh telur-telur cacing yang berada di tanah atau air. Air yang bersih mampu menjadi media bebas kuman untuk mencuci peralatan rumah tangga dan mencuci tangan.

C. Melalukan upaya kesehatan dengan mengikuti posyandu dan program kesehatan lainnya. Setelah nutrisi terpenuhi dan air bersih juga di perhatikan maka tidak kalah pentingnya yaitu dengan memantau dan menjaga kesehatan si buah hati dengan upaya-upaya kesehatan utamanya yang di selenggarakan oleh pemerintah. Salah satunya yaitu posyandu sebagai upaya konkret pemerintah mencegah stunting. 

Para kader posyandu telah mempelajari secara detail pola dan praktik pengasuhan anak untuk cegah stunting, konsep dan tata cara pemberian konseling pada ibu, keterampilan 5 meja dasar posyandu dan grafik pemantauan pertumbuhan serta grafik SKDN. Banyak upaya kesehatan yang bisa kita lakukan demi kesehatan, kecerdasan dan ketangguhan si buah hati. Maka dari itu ibu harus ulet dalam mengikut sertakan si buah hati mengikuti berbagai program kesehatan untuk mencegah dari stunting maupaun masalah gizi/kesehatan lainnya.

Harapannya setelah mengenal penyebab dan pencegahan stunting maka kita bisa menjadi agen perubahan atau pelopor untuk Indonesia yang lebih sehat. Semua lapisan mayarakat harus saling bersinergi untuk mencapai tujuan yang sama yaitu mencetak generasi sehat, cerdas, unggul, tangguh dan dapat bersaing secara global. Sumber daya manusia yang berkualitas tentu mampu menjadi insan-insan pembangun perekonomian negara dan mensejahterakan rakyat banyak. Mari kita menjadi insan yang lebih peduli terhadap lingkungan dan kesehatan karena dengan masyarakat dan lingkungan yang sehat akan menunjang pembangunan bangsa.

Salam hidup sehat.

Hidup sehat prestasi hebat.