Perjalanan Japar dengan menaiki kapal Ferry melalui lautan Aru menuju Maluku tenggara semasa itu telah membawanya dapat bertatap muka dengan seorang kakek tua pensiunan sopir truk. Dalam perjalanan, si kakek banyak bercerita tentang berbagai hal. Kebanyakan tentang pengalaman hidupnya. Dari sekian banyak cerita yang Japar simak, hanya satu cerita yang mampu memberikan kesan mendalam dan memaksa benaknya untuk terus dapat mengingat. 

Tatkala si kakek telah tamat dari pendidikan dasarnya pada masa itu Orangtuanya berambisi untuk menjadikan agar kelak dirinya menjadi seorang tentara. Akan tetapi keinginan dari orang tuanya di tolak mentah-mentah oleh si kakek. Beliau tidak pernah sudi masuk kemiliteran, segala mengenai militer tak pernah terlintas dalam benak sekalipun. Apalagi menjadi cita-citanya. Beliau berusaha mati-matian untuk memupuskan hasrat dari kedua orangtuanya. Segala cara telah di lakukan oleh bapak ibunya, namun tetap saja gagal. Hingga akhirnya bapak ibunya menyerah dan menganggapnya sebagai anak bodoh. Bersusah payah mereka dalam merintis jalan karier untuk anak semata wayangnya, tetapi anaknya lebih memilih menjadi sopir.

Kakek masih ingat betul bagaimana ucapan terakhir yang mampu meruntuhkan hasrat dari orang tuanya. Dalam perdebatan panjang kakek pada akhirnya melontarkan pertanyaan pertanyaan kepada bapak ibu yang hingga kini masih belum mendapatkan jawaban tepat. Ia menanyakan tentang segala macam sifat yang dimiliki seseorang militer. Benarkah tentara itu tegas? sifat loyal tentara untuk siapa?Benarkah tentara rela berkorban? Kepada siapa dan untuk siapa ketegasannya? dan lain sebagainya. 

Bagi Japar rasa ketidak-sukaan pada profesi militer adalah suatu hal yang tidak biasa. Ia beranggapan bahwa kakek adalah sosok yang berbeda dengan orang-orang pada umumnya, ia memiliki karakter kuat, idealis, berwawasan, atau mungkin mempunyai pemikiran kritis.

Pertanyaan dari kakek yang masih belum mendapat jawaban tepat itu tanpa di sadari telah merengsek masuk memenuhi memori dan tersimpan rapih dalam benak. Ia terus menerus mengganggu pikiran Japar sendiri. Untuk japar, pertanyaan semacam itu membutuhkan jawaban panjang, tepat, pula menguras nalar. Pertanyaan kakek yang telah lama bersarang dalam benaknya perlahan-lahan mulai di gali makna dan mencoba untuk dijawabnya. Makna dan jawabannya lalu di catat-catatkan kemudian di padukan dengan fakta-fakta sejarah, beserta khayalan yang dimiliki. Lalu catatan pendek itu dipelajari kembali. Memang menjadi agak lain dari yang aslinya. Tak kepalang tanggung, dan begini kemudian jadinya :

"Aku berpikir bahwa figur seseorang militer nyaris sempurna. Daya pikat yang mesti aku akui adalah tentara tercitra dekat dengan kuasa, otoritas, keunggulan, ia berada di atas segalanya. Termasuk hukum dan keruwetan keruwetan birokrasi. Ia adalah hukum itu sendiri. Ia dapat mengangkangi keruwetan keruwetan birokrasi bila dinginkan. Di level nasional kalau aku ingat kembali baik baik, keunggulan ini pernah dipampangkan dengan telanjang bulat setiap saat di negeri ini

Dalam masa rezim orde baru, karier jenderal Soeharto meroket ditengah kekacauan peristiwa G30S PKI tahun 1965. Untuk memastikan stabilitas dan kelanggengan rezimnya. Pada akhirnya Soeharto bertransformasi menjadi otoriter. Bahkan ia tak segan untuk menyingkirkan rekan seiring atau pendukungnya yang di nilai mengancam kontrolnya. Soeharto  merupakan sosok kontroversial karena membatasi kebebasan  warga negara Indonesia keturunan Tionghoa, membatasi kebebasan pers dengan banyak melakukan penyensoran media, menduduki Timor Timur, pemaksaan azas tunggal Pancasila di berbagai bidang dan disebut sebagai salah satu rezim paling korup dalam sejarah dunia modern.

Aku membenarkan, bahwasanya Soeharto adalah orang yang kuat, ia menjadi sangat kuat karena ada banyak yang menyumbang kekuatan, jika hanya seorang, Negeri ini teramat mudah untuk menggulingkan rezim dan mengusut tuntas korupsinya.

