Dewasa ini, siapa yang tak asing dengan istilah Strict parent.  Strict parent merupakan salah satu tipe orang tua yang suka mengatur anaknya sesuai dengan kemauan dirinya sendiri tanpa menghargai perasaan serta pendapat anaknya. Berdalih dengan kata sayang dan menginginkan yang terbaik untuk anaknya mereka cenderung selalu  mengontrol apa yang dilakukan oleh anak.

Otoriter, itulah pola asuh yang diterapkan para orang tua  strict parent kepada anak-anaknya. Pengawasan yang ketat, aturan yang beraneka macam, serta tuntutan- tuntutan yang seakan-akan sudah menjadi makanan sehari-hari. Rasanya kebebasan pun sudah susah untuk dijumpai.

Mengapa orang tua begitu strict kepada anaknya?

Setiap orang tua pasti memiliki caranya masing-masing dalam mendidik anak, termasuk strict parent ini. Orang tua yang mempunyai standar yang tinggi terhadap anaknya, akan memungkinkan mereka menjadi strict  terhadap anaknya. Menuntut anaknya untuk sempurna. Menjadi seperti apa yang mereka inginkan. Dan tanpa di sadari mereka melupakan apa yang diinginkan anaknya, potensi apa yang tersimpan di dalam anaknya. Itu semua tertutupi oleh standar tinggi yang mereka buat sendiri.

Selain itu, kekhawatiran orang tua yang berlebihan. Hal ini juga memungkinkan mereka menjadi strict parent. Mereka khawatir akan setiap apa yang dilakukan oleh anaknya, takut anaknya melakukan hal-hal yang negatif, begitu katanya. Akibatnya mereka akan membuat banyak larangan atau aturan yang harus dipatuhi anak tanpa memperhatikan pendapat anaknya atau kondisi anaknya. Karena mereka beranggapan bahwa orang tua lebih tau apa yang terbaik untuk anaknya.

Lalu apa sih dampak strict parent terhadap perkembangan anaknya?

Keluarga merupakan tempat pertama di mana anak dapat berinteraksi, sehingga orang tua memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan seorang anak. Perilaku orang tua dalam menerapkan pola asuh terhadap anak akan berpengaruh dalam tumbuh kembang anak dalam membentuk kepribadian anak.  

Anak yang didik secara ketat cenderung memiliki rasa takut dan ketergantungan terhadap apa yang dilakukannya. Anak akan melakukan sesuatu bukan didasari kesadaran atau keinginan hatinya melainkan karena rasa takut terhadap orang tuanya. Dimana hal ini dapat membuat anak kurang mampu berpikir luas dan mandiri terhadap mengambil keputusan dalam melakukan sesuatu dalam hidupnya.

Standar tinggi, tuntutan, serta larangan-larangan yang setiap hari mereka dengarkan kepada anak. Tanpa dirasa dapat membuat anak menjadi tertekan. Dimana hal ini akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

Seperti contohnya ketika anak sudah beranjak remaja di mana identik ingin mencoba hal-hal baru. Salah satunya  menyukai lawan jenis. Sudah tentu mereka akan dilarang untuk berpacaran. Jangankan untuk pacaran izin main dengan teman pun akan susah untuk mereka.

Nah, hal inilah  yang akan mendorong anak untuk berbohong. Ketika mereka izin main tapi tidak diizinkan, mungkin besok mereka akan menggunakan alasan lain untuk pergi main. Seperti izin kerja kelompok misalnya, atau izin pergi ke sekolah untuk ekstrakurikuler. Dan tidak menutup kemungkinan mereka juga melanggar aturan-aturan yang telah dibuat oleh strict parent. Contohnya  berpacaran secara diam-diam tanpa sepengetahuan orang tua atau bisa disebut back street.

