Lecturer
2 bulan lalu · 135 view · 4 min baca menit baca · Hukum 93508_99825.jpg

Strategi Whistle Blower Dalam Pemberantasan Korupsi

Dalam kasus korupsi siapa saja bisa terkena, korupsi  bisa saja terjadi karena tidak tahu, bisa saja tahu tetapi dilakukan, dan bisa saja tahu tetapi dia tidak tahu bagaimana melaporkan dan kalau dilaporkan bisa saja pelapor bisa di bully dan di ancam.

Sehingga takut untuk melaporkan perlakuan korupsi. Karena yang melaporkan sering menjadi korban dan sering mendapatkan intimidasi dari atasan atau sejenisnya.Dampak buruk yang bisa ditimbulkan adalah terjadi pemeliharaan dan pembiaran korupsi.

Saat ini fenomena korupsi terjadi di hampir semua negara, baik negara maju maupun negara berkembang. Namun demikian, di negara berkembang, tingkat korupsi cenderung tinggi dibandingkan dengan negara maju.

Jadi korupsi adalah suatu tindakan pencurian atau perampokan tanpa malu dan belaskasihan yang dilakukan oleh penyelenggara negara terhadap kesejahteraan dan keadilan yang merupakan hak rakyat.

Korupsi sesunguhnya sudah lama ada terutama sejak manusia pertama kali mengenal tata kelola administrasi. Pada kebanyakan kasus korupsi yang dipublikasikan media, seringkali perbuatan korupsi tidak lepas dari kekuasaan, birokrasi, ataupun pemerintahan. Korupsi juga sering dikaitkan pemaknaannya dengan politik.

Sekalipun sudah dikategorikan sebagai tindakan melanggar hukum, pengertian korupsi dipisahkan dari bentuk pelanggaran hukum lainnya. Selain mengaitkan korupsi dengan politik, korupsi juga dikaitkan dengan perekonomian, kebijakan publik, kebijakan internasional, kesejahteraan sosial dan pembangunan nasional.

Pengertian Whistle Blower 

Whistle blower biasanya juga ditujukan kepada seorang yang pertama kali mengungkap atau melaporkan suatu tindak pidana atau tindakan yang dianggap ilegal ditempatnya bekerja atau orang lain berada, kepada otoritas internal organisasi atau kepada publik seperti media massa atau lembaga pemantau publik.

Definisi tersebut mengindikasikan bahwa tindak pidana atau kesalahan yang dapat dilaporkan adalah semua tindak pidana baik yang terjadi dalam suatu organisasi atau badan, berupa pelanggaran terhadap aturan dan ancaman langsung terhadap kepentingan umum, seperti penipuan, kesehatan atau keselamatan, korupsi dan tindak pidana lainya.

Dalam hal ini seorang whistle blower tersebut berasal dari organisasi yang sama (orang dalam), atau orang luar yang memang tahu adanya suatu praktik pelanggaran hukum.

Menurut Maqdir Ismail, whistle blower adalah seorang yang mengungkapkan adanya fakta terkait dengan penyalahgunaan kekuasaan, mal-administrasi, korupsi, pelanggaran hukum, kelalaian yang mempengaruhi kepentingan umum, bahaya terhadap kesehatan, keselamatan umum, dan termasuk bahaya terhadap lingkungan.

Pepatah mengatakan bahwa diam adalah emas. Mungkin itu bisa dibenarkan manakala berkaitan dengan perlu tidaknya mengatakan sesuatu yang mungkin tidak mendatangkan manfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain. 

Akan tetapi jika sudah berkaitan dengan kemashlahatan publik, dalam hal ini keselamatan aset bangsa, maka diam bukan lagi emas, akan tetapi menjadi sangat berdosa jika mengetahui keberadaan aset Negara yang terancam dikorupsi

Whistle blower biasanya juga ditujukan kepada seorang yang pertama kali mengungkap atau melaporkan suatu tindak pidana atau tindakan yang dianggap ilegal ditempatnya bekerja atau orang lain berada, kepada otoritas internal organisasi atau kepada publik seperti media massa atau lembaga pemantau publik.