Setelah sang jenderal menderita sakit berkepanjangan, akhirnya meninggal karena kegagalan organ multifungsi di Jakarta. Sang jenderal tidak dimakamkan di taman makam pahlawan, karena mungkin dirinya bukan pahlawan. Ataukah memang dirinya takut dengan para pahlawan akupun tidak pernah tau.

Ilmu dan pengetahuan yang kudapatkan dari sekolah dan kusaksikan sendiri pernyataannya dalam kehidupan, kini turut memberikan andil dan mendorong semangat ku untuk terus menelusuri jejak jejak karier politik para oknum militer di seluruh dunia. Angan-anganku layangkan terlebih dulu menuju daratan Eropa, tempat di mana banyak terlahir aktor politik yang telah di nilai dunia sebagai otoriter. Dengan cepat deretan nama nama diktator melintas di dalam benak. Adolf Hitler, Francisco Franco dari Spanyol, Joseph Stalin, Bassar Al Assad, Augusto Pinochet,  Pol pot, Kim Il-Sung, Mao Zedong....,juga masih banyak lagi nama diktator yang telah mengisi sejarah kelam dunia yang belum keluar dari otakku.

Ilmu pengetahuan sosial yang kupelajari di sekolah pernah membahas seorang Adolf Hitler. Ia veteran Perang Dunia I berpangkat kopral muda dengan banyak gelar. Bergabung dengan Partai Pekerja Jerman pada tahun 1919, dan menjadi ketua NSDAP tahun 1921. Segera setelah itu Hitler memimpin NSDAP secara otokratik dengan menerapkan Führerprinzip. Prinsip yang bergantung pada kepatuhan absolut semua bawahannya kepada pimpinan mereka, Hitler melihat struktur pemerintahan sebagai sebuah piramida, dengan dirinya—pemimpin mutlak—di puncak. 

Segera setelah itu segala hal yang terjadi di Jerman, termasuk betapa dilematisnya berada di Jerman pada saat itu. Jerman dalam tampuk pemerintahan Hitler mengalami masa-masa yang sulit dan berat. Ambisi Hitler untuk menguasai seluruh Eropa telah membawa begitu banyak kesengsaraan. Pada masa pemerintahan Hitler tidak hanya rakyat yang disiksa tapi juga kreativitas dibatasi. Kekuasaan Hitler begitu absolout. Segala pergerakan yang tidak sejalan dengan prinsip NAZI akan ditentang. 

Di sekolah-sekolah diajarkan pendidikan tentang NAZI agar rasa cinta dan kesetiaan generasi muda terhadap NAZI bisa dipupuk. Ketika Hitler baru saja memegang kekuasaan awalnya rakyat berharap bahwa di bawah komando Hitler bersama NAZI akan membawa angin segar bagi Negara Jerman yang saat itu mengalami kehancuran akibat kekalahan pada Perang Dunia I. akan tetapi apa yang terjadi adalah berlawanan. Yang dilakukan NAZI adalah mewujudkan ambisi untuk menguasai Eropa dan menjadikan Jerman ras arya. 

Berbagai langkah dilakukan oleh Hitler, dengan‘membasmi’ siapa saja yang dianggap menjadi penghalang. Karena sebab itulah akhirnya citra Jerman tidak hanya buruk di mata rakyatnya yang tertindas, akan tetapi juga di mata bangsa lain. Kehancuran Jerman di depan mata dalam masa pemerintahan Hitler. Kehancuran dalam berbagai bidang akan terus melekat pada citra Jerman selamanya. Noda dan catatan hitam yang ditorehkan oleh Hitler dengan NAZI nya menjadi mimpi buruk yang membayangi rakyat Jerman.

Kematian Francisco Franco memang tidak setragis Adolf Hitler yang mati bunuh diri. Akan tetapi kekejaman rezim Franco telah meninggalkan kisah kisah pilu di seantero negeri. Rezim Franco berdasarkan pada bayonet dan darah, bukan pada pemilihan yang munafik. 

Spanyol adalah tempat sejarah revolusi, agitasi sayap kiri, pemberontakan, dan kediktatoran fasis. Spanyol hari ini lahir dari Perang Sipil. Kaum buruh dibantu golongan militer mengkudeta pemerintah hingga membawa Miguel Primo de Rivera berkuasa. Konsekuensinya negara diselimuti kediktatoran militer. Peristiwa tersebut menjadi cikal bakal berdirinya Republik Kedua yang kelak berkuasa hingga puncak Perang Sipil. 

