Pariwisata merupakan hal yang tengah hangat dan banyak diperbincangkan akhir-akhir ini. Pada zaman yang modern ini, makin banyak orang yang mulai melek dan sadar akan pentingnya berwisata. Wisata sendiri kini tidak dianggap sebagai keinginan lagi, melainkan menjadi sebuah kebutuhan.

Bahkan pada era ini, wisata bagi beberapa orang sudah digolongkan sebagai kebutuhan primer. Berwisata dapat menghilangkan stres yang dirasakan karena padatnya aktivitas sehari-hari. Selain itu, dengan berwisata, kita juga dapat merasakan sebuah pengalaman dan pengetahuan baru.

Wisata sendiri, menurut Heriawan (2004), adalah kegiatan yang bersifat bersenang-senang (leisure) yang ditandai dengan mengeluarkan uang atau melakukan kegiatan yang sifatnya konsumtif.

Menurut Gamal (2004), wisata merupakan proses bepergian yang bersifat sementara yang dilakukan seseorang untuk menuju tempat lain di luar tempat tinggalnya. Motif kepergiannya tersebut bisa karena kepentingan ekonomi, kesehatan, agama, budaya, sosial, politik, dan kepentingan lainnya.

Selain itu, pengertian wisata juga dijelaskan pada UU RI No, 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Wisata adalah suatu kegitaan perjalanan yang dilakukan manusia, baik perorangan maupun kelompok, untuk mengunjungi destinasi tertentu dengan tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.

Dari berbagai definisi yang dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan wisata sendiri merupakan kegiatan di mana kita berpindah keluar daerah yang biasa kita tempati dan melakukan aktivitas untuk menghilangkan stres serta mencari pengalaman baru.

Makin berkembangnya zaman, definisi dari kegiatan wisata kini makin berkembang dan berbeda. Berwisata tidak lagi merupakan kegiatan yang harus dilakukan dengan berjalan-jalan berkeliling dan meng-explore daerah destinasi wisata.

Terlebih saat ini, di era digital 4.0, kemajuan teknologi membuat wisata kini dapat dilakukan dengan beragam cara. Salah satu contoh kegiatan yang sekarang sedang ramai dan banyak dilakukan adalah wisata Staycation.

Staycation, secara etimologi, berasal dari kata ‘stay’ yang berarti menetap dan ‘vacation’ yang berarti berwisata, yang berarti Staycation merupakan kegiatan wisata di mana kita berdiam di rumah atau rekreasi hanya di jarak yang tidak jauh dari rumah.

Istilah Staycation sendiri, menurut situs Merriam-webster, pertama kali muncul pada suatu halaman iklan bir dengan merk Felsenbrau Supreme yang dipublikasi oleh Cincinnati Enquirer bertanggal 18 Juli 1944.

Kemudian istilah dari Staycation kembali muncul dan menjadi populer di Amerika Serikat pada tahun 2007 saat terjadi krisis ekonomi di mana harga bahan bakar saat itu tinggi sehingga masyarakat meminimalisasi kegiatan berpergian jarak jauh mereka.

Konsep dari Staycation ini juga populer di Inggris saat nilai tukar dari mata uang mereka melemah. Hal tersebut membuat banyak warga Inggris membatalkan rencana liburan internasional mereka dan lebih memilih untuk berpergian dengan jarak dekat.

Saat itu, Staycation menjadi sebuah pilihan bagi mereka karena  hanya memerlukan biaya yang tergolong rendah. Berkembangnya zaman, konsep dari Staycation pun kian berubah.

Adanya akses internet dan kemudahan dalam mencari akomodasi serta amenitas membuat aktivitas Staycation kini menjadi aktivitas wisata yang dilakukan di hotel atau penginapan tempat kita berwisata.

Wisatawan tetap keluar dari lingkungan sehari-hari mereka, namun mereka hanya akan menghabiskan waktu mereka di penginapan yang telah mereka pesan. Wisatawan juga akan menikmati pelayanan serta fasilitas penginapan dengan maksimal.

Maka dari itu, kegiatan dari wisata Staycation ini akan sangat cocok untuk orang-orang yang ingin beristirahat dan menikmati suasana di luar lingkungannya. Kegiatan wisata berkonsep Staycation ini memang dirasa memiliki banyak keunggulan.

Mulai dari hematnya biaya yang perlu dikeluarkan hingga kepuasan wisatawan dalam menikmati fasilitas penginapan yang mereka pilih. Bila wisatawan ingin berwisata dengan konsep Staycation ini, wisatawan dapat memanfaatkan promo-promo hotel yang di tawarkan oleh berbagai aplikasi e-commerce.

Hal ini akan sangat menguntungkan tentunya. Bila biasanya wistawan menghabiskan biaya penginapan hanya untuk menikmati fasilitas kamarnya sebagai tempat beristirahat, dengan konsep Staycation ini wisatawan dapat lebih puas meng-explore fasillitas yang ditawarkan.

Seperti contohnya pada penginapan yang memiliki fasilitas kolam renang serta penginapan dengan pemandangan yang indah. Konsep dari Staycation ini akan sangat cocok. Wisatawan juga dapat membuat waktu berlibur dengan orang-orang terdekat terasa lebih hangat.

Dengan konsep Staycation ini, bersama orang terdekat dapat menghabiskan waktu bercengkrama dan menikmati fasilitas yang ditawarkan. Konsep ini sangat cocok juga untuk orang-orang yang malas berjalan dan lebih memilih untuk melakukan aktivitas ringan.

Biasanya Staycation juga dilakukan oleh keluarga-keluarga yang ingin menciptakan sebuah quality time. Namun, bila ingin berlibur dengan konsep Staycation ini, Anda harus berhati-hati dan pandai memilih penginapan yang sesuai dan pas baik secara kebutuhan maupun budget yang sesuai dengan kantong Anda.

Bila Anda tertarik berlibur dengan konsep wisata ini, tidak perlu menunggu waktu libur panjang. Akhir minggu Anda dapat dihabiskan dengan berwisata konsep Staycation, tunggu apa lagi?