Peneliti
1 minggu lalu · 295 view · 4 min baca · Hiburan 63532_99895.jpg

Status WhatsApp yang Bikin Geer

WhatsApp atau yang disingkat WA adalah salah satu media sosial yang paling banyak digunakan saat ini. Melalui aplikasi chat, kita tak perlu lagi menggunakan sms. Tidak perlu menelpon dengan pulsa biasa. Cukup gunakan pulsa data atau wifi kita pun bisa berteleponan atau bervideo call ria. 

Bukan cuma chat dan video call (VC) yang bisa kita gunakan dari fasilitad WA. Ada ruang memasang status untuk mengabarkan, dan memberitakan sesuatu baik dari diri sendiri maupun dari orang lain. 

Aku paling suka bermain WA, selain membalas chat, melakukan VC,  juga menulis status sekaligus memperhatikan status-status orang-orang sekelilingku yang sarat akan informasi.

Ketik Status

Misalnya, ada seseorang yang menulis status seperti ini: "Hasil masakan hari ini" sambil memasang foto makanan. Ini karena yang menulis status orang yang suka masak. Atau "Berdua dengan cucuku" dengan gambar foto welfie berdua dengan cucu karena  ditinggal anggota keluarga yang lain.

Yang suka kucing, statusnya (pasti) gambar atau video lucu dengan kucingnya. Ada yang suka bermain bola, sepak bola memamerkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pertandingan tersebut. Mulai dari bola itu sendiri, hasil pertandingannya, gawang, teman-teman yang bermain bola hari itu sampai sepatu yang dipakainya.

Teman yang mahasiswa dan dosen, selalu memberitakan kegiatan akademisi mulai dari Call for papers, jurnal, seminar sampai event-event di kampus.


Teman yang jualan membagikan gambar jualannya. Mulai dari baju, minuman kesehatan, sampai pada buku baru.

Teman yang senang membaca buku akan membagikan buku apa yang sedang dibacanya, kutipan-kutipan yang dia tandai sampai pada halaman yang sedang dibacanya.

Ada yang suka VC-an akan memamerkan VC-nya. Yang suka screen shot (SS) percakapan akan memasang SS-nya. Apalagi yang suka repost status orang lain.

Teman yang suka musik, akan memposting video penyanyi,  lirik lagu. Dan sebagainya, dan sebagainya.

Dari berbagai kalangan teman, ada yang tidak suka pasang status sampai pada suka sekali pasang status yang muncul. Ada yang cuma mengirim satu status sehari, ada dua hanya pagi dan malam, ada yang berstatus seperti makan pagi, siang, dan malam dengan tiga status. Ada yang sampai dua puluh status sampai di statusnya terlihat tanda titik-titik karena posting banyak gambar baju. 

Miss WA

Jika ada istilah Miss Ring-ring alias Miss yang suka teleponan. Maka, aku adalah miss WA. Miss WA yang juara satu karena paling suka membaca status WA. Apalagi stalking status seseorang. Seseorang yang kulihat sangat keren (Ups').

Namun, walaupun aku sering sekali, ingin tahu BGT, kepo dengan status orang tersebut. Namun, aku jarang sekali memberikan komentar. Takut ketahuan kalau aku suka sekali lihat statusnya, atau kalau sampai mengomentari postingannya, apalagi merespon orangnya. Palingan, aku diskusi dengan adik atau sahabat apa maksud tulisan atau gambar yang diposting orang keren tersebut.

Misalnya, dia menulis: "Merindukanmu" aku pun berasumsi, untuk siapakah? Apakah untuk diriku? Maunya. Aku cuma bisa membaca, mereka-reka, dan mencoba menelaah isi statusnya.

Atau posting foto dia di suatu tempat namun captionnya, "Ingatkah engkau tempat ini, sayang?" Duh gusti, ternyata dia masih belum bisa move-on dari mantannya karena kutahu dia sudah putus. 

Belum lagi, kalau si dia tidak langsung balas chat dariku karena urusan pekerjaan. Rasanya, menunggu balasan dua menit serasa dua jam. Beginilah nasib orang yang jatuh cinta, hikz.

Berinterpretasi!


Karen (bukan nama sebenarnya) adalah seorang gadis yang juga suka berasumsi menurut pendapatnya sendiri tentang status laki-laki yang idolanya juga. Dia sering menghubungkan antara suatu status yang satu dengan status yang lain. 

Misal, Karen menulis status untuk cowok itu, "Pergilah, kejarlah mimpimu." Ketika Kirana tahu kalau cowok yang termasuk teman dekatnya di kampus itu akan keluar negeri. Si cowok akan memasang status yang seolah-olah membalas status Kirana, "Tak akan pernah meninggalkanmu."

Bukan cuma sekali atau dua kali, Karen memasang status yang seakan-akan dibalas sang pria tadi. Tapi, berkali-kali sehingga Karen menjadi Geer. Eh, ujung-ujungnya si cowok malah berpacaran dengan cewek lain.

Karen jadi sangat sedih, selama ini sudah "kegeeran" dengan statusnya yang seolah-olah dibalas oleh cowok tadi ternyata salah besar. Karen sadar, tanda atau kode-kode dari status tidak berarti sama sekali. Bukan karena si cowok tidak peka namun memang tidak asal berasumsi, berinterpretasi. 

Dan yang paling penting, konfirmasi, atau cek dan ricek ke orangnya langsung. Dengan memberikan balasan atau komentar pada statusnya. Kita akan tahu makna status yang sebenarnya.

Karena jika tak punya 'indra keenam' akan percuma, feeling yang firasat saja bisa salah kecuali orang yang ahli memang untuk itu.

Benar juga kata orang Makassar, "Besar moko, silangsungan moko." Artinya, Kalian sudah besar, kenapa tidak ngomong blak-blakan saja (langsung). 

Tul! Daripada salah interpretasi status, nanti dicap 'penistaan' status lagi. Mending langsung ngomong langsung, kan?

Seandainya, saja dia menulis status yg langsung ditujukan untukku. "Buat Zahra, selamat malam. Amboi, indah nian hidup ini. Kan' langsung jelas, straight to the point. 

Tapi ternyata yang statusnya malam ini, "Selamat Hari Raya Idul Adha, Mari mengurbankan ego hewani dalam diri kita masing-masing." Ok deh, Met Idul Adha buat semua. Jangan sampai Kurban Perasaan lagi tahun ini. 

Ah, status WA bikin Geer saja.

Artikel Terkait