Lebih berbahaya bukan? Padahal dimasa ini seharusnya anak lebih terbuka terhadap orang tua karena di masa ini peran orang tua sangat diperlukan. Orang tua perlu mengawasi perkembangan anak agar tidak melakukan perilaku-perilaku menyimpang. Namun kebanyakan anak yang mempunyai orang tua tipe strict parent justru lebih tertutup kepada orang tua karena rasa takut.

Selain itu, tidak bisa mengekspresikan dirinya. Ini juga merupakan dampak strict parent terhadap tumbuh kembang anak. Mereka cenderung akan diam terhadap apapun suasana hatinya. Sebab sudah terlalu sering pendapat ataupun perasaan mereka tak dihiraukan oleh orang tuanya.

Tips menghadapi orang tua yang strict parent?

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan jika memiliki orang tua tipe “strict parent”.

  • 1. Mengikuti kemauan dan aturan orang tua selama itu hal positif
  • Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya termasuk strict parent ini, jadi selama apa yang diarahkan atau aturan yang diberikan orang tua mengarah ke hal positif maka ikuti saja. Karena hal itu juga tidak akan merugikan kamu. Mungkin terkadang kesal, namun coba kita juga pahami dari sisi orang tua kita. Tidak mungkin orang tua kita akan mengarahkan ke hal – hal yang negatif untuk anaknya.
  • 2. Mencoba mengutarakan pendapat kepada orang tua
  • Sesekali mungkin kamu perlu mencoba menyampaikan pendapat kamu ke orang tua, jika mereka terlalu ketat pada kita. Terkadang mereka tidak sadar jika terlalu ketat dalam mendidik anaknya, sehingga kamu perlu mengingatkan, agar mereka juga tahu sudut pandang anaknya. Jika anak diam saja, kemungkinan orang tua juga akan beranggapan bahwa apa yang dilakukannya benar benar saja. Namun dalam menyampaikannya juga tidak boleh melupakan sopan santun kepada orang tua.
  • 3. Mencoba terbuka kepada orang tua
  • Cobalah untuk lebih terbuka kepada orang tua, seperti menceritakan aktivitasmu, atau sekedar hobi apa yang kamu sukai, agar orang tuamu lebih tahu tentang perkembanganmu.
  • Jika kamu tertutup akan memungkinkan orang tuamu semakin strict karena mereka selalu mencemaskanmu sebab mereka tidak mengetahui akan perkembanganmu. Selain itu dengan terbuka dengan orang tua hal itu akan membuatmu lebih dekat denganmu. Dengan begitu mereka akan lebih mengenalmu, lebih mengetahui bakat minat mu dan barangkali akan menanyakan pendapatmu dalam membuat keputusan.
  • 4. Tidak melakukan hal-hal yang dapat menghilangkan kepercayaan orang tua
  • Jangan melakukan hal yang membuat orang tuamu tidak percaya kepadamu. Semisal jika orang tuamu mengizinkan kamu pergi keluar bersama temanmu dan diminta untuk pulang tidak larut malam, maka jangan melanggar. Karena hal itu akan membuat orang tua semakin strict kepadamu. Sekalinya kamu merusak kepercayaan mereka, maka kamu akan sulit untuk mendapatkan kepercayaannya lagi.
  • 5. Meluangkan waktu untuk me time
  • Meluangkan waktu untuk me time. Lakukan hal-hal yang kamu sukai. Hal ini dapat membuat diri lebih rileks setelah menghadapi orang tua yang ketat.  Selain itu me time dapat meningkatkan rasa percaya dirimu.

Tapi perlu diingat ya, seperti apapun orang tua, mereka tetap orang tua kita. Ya memang tidak mudah memiliki strict parent, Tapi percayalah mereka menyayangimu dan mereka selalu menginginkan yang terbaik untukmu. Mungkin hanya saja cara mereka menyayangimu berbeda.  Tetap semangat dan jangan membangkang ya karena itu hanya akan membuat mereka semakin strict kepadamu.