Definisi tersebut mengindikasikan bahwa tindak pidana atau kesalahan yang dapat dilaporkan adalah semua tindak pidana baik yang terjadi dalam suatu organisasi atau badan, berupa pelanggaran terhadap aturan dan ancaman langsung terhadap kepentingan umum, seperti penipuan, kesehatan atau keselamatan, korupsi dan tindak pidana lainya.

Dalam hal ini seorang whistle blower tersebut berasal dari organisasi yang sama (orang dalam), atau orang luar yang memang tahu adanya suatu praktik pelanggaran hukum.

Menurut Maqdir Ismail, whistle blower adalah seorang yang mengungkapkan adanya fakta terkait dengan penyalahgunaan kekuasaan, mal-administrasi, korupsi, pelanggaran hukum, kelalaian yang mempengaruhi kepentingan umum, bahaya terhadap kesehatan, keselamatan umum, dan termasuk bahaya terhadap lingkungan.

Pepatah mengatakan bahwa diam adalah emas. Mungkin itu bisa dibenarkan manakala berkaitan dengan perlu tidaknya mengatakan sesuatu yang mungkin tidak mendatangkan manfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Akan tetapi jika sudah berkaitan dengan kemashlahatan publik, dalam hal ini keselamatan aset bangsa, maka diam bukan lagi emas, akan tetapi menjadi sangat berdosa jika mengetahui keberadaan aset negara yang terancam dikorupsi.

Ditinjau dari aspek bahasa, secara sederahana whistle blower dapat diartikan sebagai orang yang mengungkapkan fakta kepada publik mengenai sebuah skandal, bahaya, malpraktik atau korupsi.

Dengan berjalannya waktu, whistle blowing system di berbagai Negara di seluruh dunia mengalami perkembangan sesuai dengan karakteristik peraturan perundang-undangan Negara terkait. Sebagai contoh:

a. Amerika Serikat 

Di negara tersebut whistle blowing sistem diatur dalam whistle blower Act 1989. Seorang whistle blower di Amerika Serikat mendapatkan hak imunitas dari resiko pemecatan, penurunan pangkat, pemberhentian sementara, ancaman, gangguan serta tindakan diskriminasi.

b. Canada 

Secara khusus, di Negara tersebut diatur dalam Section 425.1 Criminal Code of Canada. Hamper senada dengan kedua Negara sebelumnya, seorang Whistle blower di Canada mendapatkan perlindungan dari kemungkinan pembebanan pekerjaan yang memberikan hukuman disiplin.

Menurunkan pangkat, memecat atau melakukan tindakan apapun yang merugikan dari segi pekerjaan dengan tujuan untuk mencegah pekerja memberikan informasi kepada pemerintah atau badan pelaksana hukum atau untuk membalas pekerja yang memberikan informasi.

c. Australia 

Di negeri Kangguru perihal whistle blower diatur dalam Pasal 20 dan 21 Protected Dsdosures Act 1994. Reward yang diberikan kepada seorang whistle blower di Negara tersebut berupa jaminan kerahasiaan identitas dari seorang whistle blower.

Tidak adanya pertanggungjawaban secara pidana atau perdata, jaminan perlindungan dari pencemaran nama baik, perlindungan dari tindak pembalasan dan perlindungan kondisional apabila namanya dipublikasikan ke media.

d. Inggris 

Negara tersebut mengatur perihal whistle blower dalam Pasal 1 dan Pasal 2 Public Interes Disclosure Act 1998. Seorang whistle blower tidak boleh dipecat dan dilindungi dari viktimisasi serta perlakuan yang tidak merugikan.

Untuk pemberatasan korupsi di Indonesia whistle blower   merupakan suatu system yang bisa digunakan secara efektif untuk memberantas korupsi. Indonesia bisa belajar dari berbagai bangsa-bangsa yang di dunia, supaya pengungkapan korupsi bisa berjalan dengan baik, sehingga pemberantasan korupsi dapat dilakukan dengan cepat dan tanggap.

Artikel Terkait