Pandangan masyarakat mengenai anak tunggal sangat bermacam-macam. Kata-kata seperti “oh, anak tunggal sih jadi selalu di manja” sudah sering diucapkan masyarakat. Mayoritas dari mereka menganggap anak tunggal adalah anak yang “manja”. Definisi manja dari setiap orang pun juga berbeda-beda. Ada yang menganggap bahwa manja di sini adalah dekat dengan keluarganya. 

Ada pula yang menganggap bahwa manja itu tidak bisa mandiri, egois, cengeng, tidak bisa bekerja sama, selalu bergantung kepada orang lain, dan selalu ingin dituruti kemauannya.

Banyak orang berpikir bahwa sangat enak menjadi anak tunggal karena kasih sayang nya tidak terbagi, semua kemauannya akan dituruti, semua hal akan dilayani dan selalu menjadi prioritas karena hanya anak satu-satunya. Stereotip anak tunggal yang manja sudah sangat melekat pada masyarakat sekitar. Mereka mungkin tidak tahu rasanya kesepian menjadi anak tunggal.

Sebagai anak tunggal pasti sangat merasakan yang namanya tidak memiliki teman untuk bercerita, bermain, atau pergi bersama. Belum lagi jika memiliki kedua orang tua yang sibuk bekerja, mereka yang berangkat pagi dan pulang sore bahkan hingga larut malam membuat seorang anak tunggal sudah terbiasa seharian di rumah sendiri tanpa kegiatan. 

Orang tua anak tunggal juga harus selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul dan berbagi cerita dengan anaknya agar anak tetap merasa dekat dengan kedua orang tua walaupun mereka sibuk bekerja.

Pada akhirnya, menjadi anak tunggal harus pintar bergaul dan mencari teman/ relasi agar memiliki banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Tantangan utama sebagai anak tunggal dalam bersosialisasi tidak hanya belajar mencari relasi, anak tunggal juga harus belajar menjadi teman yang baik, pendengar yang baik, dan pemberi saran yang tepat agar teman-teman di sekitarnya percaya, karena seorang anak tunggal lebih terbiasa untuk didengar sehingga kadang dia tidak bisa menjadi pendengar yang baik bagi teman-temannya. Menjadi anak tunggal juga tidak semudah yang dibayangkan orang-orang. 

Biasanya, anak tunggal tidak pernah dituntut untuk menjadi yang terbaik oleh orang tua, tapi seorang anak tunggal selalu dituntut untuk bisa dalam hal apapun oleh mereka. Anak tunggal sering terlihat diremehkan padahal sebenarnya mereka bisa diandalkan. 

Anak tunggal selalu hidup dengan prinsip mau tidak mau, bisa tidak bisa harus tetap melakukan itu, karena tidak ada orang lain lagi yang bisa diandalkan selain dirinya sendiri. 

Walaupun sering kesulitan karena dituntut menjadi dewasa oleh keadaan, tetapi pada akhirnya anak tunggal akan selalu bisa menyelesaikan semuanya dengan baik. Jadi,  merupakan salah besar apabila ada orang yang bilang anak tunggal akan selalu bergantung dengan orang lain. 

Anak tunggal justru selalu berusaha bisa melakukan apapun sendiri dan cepat untuk menyesuaikan diri karena itu merupakan salah satu cara mereka survive.

Anak tunggal juga sering dibilang egois dan tidak mau berbagi. Mungkin iya, karena sebagai anak tunggal selalu menjadi prioritas utama dan jarang belajar mengalah dan berbagi dengan orang lain sehingga rasa egois mereka menjadi tinggi. 

Sebagai anak tunggal juga mungkin mereka sadar bahwa rasa egoisnya tinggi, tetapi dari kecil anak tunggal seharusnya selalu diajarkan untuk berbagi kepada siapapun.

Berbagi merupakan salah satu cara untuk mulai bersosialisasi dan mengenal orang baru, dengan berbagi anak tunggal akan memiliki banyak teman. Pendapat orang yang menganggap anak tunggal sering tidak mau berbagi justru realitanya banyak yang sangat berkebalikan karena mereka memanfaatkan berbagi sebagai awal untuk memulai relasi.

Banyak juga yang berpikir bahwa anak tunggal akan selalu dituruti kemauannya, padahal semua orang tua akan berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan anaknya bukan?. Selagi keinginan itu masih dalam batas wajar dan tidak memberatkan orang tua pasti mereka akan menuruti secepatnya. 

Lagi pula, orang tua bekerja keras pasti semua untuk anak-anaknya, selagi mereka mampu pasti semua keinginan anaknya akan dipenuhi. 

Sebagai seorang anak, kita juga harus mengetahui batas dan kemampuan orang tua kita. Jangan sampai apa yang kita minta terlalu berlebihan dan memberatkan mereka.Jadi, stereotip buruk mengenai anak tunggal di masyarakat sebenarnya tidak semua benar. 

Mereka yang bilang anak tunggal itu manja, egois, cengeng, tidak mau berbagi, tidak bisa bekerja sama, dan stereotip buruk lainnya adalah mereka yang belum pernah tahu bagaimana perasaan dan kehidupan asli seorang anak tunggal. 

Lagi pula, semua orang, baik anak pertama, terakhir, atau anak tunggal sekalipun pasti memiliki sifat dan tantangan yang berbeda-beda tergantung bagaimana orang tua mendidik nya. 

Alangkah baiknya juga kita sebagai manusia tidak menilai seseorang sebelah mata hanya karena status “anak ke berapa” dia di keluarganya. Anak tunggal sendiri walaupun di mata orang lain terlihat manja, dia akan sangat bertanggung jawab pada kehidupannya karena sadar dia hanya harapan satu-satunya dalam keluarga.