Setali tiga uang. Itu adalah peribahasa yang ku kira tepat untukku sematkan kedalam bagian dari catatan ini tentang sejarah kelam dunia di bawah kekuasaan para diktator dengan pandangan politiknya. Franco dan Hitler kedua-duanya sama. Mereka dari militer, juga sama sama keji. Punya pandaangan politik sama. Lalu bersekutu dalam perang melawan Rusia. Namun akhirnya kemenangan di peroleh Rusia di bawah pemerintahan diktator lain, Joseph Stalin. 

Di permukaan bumi ini pada setiap zaman selalu melahirkan orang orang besar. Mereka terlahir dengan takdir membawa ajaran ajaran-ajarannya. Ajaran-ajaran ini layaknya seperti sebuah 'musim'. Tidak dapat ditolak, lalu kemudian akan sirna dengan sendirinya. Tak akan pernah bisa kembali lagi.


Kakek mungkin tidak pernah mengetahui perihal ini, Juga tidak perlu tahu. Akan tetapi catatan sejarah ini memperingatkan aku akan sesuatu yang lebih penting. Catatan sejarah panjang nan kelam itu telah mengubah tatanan kehidupan manusia secara global, sekaligus menjadi kunci lahirnya peradaban dunia yang baru. Peradaban baru yang dicipta dari gunung hasrat itu telah memaksa masuk kedalam sistem pemerintahan semua bangsa bangsa didunia. Dan dengan catatan ini pula aku hendak mengutarakan tentang keadaan teruk yang terjadi di penjuru dunia ketika oknum angkatan bersenjata berkuasa. Catatan ini pada akhirnya telah membuat stigma buruk yang tanpa sadar merasuki pola pikir terhadap kepemimpinan negara melalui oknum angkatan bersenjata semakin jelas.

Sebelas tahun kini sudah berlalu, kakek pun telah memperoleh ketenangan dalam hidupnya. Menempati rumah semi permanen di atas tanah irigasi, di bantaran sungai, karena tidak memiliki rumah sendiri. Di rumah berukuran 4 x 2,5 meter yang tak layak ditempati itulah, manula itu menjalani kehidupan sehari-hari. Kesan kumuh langsung bisa di lihat, manakala masuk ke rumah yang langsung berdekatan dengan sungai itu.Tak ada kursi ataupun sofa di ruang tamu. Begitupun kondisi ruang tidur, menyatu dengan dapur yang lantai plesternya sudah mulai mengelupas.Ya, kakek hanya hidup berdua saja, sementara keempat anaknya sudah berkeluarga dan mempunyai kehidupan sendiri-sendiri, ada yang di Pati, Solo, dan Kalimantan.Hanya si bungsulah yang sesekali menjenguk kedua orangtuanya, karena kebetulan tinggal di Desa Harjowinangun, Kecamatan Dempet, Demak.


Ketika Stigma buruk itu merengsek menuju otak kananku, spontan otak merespon dengan memunculkan pikiran pikiran yang lain. Aku mulai berpikir tentang bagaimana si kakek menjalani kehidupan sebagai sopir. Bahwa, bahkan kehidupan kakek yang tenang dalam kemiskinannya sekalipun secara tidak disadari merupakan hasil dari sistem pemerintahan rezim Soeharto. Sistem pemerintahan orde baru telah berpengaruh besar terhadap segala bidang kehidupan. Tak terkecuali juga dalam tatanan ketenagakerjaan Indonesia.

Kulanjutkan kembali catatan ku dengan mencari cari literatur yang membahas bagaimana regulasi ketenagakerjaan negeri ini berpengaruh besar terhadap regenerasi tenaga kerja Indonesia. Setelah mendapat literatur yang sekiranya tepat, mulailah kembali aku catatkan pada bagian akhir cerita ini

Menelisik sejarah singkat transportasi darat negeri ini, sedikit banyak telah dipengaruhi oleh Belanda yang menjajah Indonesia. Penemuan roda yang menjadi cikal bakal perkembangan transportasi memberikan pengaruh besar pada moda transportasi darat. Hingga kini, transportasi darat telah berkembang pesat, dari yang tradisional hingga yang modern. Jenisnya semakin beraneka ragam. pada umumnya transportasi darat dapat digolongkan menjadi beberapa jenis bergantung roda yang digunakan. Ada beberapa jenis transportasi darat yang banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai macam transportasi darat yang ada di Indonesia di antaranya adalah mobil. 

Kebutuhan hidup mengharuskan manusia untuk beraktivitas guna memenuhi kebutuhannya. Aktivitas ini harus ditunjang dengan kemampuan dan keahlian seseorang. kemampuan itu selanjutnya untuk melaksanakan tugas tugas yang ada, dan keahlian juga berguna untuk mempercepat terselesaikannya tugas tugas tersebut.

Sopir, adalah salah satu keahlian yang dimiliki manusia serta berkaitan dengan aktivitas kerja yang berhubungan langsung dalam hal melayani. Dalam upaya melayani penumpang dengan baik maka Keahlian dalam mengemudikan kendaraan menjadi syarat utama.

Pertanyaan pentingnya adalah dari manakah sebenarnya keahlian mengemudikan mobil itu di peroleh. Jauh sebelum Tempat kursus mengemudi mobil menjamur seperti saat ini, keahlian mengemudikan mobil berawal dari kisah kisah pengalamaman hidup para sopir-sopir truk tua yang kini telah banyak meninggal. Ketika itu sopir sopir truk dalam upaya memperoleh keahlian mereka mengemudikan kendaraan di jalani dengan tidak mudah, banyak sekali pengorbanan yang harus di tempuhnya. Sopir sopir truk pada kala itu tidak seperti sekarang, yang tingkat kesejahteraannya sudah semakin meningkat. Konon, seorang sopir harus bekerja keras dan sangat jauh dari kata sejahtera.

Dikisahkan, pada era  yang mungkinan kurang lebih setelah kemerdekaan, saat itu banyak mantan perwira angkatan bersenjata setelah mereka pensiun mereka kemudian menganggur. mereka tentunya sangat riskan terhadap situasi kekurangan ekonomi. Untuk itulah para mantan perwira angkatan bersenjata ini kemudian mencari lahan pekerjaan pada bidang lain. Lalu sampailah mereka ini mendapatkan pekerjaan ke sejumlah pabrik yang memproduksi berbagai macam barang. Barang barang hasil produksi pabrik tersebut selain untuk dipasarkan juga untuk di distribusikan keseluruh konsumen yang tersebar di Nusantara.  Dan para veteran perang inilah yang kemudian mengambil peran sebagai distributor. Mereka di berikan fasilitas berupa truk truk pengangkut barang. 

Sebagai agen distributor yang membawa barang dalam jumlah besar dan penuh resiko pada tiap harinya,  maka mereka kemudian mencari tambahan tenaga sebagai pembantunya guna kelancaran proses pendistribusian barang. Tenaga tambahan ini yang kelak disebut dengan istilah 'kenek'.

Pada awalnya, para kenek dalam truk truk barang tersebut berjumlah dua orang. Karena status 'kenek" adalah sebagai pembantu, mereka diberikan tugas tugas berat oleh sang sopir tersebut. Pola hubungan antara sopir dan kenek bukanlah sebagai rekan kerja, melainkan seperti hubungan antara majikan dengan buruh. Kenek diberikan tugas untuk mengangkut barang-barang distribusi. Jika dalam perjalanan truk yang dikendarai mengalami gangguan mesin ataupun pecah ban, ini sudah menjadi tanggung jawab kenek sepenuhnya.

Selain Para kenek tersebut tidak diperbolehkan bersama sama duduk nyaman ataupun beristirahat dengan sopir di dalam Cabin truk. Mereka juga mendapatkan upah rendah dan makanan yang relatif kurang bergizi. Di sepanjang perjalanan, Kenek beristirahat maupun sedang standby di dalam bak truk sembari menjaga barang bawaan. Ada kemungkinan apabila cuaca tidak sedang bersahabat maka akan menjadi resiko tersendiri bagi kenek.

Jika aku lihat kembali bagaimana fakta fakta tentang permasalahan dalam bidang ketenagakerjaan di Indonesia pada era setelah kemerdekaan. Serta menengok kembali latar belakang para sopir truk angkutan barang yang adalah mantan perwira angkatan bersenjata, notabene memiliki status sosial lebih tinggi jika dibandingkan dengan si kenek, maka keadaan buruk yang di alami oleh para kenek tersebut tidak dapat dipungkiri.

Setelah para kenek telah memiliki jam terbang yang di rasa telah cukup oleh si sopir, barulah mereka di izinkan untuk membantu peran sopir saat melakukan parkir maupun menggantikanya menyetir jika sopir sedang ngantuk. Itupun masih di tambah dengan Omelan Omelan  dari mulut khas seorang veteran perang. 

Sopir sopir truk maupun bus yang banyak aku jumpai pada saat ini hanyalah hasil regenerasi dari para sopir terdahulu yang telah banyak menderita tersebut. Barulah kemudian sopir sopir pada masa sekarang menawarkan jasa kursus mengemudikan mobil yang akhirnya menghasilkan berjuta juta sopir muda. Akan tetapi sikap keras, dan pemarah dari si sopir terkadang masih melekat pada para sopir generasi baru.